Antara Gempa & bercanda dengan tema Gempa

Hari Selasa, 23 Jan 2018 … saya & pegawai lain yg kerja di suatu gedung 4 lantai (Tangerang) berhamburan keluar kantor karena merasakan gempa yg lumayan besar.

Dengan adanya berbagai Group WA saya bisa langsung mendapat kabar bahwa di Pelabuhan Ratu katanya genteng-genteng pada jatuh, di jakarta kerasa gempa, di sukabumi beberapa dinding rumah ada yg roboh…lalu ada  yg share status twitter BMKB dan segera tau bahwa pusat gempa ada di barat daya lebak-banten

….

Hal selanjutnya yg terjadi adalah :

Beberapa orang koq menjadikan tema gempa sebagai bahan candaan ya? Koq rasanya kurang tepat kalau beberapa menit atau beberapa jam kemudian langsung share : Monas yg bengkok, orang gendut yg jatuh, patung pancoran, orang mabuk yg sempoyongan & video pendek yg judulnya detik-detik gempa (balita)…

Apakah kalau dinding rumahnya roboh  orang-orang tersebut akan tetep nge-share gambar / video candaan seperti itu?

Kalau yg saya amati sepertinya ada 3 kelompok dalam hal ini :

  1. Yg dinding rumahnya roboh…saya rasa kelompok ini meskipun biasa bercanda tapi untuk share candaan terkait gempa kemungkinannya sangat kecil
  2. Yg hanya merasakan gempa tapi dinding rumahnya baik-baik aja…kemungkinan besar ini yg menjadikan gempa sebagai bahan candaan
  3. Yg sedang di luar negeri….seolah-olah tidak terjadi apa-apa karena di Luar negeri memang tidak terasa apa-apa, ini bcandanya masih bebas, tidak dibatasi dengan tema gempa *meskipun ada salah seorang anggota group WA yg sebelumnya menginfokan kalau dinding rumah nya roboh.

Ini hampir mirip-mirip sama Banjir, saya yg udah ngalemin sendiri banjir gak akan pernah ngejadiin banjir sebagai bahan candaan tapi tidak demikian halnya dengan orang-orang yg belum pernah mengalami banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*