Perbedaan penerapan S.O.P.

Contoh perbedaan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yg saya alami sekarang & dulu beberapa kali terjadi adalah perbedaan penerapan S.O.P antar KPPN terkait lampiran Gaji Susulan Pegawai …ada yg mewajibkan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) Asli…ada yg bisa pake Scan-an

KPPN ditempat saya mewajibkan SKPP Asli…sedangkan KPPN wilayah lain ternyata ada yg bisa memakai Scan-an.

Masalah muncul ketika ada Mutasi Masuk & Keluar….saya kadang hanya mendapat Scan-an SKPP dari Kantor lain…pas saya menghubungi Bendahara/PPABP Kantor lain kadang mereka juga kaget tentang adanya S.O.P harus SKPP Asli ini karena di tempat mereka ternyata bisa pake Scan-an

Akhirnya SKPP aslipun dikirim…terdapat kemungkinan bermasalah di kurir pengiriman (apalagi yg beda Pulau) …& efeknya adalah ada pegawai baru yg gajinya terlambat…contohnya dikantor saya sekarang ada seorang pegawai baru yg sampai tgl 5 belum gajian karena masih menunggu datangnya SKPP asli dari kantor lama-nya.

Pelajaran yg bisa saya ambil disini :

  • S.O.P. untuk suatu Kantor yg lingkupnya Nasional harus memiliki mekanisme untuk mengecek perbedaan penerapan di tiap kantor…
  • Kalaupun ada perbedaan penerapan S.O.P karena karakteristik perbedaan wilayah…harusnya tercantum di website kantor…secara transparan…apa saja S.O.P yg dimodifikasi
  • Suatu S.O.P harus bisa “menghilangkan” dirinya sendiri….misalkan mungkin dulu diharuskan adanya SKPP asli karena dulu bukan zaman internet..masih serba manual…tapi sekarang dengan adanya jaringan internet, pengaman password, barcode dsb….harusnya penggunaan kertas dikurangi & lebih mengutamakan softcopy…sehingga S.O.P yg mewajibkan adanya lampiran SKPP asli ini menghilang dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*