Sesuatu yg salah dengan Tradisi ketika seseorang Meninggal

Ketika Ayah saya meninggal dunia, seharusnya :

  • Saya menggunakan waktu lebih banyak agar merenungkan Masa Depan saya sendiri yg ternyata juga akan Mati
  • Beribadah dengan lebih baik lagi, baca Quran bukan cuma baca Quran dalam Bahasa Arab saja…tapi coba memahami Artinya juga.
  • Selama Masa Cuti saya bantu beres-beres Rumah & mencarikan Asisten Rumah Tangga supaya ada yg menemani Ibu dirumah
  • Saya mulai mempertimbangkan untuk mengajukan Mutasi pindah ke kantor yg paling dekat dengan Rumah Ibu…mengenai permohonannya disetujui atau tidak itu urusan lain
  • Secepatnya mengurus dokumen-dokumen seperti Surat Kematian ke instansi terkait dsb
  • Hal-hal semacam itu

Tapi yg terjadi ditempat saya adalah :  Tradisi harus ada yg mengaji di Makam selama 7 hari berturut-turut (Siang & Malam), Pihak keluarga harus menyiapkan makanan untuk yg tahlilan di rumah selama 7 hari berturut-turut, selanjutnya ada yg harus dilakukan di hari ke-40 dsb

Kata Paman biaya untuk menjalankan semua Tradisi tersebut sampai tuntas untuk Pensiunan Pejabat (berdasarkan pengalaman Paman sendiri) adalah sekitar 30jt…sedangkan untuk Keluarga masyarakat biasa mungkin sekitar 3jt kebawah.

…Saya merasa ada sesuatu yg salah pada tradisi-tradisi tersebut.

3 thoughts on “Sesuatu yg salah dengan Tradisi ketika seseorang Meninggal

  1. memang salah tuh tradisi,bukan mendoakannya yang salah melainkan aturan dan tata cara ala hindunya yang perlu di hilangkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*