Jika lampu merah tidak dihiraukan

Tadi pagi (Kamis, 11-08-2016)…jalur menuju kantor saya macet karena ada suatu perempatan yg lampu merahnya sudah tidak dipedulikan lagi sama kebanyakan orang-orang.

Aturannya sebenarnya sederhana : Lampu Merah berhenti, Lampu Kuning Hati-hati & Lampu Hijau boleh Jalan….Saya tidak masalah mengikuti hal tersebut karena kalaupun kena lampu merah paling hanya nunggu 1 menit-an…lalu jalan lagi.

Yg jadi masalah adalah ketika saya berhenti dilampu merah (& tidak ada tanda belok kiri langsung)…saya diklaksonin sama angkot dibelakang….karena dia mau belok kanan saat jalur lain sedang lampu hijau!!!! waduh …dan meskipun ngotot gak mau minggir…pas giliran saya dapet lampu hijau..koq…jalur yg harusnya sudah berhenti  karena lampu merah masih jalan terus???!!!! …Ini gimana ceritanya??!!!

Awal-awal saya melewati jalur tersebut (2013) saya agak kaget dengan kondisi lampu merah yg sudah tidak dihiraukan sama kebanyakan pengemudi ini….

*Lampu merahnya hanya agak tertib kalau ada Polisi yg mengatur lalu lintas.

Sepertinya aturan tidak tertulis yg ada adalah : “Diperempatan ini jangan liat lampu merahnya…tapi liat ada polisi atau tidak”

Biasanya yg gak bisa nangkep aturan tidak tertulis ini hanya anak-anak SMA…yg mana mereka cuma tau lampu merah diperempatan ini jangan dihiraukan….tapi mereka belum paham dengan aturan tidak tertulis tambahan yg mengharuskan Jeli melihat ada Polisi atau tidak.

Dulu saya sempat berpikir kalau di kondisi lampu merah yg sudah tidak dihiraukan tersebut lebih baik dibuat lampu kuning kedip-kedip aja…tapi ternyata tadi pagi jalannya malah terkunci….Jadi lampu kuning kedip-kedip bukan Ide yg bagus.

Jadi jalan terbaik untuk tradisi masyarakat yg sudah tidak menghiraukan lampu merah adalah :

  1. Lebih sering menempatkan Polisi…
  2. Kalau mau dibuat lebih ekstrim ya pake alat seperti palang pintu kereta 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*