Rekening Giro (Bendahara Pengeluaran APBN)

Kantor saya sebelumnya pake Rekening Giro Bank Mandiri (Th 2007), di Kantor yang baru pake Rekening Giro BRI (Th 2013)

Beberapa pengalaman yg bisa saya catat terkait Rekening Giro Bank Mandiri & BRI :

  • Untuk Pencairan sama-sama memerlukan 2 tandatangan pada Cek (Tanda Tangan Kepala Kantor & Tanda Tangan Bendahara Pengeluaran)
  • Awalnya saya diajak oleh Bendahara lama ke Bank Mandiri untuk mencairkan cek (Yg tanda tangan cek masih bendahara lama)….waktu itu sekalian menyerahkan specimen tandatangan saya sebagai Bendahara baru.
  • Waktu pertama kali mencairkan cek (Dengan tanda tangan saya), memory saya entah kenapa langsung teringat film : Catch Me If You Can 😀 …
  • Dulu waktu pake Rekening Giro Bank Mandiri biasanya Kepala Kantornya tanda tangan duluan, sedangkan saya tandatangan belakangan pas sudah ada di Meja Teller….ini salah satu tehnik mengamankan Cek.
  • Dulu pas tahun 2007-an Rekening Giro Bank Mandiri masih ada Biaya Administrasi & Masih dapet Bunga…Bunga tersebut harus saya setorkan lagi ke Kas Negara dalam bentuk SSBP (Jadinya nambah kerjaan)…..untungnya beberapa waktu kemudian (Lupa tepatnya Tahun Kapan) Rekening Giro Bendahara APBN dibebaskan dari Biaya Administrasi…sekaligus gak dapet bunga juga….Pas saya mulai jadi Bendahara di kantor Baru (Tahun 2013) Rekening Giro BRI saya udah gak ada biaya adm & udah gak ada Bunga Rekening Giro juga
  • Dulu (Tahun 2007) untuk mengetahui Saldo rekening Giro saya harus nelpon ke pegawai Bank Mandiri atau Nanya ke Customer Service…beberapa waktu kemudian (Sekitar 2009) saya bisa cek saldo melalui Call Center Bank Mandiri (14000) *Yg jawab mesin…..Untuk rekening Giro BRI saya masih harus cek secara manual (via telpon / Customer Service)
  • Dulu Gaji & Tunjangan Kinerja itu dua-duanya masuk ke Rekening Giro kantor dulu…setelah masuk rekening Giro baru saya sebar ke Rekening masing-masing pegawai (Payroll)…..sekarang Gaji PNS sudah otomatis dari Kas negara ke Rekening masing-masing pegawai, sedangkan Tunjangan Kinerja masih masuk Rekening Giro kantor dulu.
  • Mulai tahun 2014-an penamaan rekening giro Kantor Pemerintah diatur/diseragamkan….Sekarang awal nama rekening harus memakai beberapa kode yg telah ditentukan….contoh : BPg 127 Kantor XXX (BPg = Bendahara Pengeluaran, 127 = Kode KPPN)
  • Salah satu resiko di pekerjaan Bendahara Pengeluaran adalah adanya kemungkinan dirampok setelah mencairkan Cek di Bank…dulu jarak antara Kantor Lama & Bank Mandiri sekitar 3 KM…dan saya harus mengambil Uang Persediaan Brankas (Buat Bayar Tagihan telpon Kantor, Bayar Gaji Satpam, Beli ATK dsb) setidaknya 1 bulan 1x…bisa sih saya mencairkan cek sedikit demi sedikit…tapi cape juga bolak balik & ngantri di Bank.
  • Di Kantor Baru , BRI nya ada di dalam Kantor saya sendiri (BRI Kantor Kas)….jadi Resiko dirampoknya lebih kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*