Catatan Penutupan Pembukuan TA 2015

Tutup Buku itu 1 tahun 1x, jadi kadang saya sendiri lupa step by step-nya gimana…sebagai pengingat saya catet aja :

  1. Tarik semua dana sisa (Uang Persediaan / LS Bendahara) yg masih ada di rekening kantor…kadang di akhir bulan desember Bank hanya buka setengah hari…jadi klo bisa ditarik dari beberapa hari sebelumnya
  2. Minta Rekening Koran ke Bank di akhir desember 2015 (Yang saldonya sudah Rp. 0)
  3. Setor sisa UP sebelum akhir desember (Jika ada sisa)
  4. Catat SSPB (Surat Setoran Pengembalian Belanja) UP tersebut ke Aplikasi SILABI
  5. Konfirmasi SSPB tersebut via Aplikasi K2PN ke KPPN (Klo SSPB belum di konfirmasi, SPM GUP Nihilnya gak diterima sama KPPN)
  6. Selanjutnya saya harus segera buat SPM GUP-NIHIL, lalu secepatnya kirim ke KPPN karena saya gak bisa print pembukuan Desember jika Nomor SP2D belum keluar…
  7. Jika SP2D sudah keluar, masukkan ke Aplikasi SILABI…lalu Pembukuannya di Print (Cover, BKU, BP Bank, BP LS Bendahara, BP Pajak, BA, LPJ dsb)
  8. Lalu saya menggunakan Aplikasi K2PN lagi untuk Konfirmasi penyetoran Pungutan Pajak
  9. Terakhir saya serahkan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) ke KPPN dilampiri dengan Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Rekonsiliasi Bendahara Pengeluaran, Copy Rekening Koran yg sudah 0, Buku Pembantu Pajak, Bukti Konfirmasi Penyetoran Pajak & ADK (Arsip Data Komputer)
  10. Jika merangkap Operator SAKPA, selesaikan Rekon dengan KPPN secepatnya…lalu bikin Laporan Keuangan
  11. Bikin KIPS baru, Specimen dsb…& ..Tahun Anggaran Baru-pun dimulai lagi, *Ralat, untuk Tahun Anggaran 2016 KIPS Lama (2015) masih bisa dipake…dan berhubung tidak ada perubahan pejabat pengelola keuangan (KPA, PPK, PPSPM, Bendahara) saya tinggal bikin Surat Pernyataan bahwa tidak ada perubahan pejabat pengelola keuangan….ga usah bikin Specimen lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*