Keterangan di Belakang SIM A & SIM C

Supaya lebih menghayati, saya ketik ulang aja beberapa keterangan yang ada dibelakang SIM  A & C :


SIM A (yang dicetak 03 Oktober 2015)

SIM A 3 Oktober 2015

KETENTUAN PIDANA

  1. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam pasal 77 ayat (1) dipidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah). Pasal 281 Undang-undang nomor 22 tahun 2009.
  2. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukan Surat Izin Mengemudi yang sah kendaraan bermotor yang dikemudikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat 5 huruf (b) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). Pasal 288 ayat 2 Undang-undang nomor 22 tahun 2009.
  3. Selain pidana penjara, kurungan, atau denda , pelaku tindak pidana Lalu Lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa Pencabutan Surat Izin Mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana Lalu Lintas. Pasal 314 Undang-undang nomor 22 tahun 2009
  4. Penandaan pelanggaran Lalu Lintas pada SIM dilakukan petugas Polri dengan pencatatan pada pangkalan data Regident Pengemudi secara elektronik dan/atau manual. Pasal 73 ayat (1) Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.
  5. Dalam hal pelanggaran Lalu Lintas telah mencapai bobot nilai 12 (dua belas) SIM dicabut sementara , dan apabila telah mencapai 18 (delapan belas) maka SIM dapat dicabut sebagai sanksi tambahan atas dasar putusan pengadilan.Pasal 74 ayat (1) dan (2) Peraturan Kapolri nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

SIM C (yang di cetak tanggal 22 Maret 2012 dan ini adalah SIM yg saya peroleh melalui Mobil SIM Keliling seperti yg saya ceritakan : disini)

SIM C 22 Maret 2012

KETENTUAN PIDANA

  1. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam pasal 77 ayat (1) dipidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) (pasal 281 UU No. 22 tahun 2009)
  2. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukan Surat Ijin Mengemudi yang sah kendaraan bermotor yang dikemudikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat 5 huruf (b) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 288 ayat 2 UU No. 22 tahun 2009)
  3. Selain pidana penjara, kurungan , atau denda pelaku tindak pidana lalu lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan Surat Ijin Mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas (Pasal 314 UU No. 22 tahun 2009)

Comments are closed.