[ide] Mengatasi kemacetan saat adanya perbaikan jalan

Ketika berangkat ke kantor…saya ada 2 alternatif jalur… :

  1. via Terminal Cimone > Plaza Shinta > Cikokol
  2. via Jl. Imam Bonjol > Cikokol

Beberapa hari terakhir ini saya selalu mengambil rute nomer 2 karena di depan Plaza Shinta sedang ada pengecoran jalan (Pake sistem buka tutup) … sampai hari Jumat kemarin pas saya mo belok kanan ke Jl. Imam Bonjol ternyata rutenya ditutup oleh polisi karena sedang ada perbaikan jalan juga :D, Waktu hari jumat saya hampir saja telat karena muter-muter dulu ke jalan-jalan perumahan yg belum pernah saya lalui sebelumnya…namun Alhamdulillah bisa Absen jam 07:27 …namun lain cerita di hari senin minggu sebelumnya …saya terlambat 14 menit !!!! (baru nyampe kantor jam 07:44).

Untuk saat ini paling saya nyumbang ide aja :

  • Akan lebih mudah jika ada suatu website dengan tampilan google maps / wikimapia  yang menayangkan jalan mana saja yang akan diperbaiki (misal ada tanda kelap-kelip merah yg pas di klik muncul penjelasan proyek perbaikan jalan & estimasi selesai kapan)…jadi para pengguna jalan bisa tau jalan mana saja yg sedang diperbaiki…bisa siap-siap ngambil jalur lain & siap-siap berangkat lebih pagi;
  • Saya tidak tau kenapa para pekerja perbaikan jalan itu tidak dibuat beberapa shift…Klo dibuat beberapa Shift siang & malam jadinya  progress pekerjaan bisa lebih cepat karena jalan raya itu sangat penting . Jadinya yang kerja siang istrirahat diwaktu malam…yang bekerja malam bisa istirahat siang…katanya pengangguran itu banyak, saya yakin jika dibuka lowongan kerja malam pun sebenarnya banyak yg mau. Saya pernah nonton suatu acara TV yang memperlihatkan bahwa di Luar Negeri sana ada beberapa pegawai yang bekerja dimalam hari supaya penggunaan transportasi publik di keesokan harinya sudah oke. Beberapa Rekan Kerja saya yg berprofesi sebagai PNS juga kebagian shift malem buat jaga counter Vat-Refund di Bandara…jadi sebenarnya mungkin saja menyewa pekerja perbaikan jalan diwaktu malam supaya Progres perbaikan jalan bisa lebih cepat;
  • Untuk saat ini Spanduk pemberitahuan sebaiknya lebih dimaksimalkan… sekitar 1 minggu sebelum nya ada pemberitahuan bahwa suatu Jalan akan ditutup atau pake sistem buka tutup;
  • Tidak bisakah pegawai resmi yang mengurus sistem buka tutup jalan? ;
  • Jika suatu jalur ditutup…sebenarnya bisa saja seorang pegawai resmi membuat semacam survey jalur alternatif mana saja yg bisa dilalui…pegawainya dikasih SPD aja biar secepatnya bikin laporan beberapa jalur alternatif 😀 (yang mana hasil laporannya ditampilkan di website)
  • Beberapa Bahan-Bahan saat ada perbaikan jalan sebenarnya bisa ditaruh di tempat yang tidak menghalangi jalan, bisa dibuat inovasi semacam beberapa wadah (seperti gentong air) supaya bahan bahan perbaikan jalan tidak menghalangi jalan;
  • Inovasi wadah tersebut bisa juga dipakai saat ada perbaikan gorong-gorong (contoh hari ini yg sedang terjadi di Jl. Arya wangsakara – Tangerang). Jadi tanah yang berhasil dikeruk ditaruh di wadah tersebut tidak ditaruh begitu aja di pinggir jalan yang mana itu membuat jalan yg sudah sempit menjadi semakin sempit…pengadaan wadah-wadah penampungan seperti itu saya pikir bisa dilakukan …ini adalah hal-hal yg bisa diselesaikan dengan uang;
  • Kedepannya mungkin bisa dibuat semacam tim-tim kecil yang bekerja dimalam hari (Jam 12 malem sampai jam 4 pagi) untuk memperbaiki beberapa jalan berlobang…jadi gak nunggu lubangnya banyak dulu baru diperbaiki karena biasanya membuat jalan macet….dicicil…gak menggunakan tender…tapi menggunakan Uang Persediaan yang ada di Brankas Bendahara Pengeluaran. Dalam hal perbaikan gorong-gorongpun sebenarnya bisa juga dicicil;
  • Klo menurut saya perbaikan jalan itu seharusnya dibuat Badan tersendiri…karena sangat penting…klo bisa dibawah pengawasan presiden langsung karena setiap penduduk indonesia kemungkinan besar melewati jalan raya hampir setiap hari;
  • Harus juga dibuat peraturan-peraturan jelas yang membuat pelayanan pemerintah dalam hal menyediakan jalan raya yg KEREN bisa maksimal, jangan sampai nantinya pegawai yang mengurus pendanaan perbaikan jalan ini bermasalah dengan Tim Auditor (BPK, Itjen dsb);
  • Atau sebenarnya kenapa tidak dibikin BUMN tersendiri aja khusus untuk perbaikan jalan ini….ambil pegawai-pegawai yang berkualitas untuk mengurusi manajemen perbaikan jalan;
  • Membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyumbang perbaikan jalan di titik yg ditunjuk…& pertanggung jawaban atas dana yang disumbangkan tersebut terlihat jelas…misalkan terlihat foto kondisi jalan sebelum & kondisi jalan sesudah….(masyarakat penyumbang bisa mantau di website)…

Kira-kira seperti itu ide yg ada dikepala saya sekarang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*