Top Up

Suatu hari saya mengobrol dengan seseorang…waktu itu saya menggunakan kata “Top Up” sebagai kata biasa…karena saya sudah terbiasa dengan istilah Top Up (Sudah Praktek 2x…& kata Top Up sudah sering saya dengar)…namun ketika mengobrol dengan orang tersebut perbincangannya berhenti sejenak…dia bertanya : Top Up itu apa?? 😀

Bagaimana saya menjelaskannya?? saya langsung ke contoh aja : Misalkan ada pegawai yang dulu meminjam uang ke Bank sebesar 60jt, terus 1 tahun kemudian dia pinjam lagi (menaikkan limit pinjaman) 100jt…. tapi sebagian dari uang yg 100jt itu dipakai untuk melunasi utang yang 60jt sebelumnya…itulah Top Up 😀

Klo dipikirkan lagi, kata Top Up bisa saya jelaskan lagi seperti ini :

  • melunasi Utang dengan Utang, itulah Top Up (Tapi bonusnya bisa dapet dana segar baru) & Angsuran bulan depan jadi lebih besar dari biasanya & mungkin jangka waktunya juga dijadikan lebih lama
  • lagi perlu Dana, tapi diharuskan melunasi Utang Lama…Top Up
  • Daripada Buka Pinjaman di Bank Lain (beberapa orang lebih suka pinjamannya dipusatkan di 1 tempat) lebih baik Top Up

Tapi, apa sih pengertian Top Up dari sisi Bank…( Pengertian Resminya)…klo saya coba googling sebentar, website bank yang muncul yg ada hubungannya dengan Top Up adalah Mandiri KPR Top Up :

Apa yang dimaksud dengan KPR “Top-Up” ?

Mandiri KPR Top Up adalah penambahan limit kredit atas fasilitas KPR Mandiri existing yang telah berjalan minimal 1 tahun dengan kolektibilitas lancar selama 6 bulan terakhir.

Tambahan limit tersebut dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan nasabah, seperti renovasi, pendidikan, liburan, dsb.

Sumber : http://www.bankmandiri.co.id/article/mfaqup.aspx

Kira-kira, seperti itulah Top Up...menulis ini karena ada rencana mengajukan Top Up yg ke-3  😀

 

Comments are closed.