Langkah-langkah Investasi saya yang salah sejak tahun 2005

Mulai tahun 2004 saya sudah mulai banyak baca-baca buku tentang Financial Freedom (Robert Kiyosaki dkk), 2005 sempat praktek (minjem ke Bank 30jt / Angsuran selama 5 tahun) …2006 rugi…selanjutnya saya masih harus membayar Angsuran (+Bunga) tapi saya sudah tidak mendapat penghasilan dari tempat saya ber-investasi.

2007, saya mendapat penghasilan tambahan di tempat saya bekerja (sesuatu yg dinamakan Remunerasi)…jadinya kerugian yang saya dapatkan dari usaha pertama bisa ditutupi.

Lalu, langkah-langkah salah apa yang saya lakukan pada usaha pertama (2005)…

  1. Terlalu Percaya Orang…
  2. Tidak punya Plan B ketika usaha gagal
  3. Masih enggan menempuh jalur hukum, ketika ada masalah
  4. Tidak mengecek Background karakter partner bisnis
  5. Pada perjanjian kerjasama tidak mencantumkan langkah-langkah ketika usaha gagal…
  6. Perjanjian kerjasama tidak disaksikan / ditandatangan oleh semacam Notaris / pihak lain yang bisa menjadi saksi ketika ada masalah dikemudian hari
  7. Terlalu Percaya Orang
  8. Terlalu Percaya Orang
  9. Terlalu Percaya Orang
  10. Terlalu Percaya Orang…

Waktu itu saya nekad bekerjasama mungkin karena mempraktekkan teori yang mengatakan bahwa :

Tidak ada orang yang dapat meningkatkan taraf hidupnya tanpa mengambil resiko

Pelajaran yang saya ambil adalah….mungkin memang benar bahwa tidak ada orang yang dapat meningkatkan taraf hidupnya tanpa mengambil resiko, tapijangan terlalu percaya sama partner bisnis juga kaleee 😀 …dan hal-hal seperti : mencantumkan langkah-langkah ketika usaha gagal pada perjanjian kerjasama, cek background partner bisnis, membuat Plan B, memanggil saksi yang kompeten saat penandatanganan perjanjian kerja sama  sebenarnya bisa dilakukan dengan mudah kan?

Selanjutnya…Tahun 2007, masih mencari-cari bentuk usaha ke-2 saya seperti apa…& lucunya sampai tahun 2015 koq sepertinya saya belum mulai-mulai usaha ke-2 ya? saya belum menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan partner bisnis manapun.

Bisa jadi karena saya sudah menemukan berbagai bentuk investasi lainnya yang sama sekali berbeda dari usaha pertama yang saya lakukan seperti :

  • Franchise
  • Bisnis Properti
  • Reksa Dana
  • Bisnis On Line (GA / PPC, Toko Online, Affiliate dsb)
  • Investasi Emas
  • dsb

Pada dasarnya saya ingin Financial Freedom bukan? jadi cara-cara untuk menuju Financial Freedom itu bisa beda-beda, tidak harus melakukan seperti yang saya lakukan pada usaha pertama.

Kalau dilihat dari sudut pandang itu ditambah dengan kondisi pekerjaan yang saya alami di kantor…langkah-langkah salah lain yang saya lakukan sejak 2007 adalah :

  1. Pada tahun 2007 saya melakukan kesalahan dengan tidak menekuni bisnis di bidang Properti…dulu tahun 2007 masih banyak properti yang murah, tapi waktu itu saya pikir bisnis properti perkembangannya lambat…jadi saya memilih usaha lain (yang ternyata pada tahun 2015 saya belum sukses di “usaha lain” tersebut &perkembangannya malah jauh lebih lambat dari properti)….padahal jika saya  menekuni properti sejak 2007 terdapat peluang besar untuk sudah dapat financial freedom sekarang;
  2. Tidak tegas terkait pekerjaan saya dikantor, normalnya jam kerja itu jam 07:30 sampai 17:00, namun saya seringkali pulang malam…dan kerjaannya gak selesai-selesai karena memang kerjaan yang saya tanggung harusnya dikerjakan oleh minimal 2 orang. Seharusnya saya lebih keras dalam menuntut hak saya untuk pulang jam 17:00, bukan terus menerus bekerja dengan Tehnik Bekerja Mengorbankan Diri Sendiri;
  3. Ingin Financial Freedom, tapi belum menemukan definisi Financial Freedom secara detail yang diinginkan itu seperti apa…dulu saya hanya dengan gampang menyamakan Financial Freedom itu dengan kata 10 Milyar. Salah satu contoh detail Financial Freedom yang saya maksud seperti tulisan saya : disini 
  4. Bermimpi terlalu tinggi tapi waktu untuk meraih mimpi itu di halangi oleh sikap pada Poin No 2 (Tehnik Bekerja Mengorbankan Diri) , dulu saya bermimpi bisa menyaingi Mark Zuckenberg, padahal untuk membuat halaman log in saja susahnya minta ampun…hehehe 😀  saya baru sempat launching website pertemanan saya sendiri justru pada saat saya cuti & ketika sudah masuk bekerja sudah tidak ada waktu lagi untuk menjadi pengelola situs sendiri & saya tidak punya teman dalam mempromosikan website saya…padahal Mark Zuckenberg sendiri seingat saya memulai facebook dengan bantuan teman-teman asramanya (Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, Chris Hughes) dan dengan bantuan dana dari Eduardo Saverin sedangkan saya tidak didukung oleh waktu, teman & investor…

Mungkin secara garis besar 4 poin itu yang menjadi langkah-langkah salah yang saya lakukan mulai 2007 sampai 2015 ini…

Selanjutnya saya harus bisa mengambil pelajaran dari langkah-langkah salah yang pernah saya lakukan.

 

Tinggalkan Balasan