Masuk ke Toko Buku, dulu sebagai pembaca…sekarang?

Sejak zaman kuliah (2003), toko buku menjadi salah satu tempat liburan favorite saya. Saking seringnya shopping buku…kamar kost-an hampir penuh dengan buku ๐Ÿ˜€ , mungkin karena denger nasehat salah seorang guru SMA yang mengatakan bahwa beli buku itu adalah sesuatu yang baik meski mungkin bukunya baru sempat kita baca dikemudian hari.

Dulu Toko buku yang sering saya kunjungi ada 3 (yang deket-deket) :

  • Toko Buku di Metropolis
  • Toko Buku Di D’best
  • Toko Buku di Robinson

sekitar tahun 2009 saya mulai lebih banyak membeli buku tentang komputer & internet….Tahun 2010 mengirim draft buku pertama ke penerbit & ditolak ๐Ÿ˜€

…mungkin sejak 2012 saya sudah mulai jarang beli buku. Apakah pikiran saya sudah mulai tertutup? atau untuk sejenak stop dulu dan mulai mempertimbangkan ide-ide dari semua buku-buku yang pernah saya baca?

Pertengahan 2014 saya mendengar tentang Self-Publishing, saat itu saya merasa tertantang untuk setidaknya menerbitkan 1 buku yang ber ISBN. Kadang terasa lucu, dulu saya hanya memindahkan tulisan di Blog ke MS Word tanpa editing terlalu banyak lalu maen nekad aja ngirim ke penerbit mayor. Namun ketika ingin menerbitkan Buku Self Publishing saya mengeluarkan semua kemampuan menulis & editing saya, baca-ulang, baca-ulang….minta pendapat beberapa teman untuk ngasih kritik saran sebelum mengirimkannya ke salah satu layanan self publishing ๐Ÿ˜€

Padahal harusnya saya mengeluarkan semua kemampuan menulis & editing saya saat mengirim draft buku ke penerbit mayor hehehe

& singkat cerita buku pertama saya terbit…ketika dalam proses menulis buku saya jadi mulai paham dunia bisnis perbukuan.

Dibalik tempat liburan saya yang bernama toko buku, mungkin ada beberapa penerbit yang bangkrut karena buku-bukunya tidak laku dipasaran, ternyata ada harapan-harapan penulis yang hancur karena mengetahui bahwa buku yang ditulisnya dengan susah payah ternyata tidak dapat memberikan penghasilan yang cukup.

Semenjak saya menerbitkan buku (November 2014)ย  seingat saya baru 2x menginjakkan kaki ke Gramed ๐Ÿ˜€ …kadang timbul rasa gak pede melihat sampul penulis lain yang keren & yang bukunya tebal-tebal ๐Ÿ˜€

Saya ingin suatu saat nanti energi saya habis untuk membuat sebuah buku bagus yg bermanfaat. Untuk saat ini energi saya habis untuk :

  1. Kerja dikantor
  2. Bisnis Online
  3. Baru setelah itu saya mengunjungi beberapa draft judul buku yang disimpan di Google Drive

 

 

 

2 thoughts on “Masuk ke Toko Buku, dulu sebagai pembaca…sekarang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*