Harus hati-hati dalam merencanakan kenaikan gaji

Yang saya pelajari di beberapa minggu terakhir ini adalah kita harus hati-hati dalam merencanakan kenaikan gaji atau tunjangan para karyawan. Misalkan saya adalah pimpinan suatu kantor cabang yang berencana untuk mengusulkan tunjangan tambahan para karyawan yang sudah bekerja lebih keras dari kantor cabang / divisi yang lain. Saya berusaha sekuat tenaga untuk meng-goal-kan rencana kenaikan tunjangan ini ke bagian yang berwenang.

Niat baik…memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Jadi…meskipun usulannya ditolak setidaknya saya sudah mencoba untuk memperbaiki kesejahteraan karyawan. Seharusnya walaupun para karyawan mungkin akan sedikit kecewa karena tidak jadi mendapat penghasilan tambahan … setidaknya mereka tetap berterimakasih karena sudah ada yang mengusahakan kenaikan penghasilan mereka.

Namun, kenyataannya ternyata tidak se-simple itu. Tiba-tiba berita rencana kenaikan tunjangan menyebar melalui Group WA, Group BBM para karyawan (Entah siapa yang membocorkan)…Jika berita yang beredar benar semua tidak menjadi masalah, tapi mulai menjadi masalah ketika kalimat “ merencanakan kenaikan tunjangan” berubah menjadi “tunjangan akan naik

Perbincangan dengan tema kenaikan Gaji / Tunjangan tentunya merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi para karyawan…

  • Ada yang mulai ngitung simulasi kenaikan, klo naik 1x berapa..klo 2x berapa dapetnya
  • Ada yang mulai ngumpulin brosur rumah
  • ngumpulin brosur mobil 😀

Namun ternyata…

Rencana kenaikan Tunjangan-nya ditolak!!!

Kejadian seharusnya adalah para karyawan tetap berterimakasih karena ada yang mengusahakan kenaikan penghasilan…tapi yang terjadi adalah suasana kerja menjadi tidak kondusif !…ada yang merasa diingkari janji, ada yang nuduh pimpinan PHP (Pemberi Harapan Palsu) dsb.

Dalam hal seperti ini siapa yang salah?

  • Pimpinan yg berencana untuk menaikan tunjangan karyawan?
  • Pihak yang membocorkan informasi ke para karyawan?
  • Atau … menyalahkan karyawan yang salah menangkap informasi?

Pimpinan yang berencana menaikan tunjangan, sudah baik…tidak ada yang salah dengan ini.

Menurut pendapat saya sepertinya yang bertanggung jawab paling besar adalah Pihak yang membocorkan informasi ke para karyawan…karena jika informasinya tidak dibocorkan maka :

  • Jika rencana kenaikan tunjangan ditolak maka karyawan akan tetap bekerja seperti biasa, tidak ada yang merasa diingkari janji…tidak ada yang merasa di BHP (di Beri Harapan Palsu)…suasana kerja tetap kondusif;
  • Jika rencana kenaikan diterima..maka para karyawan akan senang dengan rasa senang yang sesungguhnya….brosur rumah & brosur mobil bisa terealisasi karena tunjangannya sudah masuk rekening…Surprise!!!!!!….dengan demikian semua Happy & suasana kerja menjadi sangat kondusif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*