Beda Respon terhadap BONUS (sebelum & sesudah jadi bendahara)

Tahun 2004, 2005, 2006…saat saya jadi frontliner (belum jadi bendahara) awal bulan adalah sesuatu yang menyenangkan *Gajian…dulu gaji itu masih diterima cash, jadi tiap awal bulan saya ke ruang bendahara untuk ngambil amplop gaji. Jika ada kabar tentang BONUS seperti Gaji ke-13, tambah seneng lagi 😀

Situasi berubah setelah saya ditunjuk jadi bendahara.

Awal-bulan, selain saya harus menyiapkan gaji pegawai sayapun harus menyiapkan gaji Satpam, cleaning service dan harus membayar tagihan-tagihan dari rekanan. Saya harus ke Bank untuk mengambil uang persediaan brankas yang berjarak sekitar 2 KM…*resiko di rampok. Orang-orang mungkin baru merasakan ketakutan akan begal akhir-akhir ini, tapi saya sudah mulai merasakan rasa takut itu di awal-awal saya jadi bendahara (akhir 2007). Ketika saya mendengar kabar bahwa ada seorang bendahara di cirebon yang meninggal karena di rampok sepulang mengambil uang di bank, bagi orang-orang mungkin itu hanya berita kriminal biasa, tapi bagi bendahara itu adalah berita yg sangat menakutkan.

Disini mulai terlihat bedanya, dari awal bulan yang awalnya terasa menyenangkan…tiba-tiba berubah menjadi rasa mual karena banyak kerjaan dicampur rasa takut.

Lalu ketika saya mulai jadi bendahara, semua orang menganggap bahwa semua pekerjaan yang berhubungan dengan keuangan adalah pekerjaan pokok bendahara. Padahal secara aturan tertulis tidaklah demikian, keuangan kantor itu diurus oleh Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Staf Pengelola, Pejabat Pengadaan, PDG/PPABP, PPSPM & Bendahara. Namun memang sepanjang yang saya alami…koq kyaknya disiang hari saya gak punya cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan utama saya sendiri (Pembukuan, Perpajakan, Merapikan LS-Bendahara, Mengelola UP dsb)? …disaat-saat saya berusaha menyelesaikan semua pekerjaan pokok & bantu-bantu bagian lain, pulang malam, lemes, weekend harus kekantor…jika tiba-tiba ada kabar yang berkaitan dengan BONUS…ketika orang-orang bersorak bergembira, mungkin hanya saya yang dalam hati bilang : F*CK!!!!!

BONUS yang awalnya terasa begitu menyenangkan, tiba-tiba berubah definisi menjadi sesuatu yang lain. Bonus adalah suatu pekerjaan tambahan yang tiba-tiba naik ke daftar pekerjaan prioritas paling atas yang wajib kudu harus dikerjakan secepatnya karena jika ditunda akan didemo orang-orang, lalu pekerjaan yang sekarang sedang dikerjakan harus dikerjakan suatu malam nanti atau suatu weekend nanti & jika ada auditor yang masuk sebelum saya sempat membereskan semua pekerjaan…siap-siaplah dikambing hitamkan sendiri.

Mungkin rasanya akan lain jika saya ditempatkan disuatu kantor yang Banknya ada didalam Kantor (memperkecil kemungkinan dirampok) & semua fungsi-fungsi Pejabat Pengelola Keuangan (PPK, Staf Pengelola, PPABP dkk) berjalan dengan baik.

Comments are closed.