DRPP (Daftar Rincian Permintaan Pembayaran)

Menu RUH DRPP sudah ada sejak tahun 2014 yang lalu, tapi sepertinya baru aktif di Aplikasi SAS 2015. Saat saya membuat SPM GUP (pas mau nge-save) muncul Warning :

Anda Belum Memasukkan ADK DRPP

Anda belum memasukkan ADK DRPP (Daftar Rincian Permintaan Pembayaran)

Berarti sebelum saya membuat SPM GUP saya harus membuat ADK DRPP dulu :

  • Masuk ke Aplikasi SAS 15.0.3 pake user Bendahara Pengeluaran
  • Selesaikan dulu RUH Kuitansi, RUH Pajak & RUH Transaksi…*tadinya saya pikir cukup Rekam Kuitansi terus bisa langsung RUH DRPP, tapi ternyata selama kuitansinya belum muncul di RUH Transaksi maka Kuitansi tersebut tidak akan muncul di DRPP
  • Setelah selesai semua masuk ke menu RUH DRPP
  • Periode, saya memilih Periode : 2 2015 karena saya akan mengajukan GUP tanggal 17 Februari 2015 besok
  • Rekam
  • Masukkan : Tanggal, Kegiatan, Output, Jenis Belanja, Jenis, Pejabat, Alamat, Kota
  • Klik tanda Plus : +
  • Centang semua Kuitansi yang akan kita GUP kan (Otomatis muncul jumlah total kuitansi yang kita centang di bagian bawah), tadi saya lumayan centang banyak karena Kuitansi Januari 2015 juga belum saya GUP kan…
  • Simpan
  • Selanjutnya kita bisa Cetak & Kirim
  • Setelah saya cetak… saya kirim ADK DRPP
  • ADK DRPP sudah didapatkan
  • masuk lagi ke Aplikasi SAS menggunakan User PPK
  • Klik menu DRPP
  • Upload ADK DRPP yang tadi….hasilnya jumlah rupiah total sudah terisi & Detail MAK sudah otomatis terisi
  • Selanjutnya sama seperti biasa, cetak SPP, Catat SPM, Cetak…INJECT

Update 17 Februari 2015

Tadi pagi saya ke KPPN, pas masukin SPM GUP sama sekali tidak ditanya mengenai ADK DRPP…petugas KPPN menerima SPM seperti biasa….jadi ADK DRPP itu memang hanya untuk intern satker sebagai syarat supaya SPP bisa di Save.

Saya ke KPPN Jam 09:00-an…. Jam 11:00-an Uang GUP-nya udah masuk rekening kantor 😀 ….atau mungkin sebenernya lebih cepat dari 2 jam karena jam 10-an saya gak ngcek Saldo Rekening.

Di Bulan ke-2 penerapan SPAN semuanya terasa lebih cepat dari biasanya.

 

 

23 thoughts on “DRPP (Daftar Rincian Permintaan Pembayaran)

  1. Selamat Sore,
    Saya Mau tanya apakah Proses DRPP itu perekaman kuitansinya harus berurutan dengan sesuai pencatatan di bendahara pengeluaran atau perekaman drpp bisa langsung saja untuk setiap kali transaksi.

    • Sepertinya harus berurutan sesuai pencatatan di bendahara pengeluaran.

      Jadi Data Transaksi pas kita membuat DRPP nantinya bisa kita pakai juga untuk membuat pembukuan bendahara via SILABI.

  2. Saya baru kenal yang namanya SILABI…maklum sya bendahara baru….Pertanyaan saya Kenapa setiap kali mau cetak BA atau LPJ nama bendahara tidak muncul yang muncul adalah nama KPA atau PPK..terkadang juga BA bagus tapi di LPJ selalu saja nama KPA yang muncul di kolom tanda tangan KPA maupun Bendahara..

  3. Selamat Sore, terima kasih untuk petunjuknya tp kami msh mempunyai permasalahan, kami sudah merekam RUH kuitansi untuk GUP I, tp kok saat kami membuka RUH Transaksi, kuitansi tersebut tidak muncul sehingga kami tidak bisa membuat SPP GUP I solusinya gimana ya??. Mau nanya lg 🙂 apakah GUP I berdasarkan UP ataukah berdasarkan kuitansi yg akan di GUPkan (GU I)?

    • Mengenai RUH Transaksi yang tidak muncul, sepertinya karena aplikasinya bermasalah, coba cari update-an terbaru di andikaprasetia.com

      Kalau untuk GUP sebaiknya berdasarkan urutan UP yang dikeluarkan, kuitansinya jangan di loncat-loncat…

      Btw, klo ada permasalahan lainnya coba gabung di group facebook bendahara…disana lebih banyak bendahara yang berpengalaman.

  4. saya mau input SPM GUP… tp data transaksi tidak muncul…di cek kode BPP dah ok… apa ya masalahnya ???

  5. Gan, knp nomor DRPP sy tdk urut ya? Loncat dari no. 44 ke 46 dst… jadi nomer 45 tdk ada. Mhn pencerahannya. Terimakasih.

    • Saya belum pernah Ngalemin Gan…

      Tapi klo hanya mengenai Nomor Urut menurut pendapat saya bukan masalah yg Urgent…

      Atau coba buka pertanyaan di group bendahara di FB aja Gan

  6. Sewaktu pembuatan saldo reke bank di silabi ver 15.0.06 menjadi tidak aktif kenapa

  7. mas misalkan jumlah kwi saya ada 10 dg jumlah akun ada 5 yang sama , setelah d buat drpp dan di buat spmnya, apakah jumlah spmnya 10 atau bisa kah 4 karena ada 5 akun yang sama kodenya, seperti tahun 2014 di golongkan per akun

  8. Di Kantornya ada berapa Output DIPA?

    Kalau DRPP sekarang narik datanya per Output bukan per akun 6 digit….jadi selama masih ada di output yg sama maka cukup dibuat dalam 1 SPM.

    • Mas, mau tanya
      Di satker kami ada 2 output kegiatan
      Mau ngajukan gup,, nah transaksi nya ada di 2 output kegiatannya,, gimana drpp nya?? Harus per output ya? Trus spm nya juga cuma bisa berdasarkan satu output kegiatan saja?

  9. Pagi Mas, ni mau nanya :
    1. SPM-TU ditolak KPPN, trus diperbaiki lagi tidak mau, karena no DRPPnya uda ada,
    2. saya hapus DRPPnya dan sudah terhapus. tetapi di ruh Transaksinya masih ada DRPP nomor yang sama.
    Bagaimana cara untuk menghapus atau membatalkan DRPP yang sudah ad, trus membuat DRPP yang baru?
    makasih. (Yuven-NTT)

    • Saya belum pernah ngalemin, sepertinya harus dikonsultasikan ke Customer Service KPPN langsung karena sepertinya itu terkait Error Aplikasi

  10. SAYA SUDAH REKAM DRPP TAPI HILANG TAPI NOMOR DRPP SUDAH ADA TAPI DIFTARNYA GAK ADA PAK JADI SAYA KESULITAN UNTUK HAPUS TRANSAKSINYA BAGAIMANA MENCARI DRPP YANG HILANG

  11. Saya adamasalah di Perekaman RUH Kuitansi Salah Pebebanan Akun pd bulan Februari 2016, ini terlihat saat Penihilan, seharusya dana Masih Tersisa utk Nihil tapi saat merekam Nihil dana nya telah habis, jdi gimana Solusi memerbaiki RUH Kuitansi dan RUH Transaksi Untuk Megembalikan Dana Penihilan Tersebut,,, Mohon Bantuan,,,

    • Saya belum pernah mengalami, jadi kurang tau langkah tepatnya seperti apa…

      Bayangan saya sih :
      1. Atas Kuitansi di bulan Februari 2016 yg salah pembebanan Akun …diajukan ralat SPM ke KPPN
      2. Mengenai Pagu MAK 6 Digit yg jadi tidak cukup karena di februari 2016 pernah salah pembebanan… menurut saya dilakukan Revisi POK saja di Aplikasi RKAKLDIPA,lalu ADK Revisinya di Upload ke Aplikasi SAS sehingga dananya jadi cukup lagi.

      Untuk informasi lebih lanjut coba di konsultasikan dengan KPPN, mungkin di KPPN bisa menemukan solusi yg lebih akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*