Surat Perintah Bayar (SPBy)

Saya mulai ditunjuk jadi bendahara lagi di Awal Tahun Anggaran 2013. Waktu itu sudah mulai berlaku PMK-190, didalamnya ada sesuatu yang dinamakan Surat Perintah Bayar (SPBy)

Pasal 51

(1) Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan pembayaran atas UP berdasarkan surat perintah bayar (SPBy) yang disetujui dan ditandatangani oleh PPK atas nama KPA.

 

Berarti sebelum Uang keluar dari Brankas, harus ada Surat Perintah Bayar yg ditandatangani PPK dulu. Berhubung ketika awal-awal saya jadi bendahara saya disibukkan dengan Aplikasi SPM yg bermasalah dan sebagainya dan sebagainya, saya sendiri baru menyadari hal ini sekitar 3 bulan kemudian. Jadi waktu itu saya langsung rapel cetak SPBy selama 3 bulan.

Di Aplikasi SPM ada menu untuk rekam SPBy, tapi pas saya lihat hasil cetakannya koq gak ada NIP bendahara & NIP PPK??? & hasil entry-an saya sepertinya terbuang sia-sia karena SPBy yg telah saya ketik tidak bisa saya copy ke Excel pembukuan saya. Akhirnya setelah itu saya memutuskan untuk membuat SPBy di Excel. Saya membuatnya dalam bentuk daftar…lalu menambahkan fungsi vlookup pada excel & menambah terbilang otomatis….akhirnya saya bisa copy paste ketikan pada Daftar SPBy Excel ke Pembukuan.

Beberapa hal tentang SPBy :

  • SPBy itu bukan tugas pokok bendahara, ini adalah Pekerjaan PPK / Staf Pengelola…tapi di kondisi lapangan yg sebenarnya para bendahara sudah taulah kondisinya kyak gimana 😀
  • Beberapa bendahara belum ngeuh tentang keharusan adanya SPBy…bahkan di tahun 2014 masih banyak yg belum ngeuh
  • Klo di Rapel kelamaan lumayan ngabisin kertas…saya aja yg rapel 3 bulan udah lumayan pegel ngetik & nge-print nya
  • Karena beberapa hal dari PMK 190  belum dilaksanakan satker, KPPN ditempat saya kembali mensosialisasikan PMK 190 th 2012 di awal tahun 2015
  • Saya terus memakai SPBy versi Excel karena lebih mempermudah & datanya bisa saya pakai untuk membuat pembukuan.

Contoh SPBy :

Contoh Surat Perintah Bayar (SPBy)


Update, buat yg minta SPBy excel (terbilang otomatis & vlookup), ini link download di google drive : https://drive.google.com/open?id=0Bye4UslT1aX4QVBrLVJLZENrajQ

10 Replies to “Surat Perintah Bayar (SPBy)”

  1. Mohon info donk ..saya bru jadi bendahara oengeluaran 18-01-2016..bru resmix seh walau sk awal januari..
    Saya masih bingung ne msalah spby
    .spby di buat berdasarkan nota /kwitansi yg telah d trima..nh yg ingin saya tanyakan apakah kwitansi yg notabene bayarx hnya 30.000 atw 50.000 harus d buat kan spby..atw bisa kh saya jadikan satu nota dengan output yg sama bru saya buatkan spby.mohon infox

    • SPBy dibuat sebelum uang keluar dari Brankas, Dasarnya PMK 190 tahun 2012 Pasal 51 : “Bendahara Pengeluaran/BPP melakukan pembayaran atas UP berdasarkan surat perintah bayar (SPBy) yang disetujui dan ditandatangani oleh PPK atas nama KPA.”

      Idealnya : SPBy dibuat dulu sama PPK dilampirin Kuitansi/nota…..setelah itu SPBy & Notanya di Uji sama bendahara….jika memenuhi persyaratan Bendahara ngeluarin uang dari Brankas….kalau tidak memenuhi persyaratan ditolak, jangan ngeluarin uang dari brankas.

      Selengkapnya di PMK 190 tahun 2012 : http://www.sjdih.kemenkeu.go.id/fullText/2012/190~PMK.05~2012Per.HTM

      • Jadi satu nota satu spby kah mas..??klo belanja perlengkapan kantor yg anggap lah kyk beli pulpen 2buah rp.5.000 trus lusa saya beli buku 3 buah rp 15.000Apakah bisa saya buat kan spby dgn total 20.000 dgn 2 nota..mohon infox

        • Klo yg saya tangkap SPBy itu dibuat per keluarnya uang dari Brankas,

          misalkan kepala kantor minta ganti uang bensin 2 Struk BBM sekaligus tanggal 24-02-2016 di sore hari, maka SPBy-nya dibuat 1 aja….

          Namun jika misalkan kepala kantor dipagi hari minta penggantian 1 Struk BBM …maka dipagi hari sebelum uang keluar dari brankas harus ada 1 SPBy….& Jika di Sore hari ternyata udah minta ganti 1 STruk BBM lagi (karena hari itu dia banyak kegiatan diluar kantor)…maka dibuatkan 1 SPBy lagi di sore hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*