RT (Rukun Tetangga)

Beberapa kali saya melihat Proses Pemilihan RT (Rukun Tetangga), sepertinya tidak ada seorangpun yang sebenarnya ingin terpilih menjadi RT. Coba bayangin…udah capek-capek kerja seharian dikantor , terus pas nyampe rumah bukannya bisa istirahat…malah ada kewajiban untuk mengerjakan beberapa hal yang berkaitan dengan Tugas RT.

Selain Bapak RT, kadang ada beberapa warga yang ditunjuk paksa jadi Sekretaris & Bendahara. Dizaman kyak gini koq masih ada pemaksaan seperti itu ya? 😀 *Penasaran…di negara-negara lain ada gak ya? jabatan semacam RT???

mmm…Klo di Film-film Amerika, ada yang namanya Sherif, dikasih Mobil & Senjata untuk keliling-keliling mengecek keamanan Warganya. Saya gak tau lingkup Sherif di Amerika itu setingkat Kepala Desa atau RW atau bagaimana.

Apa ide saya? setidaknya untuk lingkungan RT saya sendiri?…

  • Bayar Satpam di Cluster untuk menjalankan Tugas-tugas RT
  • Satpam di Cluster itu ada 3, cocok…satu jadi RT, satu Sekretaris & satu jadi Bendahara :D…kami warga Cluster tinggal bikin semacam Standard Operating Procedure (SOP)
  • Di Lingkungan Cluster sebenarnya ada beberapa Warga yang aktif menjaga keamanan Cluster, jadi bisa dibuat semacam Paguyuban. Lebih adil bagi warga jika diangkat jadi ketua Paguyuban daripada ketua RT… (pendapat saya aja sih)
  • Tiap bulan ada laporan keuangan di Blog ….dibuat di Blogspot atau WordPress aja, gak perlu sewa hosting sendiri
  • Di Blog juga terlampir syarat-syarat pindah KTP dsb.
  • Ada Group WhatsApp / Group BBM resmi …dengan demikian komunikasi antar tetangga tetap terjaga ditengah kesibukan masing-masing.

Untuk saat ini…baru beberapa poin diatas yang bisa saya tulis…

 

 

Comments are closed.