Jon Jandai : “Hidup itu mudah” (Life is easy)

Suatu hari saya menemukan sebuah video Youtube yg inspiratif :

Judulnya : Life is easy. Why do we make it so hard? Jon Jandai at TEDxDoiSuthep

Poin-poin yang saya tangkap dari video ini :

Jon Jandai lahir di suatu desa di Thailand, ketika dia masih kecil semuanya terasa menyenangkan dan mudah, namun ketika mulai ada Televisi & banyak orang berdatangan, mereka mengatakan bahwa Jon Jandai miskin (Poor), dia harus pergi ke Kota Besar (Bangkok) untuk meraih kesuksesan.

Lalu Jon Jandai pun pergi ke Bangkok untuk belajar & bekerja keras seperti yang dikatakan orang-orang.

Dia bekerja keras minimal 8 jam per hari sambil kuliah. Saat di Bangkok dia tinggal di ruangan yg kecil bersama banyak orang. Bekerja keras tapi hanya makan seadanya saja. Lalu terus menerus berlangsung rutinitas bekerja & kuliah yg membosankan 🙂 …dan Jon Jandai mulai ragu apakah yang dipelajarinya di kampus bermanfaat atau tidak???… Dia mulai  sering bertanya kepada dirinya sendiri….sudah bekerja keras, banting tulang, tapi kenapa hidupnya masih saja terasa sulit?…pasti ada yang salah !!!

Dia ingat waktu dia masih kecil, tidak ada yang bekerja 8 jam sehari….orang-orang di desa hanya bekerja 2 bulan dalam 1 tahun (1 bulan menanam padi & 1 bulan panen)…sisanya 10 bulan waktu bebas, itulah sebabnya kenapa di Thailand begitu banyak festival karena begitu banyak waktu luang yang mereka miliki, tiap hari senin ada festival 😀  *Namun karena punya banyak waktu luang, mereka jadi memiliki banyak waktu untuk bersama diri sendiri, ketika punya banyak waktu untuk diri sendiri maka mereka jadi lebih mengenal diri sendiri & mengetahui apa yang diinginkan dalam hidup.

Setelah 7 tahun di Bangkok akhirnya Jon Jandai memutuskan untuk berhenti kuliah & pulang.

Ketika sampai didesa, Jandai mulai hidup seperti yang dia ingat saat kecil :

Mulai bekerja 2 bulan dalam 1 tahun, dari hasil panen dia mendapat 4 ton beras, keluarga (yang berjumlah 6 orang) paling hanya menggunakan setengah ton…sisanya bisa dijual …mulai membuat kebun sayuran kecil yg hanya di urus 15 menit dalam 1 hari…hasil panennya juga surplus… bisa dijual di pasar…setelah mempraktekan  hal diatas Jon Jandai mulai merasa bahwa hidup itu sebenarnya mudah!!!! lalu kenapa dia berada di Bangkok selama 7 tahun?!!! bekerja keras tapi tidak pernah merasa cukup… tapi di desa dengan hanya menyisihkan 2 bulan dalam setahun & 15 menit perhari dia bisa memberi makan 6 orang sekaligus 😀

Mengenai Rumah, sebelumnya dia berpikir karena dia tidak tamat kuliah dia tidak akan pernah bisa punya rumah karena temannya yang lebih pintar, ranking 1 terus & punya pekerjaan yang bagus harus mengangsur 30 tahun supaya bisa mendapatkan rumah. Namun ternyata setelah dia belajar membuat rumah dia hanya perlu menyisihkan waktu 2 jam dalam sehari selama 3 bulan….setelah 3 bulan Jandai punya 1 rumah…gak harus nyicil 30 tahun kyak temannya. Dulu dia tidak pernah berpikir bahwa membuat rumah bisa semudah itu…setelah tahu bahwa membuat rumah itu mudah Jon Jandai terus membuat rumah setidaknya 1 rumah dalam 1 tahun. Masalahnya sekarang Jon Jandai bingung mau tidur di rumah yang mana…hehehe dia tidak punya banyak uang tapi punya banyak rumah 😀

Mengenai Pakaian, kenapa kita harus mengikuti Fashion?, karena jika kita terus mengikuti Fashion maka hal tersebut tidak akan pernah berakhir. Jadi jangan mengikuti fashion… tetaplah disini memakai apa yang kita punya, belilah sesuatu karena kebutuhan, bukan karena keinginan.

Mengenai Kesehatan, awalnya Jon Jandai merasa kuatir ketika sakit apa yang harus dia lakukan karena tidak punya uang?! …Namun ternyata sakit itu bukan hal yang buruk, sakit adalah peringatan / alarm bahwa kita telah melakukan sesuatu yang salah pada hidup kita. Introspeksi….dan mulai belajar beberapa metode pengobatan alami.

Jon Jandai mulai merasa hidupnya  lebih bebas, lebih ringan dan ketakutan berkurang…..sebelumnya dia tidak pernah merasa demikian. Ketika di Bangkok dia merasa hidup itu sangat gelap. Dia mulai berpikir bahwa mungkin saat ini ada banyak orang yang sedang merasakan kehidupan yang serba rumit & sulit. Untuk itu dia membuat suatu tempat yang bernama Pun Pun (http://www.punpunthailand.org/) dengan tujuan : menyimpan benih, karena benih adalah makanan & makanan adalah kehidupan …juga sebagai tempat belajar untuk membuat hidup menjadi lebih mudah karena kita selama ini diajari cara hidup yang rumit.

Kesimpulan dari Jon Jandai sampai saat ini adalah ada 4 hal dasar  :

  1. Makanan
  2. Rumah
  3. Pakaian
  4. Obat-obatan

seharusnya murah & gampang diperoleh oleh semua orang, itulah yg dinamakan peradaban…namun sayangnya ketika kita  melihat disekeliling kita…kenapa 4 hal tersebut terasa sangat sulit untuk didapat?? Padahal didunia ini banyak sekali lulusan universitas dan banyak sekali orang pintar.

Kita mempersulit kehidupan kita untuk siapa???

Jon Jandai mulai berhenti dari kehidupan yang serba sulit & serba rumit. Dia memilih jalan hidup yang mudah (menghasilkan makanan sendiri, membuat rumah sendiri, ga peduli Fashion & menyembuhkan diri sendiri) tapi orang-orang mulai melihat Jon Jandai sebagai orang aneh, orang gila….tapi dia tidak peduli, karena dia tidak bisa mengendalikan pikiran-pikiran diluar dirinya…yang bisa dilakukan-nya adalah memanage pikirannya sendiri.

Semua memiliki kebebasan untuk memilih :

  • Pilihan untuk hidup sulit, atau
  • Pilihan untuk hidup dengan mudah

Tergantung pada kita mau memilih cara hidup yang mana 😀

5 thoughts on “Jon Jandai : “Hidup itu mudah” (Life is easy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*