Tentang Undangan Nikahan

2 Bulan ini (Sep, Okt 14) saya banyak sekali menerima Undangan Nikahan, temen di FB juga banyak nerima Undangan ampe bingung mana yang harus didatengin karena mungkin lokasinya berlawanan arah semua 😀

Beberapa catatan saya tentang Undangan Nikahan :

  • Menyebar Undangan itu sudah menjadi Tradisi, jadi ketika kita tidak melakukannya, rasanya ada sesuatu yang  janggal;
  • Ada teman saya yang ingin menikah secara sederhana (hanya akad) calon istrinya juga ingin menikah secara sederhana, tapi Orang Tua pihak istri ingin Dirayakan……;
  • Berapa Banyak diantara kita yang datang ke Undangan karena Rasa Ga enak, sebenarnya kita capek dengan kegiatan di hari kerja namun tetap memaksakan diri datang ke Undangan Nikahan saat Weekend karena rasa Ga Enak sama pihak yang mengundang?
  • Ketika nama kita tidak diundang ke Acara Nikahan seseorang yang kita kenal, apa yang kita rasakan?………… Tersinggung?
  • Ada juga yang menjadikan Undangan Nikahan sebagai acara reunian 😀
  • Sebagian menjadikan Undangan Nikahan sebagai ajang berpetualang untuk mengetahui lokasi-lokasi baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya;
  • Sebagian acara nikahan tidak didukung oleh dana yang mencukupi untuk menyewa gedung, akhirnya menggunakan setengah jalan umum untuk dipasangi tenda <—– Saking mentradisinya acara menyebar undangan ini, beberapa orang lebih memilih untuk mengganggu ribuan pengguna jalan umum daripada dibilang aneh oleh ratusan/puluhan kenalan-kenalannya;
  • Sebagian menjadikan acara Nikahan sebagai ajang bisnis….Profit harus lebih tinggi dari modal……. ;
  • Amplop, dinamain ato enggak? ……… ;
  • Setelah acara selesai, ada juga yang ngetik daftar nama di amplop & berapa jumlah uang didalamnya, dengan alasan supaya nanti ketika diundang kita tidak memberikan lebih sedikit dari yang tamu berikan saat ini…. (darimana saya tau ada hal seperti ini? karena ada seseorang yang cerita 🙂  )
  • Beberapa orang memang sepertinya mendata antara nama yang diundang & nama-nama yang hadir;
  • Apakah setelah mengadakan pesta nikahan yg WAHHH, dijamin pernikahannya langgeng? …tidak juga….
  • Ada juga yang menulis seperti ini di undangannya : “Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih kepada segenap hadirin yang nanti akan hadir menyampaikan atau memberikan doa restu. Kami tidak menerima bingkisan kado ataupun semacamnya” ……Superr sekali
  • Bagi seorang introvert seperti saya tradisi-tradisi ini sungguh menguras energi…..bersosialisasi di 5 hari kerja saja sudah over dosis, weekend ada undangan nikah, undangan selametan ini itu, undangan kerja bakti, undangan untuk memeriahkan 17 agustus-an,  undangan bapak-bapak lingkungan komplek untuk ngumpul..dsb dsb. Kami para Introvert lebih butuh banyak waktu untuk sendirian…..beda dengan ekstrovert yang memang butuh kegiatan sosialisasi yang banyak.

Jadi, ketika temen saya di FB bingung mau menghadiri Undangan Nikah yang mana, saya santai aja…orang saya ga bakalan datang koq hahaha 😀 ….Weekend itu jadwal untuk saya istirahat & nulis buku.

Bagaimana klo temen-temen saya ga mau menghadiri undangan nikah saya sebagai pembalasan karena saya tidak menghadiri undangan nikahan mereka?

Hah?? saya sudah menikah & dulu hanya pernikahan sederhana saja (ga ngundang siapapun)….Akad & merubah status di FB dari Single jadi Married 😀

Bagaimana klo saya dibilang orang aneh? yang lain pada memaksakan diri untuk menghadiri suatu undangan sedangkan saya tidak?

Biarin 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*