(10/10) Akad KPR BSM (finally)

Kemarin sudah selesai Akad (Selasa, 17 september 2013), prosesnya dimulai dari Januari 2013 🙂  (ngumpulin brosur rumah, brosur apartemen, booking fee, konsultasi ke BTN, BSM, BRI, Bank DKI, Booking Fee Hangus, ketemu perantara yang Aneh, Surat Penolakan, Appraisal, Proses Jual Beli Rumah sebelumnya, pasang iklan di tokobagus.com, hampir tertipu oleh calon pembeli, Nanya-nanya Notaris dan sebagainya dan sebagainya) akhirnya kemarin bisa akad dengan BSM Cimone 😀

  • Jenis Pembiayaan : Qardh Wal Murabahah
  • Tujuan Pembiayaan : Take Over dan Jual Beli Rumah Second

Proses Akad itu :

  • Saya menghubungi Pihak BSM & Pihak Penjual….lalu ditetapkanlah Akad pada Hari Selasa 17 September 2013, pkl 08:00 di BSM Cimone Lt. 3
  • Singkat Cerita : Saya, Istri saya, Pihak Penjual, Notaris, Staff Notaris & Pegawai BSM berkumpul di suatu ruangan.
  • Lumayan Banyak yang harus di paraf & Di tanda tangan
  • Notarisnya membacakan beberapa hal
  • Selesai, Notaris & Staffnya pulang duluan
  • Saya, Istri & Pihak Penjual di Foto bersama oleh pihak BSM
  • Lalu saya & istri dipersilahkan untuk pulang lebih dulu karena urusannya sudah selesai
  • Karena tujuan pembiayaannya : Take Over dan Jual Beli Rumah Second, maka proses selanjutnya adalah Pihak Penjual & Pihak BSM pergi ke BTN Jakarta Harmoni untuk pelunasan & Pengambilan Sertifikat.
  • 5 atau 6 bulan kemudian, katanya saya bisa dapet copy sertifikat yang sudah atas nama saya.
  • dan saya mulai memiliki kewajiban mengangsur (Auto Debet) ke Bank Syariah Mandiri selama 180 bulan / 15 Tahun

Dokumen yang saya dapatkan setelah Akad kemarin :

  • 1 lembar : Jumlah Perkiraan Biaya Nasabah pembiayaan BSM (sudah ada ttd notaris)
  • 1 lembar Surat, Perihal : LARANGAN MEMBERIKAN HADIAH/IMBALAN/BINGKISAN DALAM BENTUK APAPUN TERKAIT PEMBERIAN FASILITAS PEMBIAYAAN DI BSM
  • 5 lembar ‘AKAD QARDH’ berisi pasal-pasal
  • 4 Lembar, Perihal : Surat Penegasan Persetujuan Pembiayaan
  • 6 Lembar ‘SURAT SANGGUP’ berisi semacam jadwal pembayaran + Nominal-nya….disini tertulis bahwa Auto-Debet terakhir adalah 17 September 2028
  • 1 Lembar Fotocopyan yang berisi Contact Person BSM CFBC Tangerang (Nama, e-mail, kantor, ext)

12 thoughts on “(10/10) Akad KPR BSM (finally)

  1. Mohon bantuannya pak riva.
    Saya membeli rumah second over kredit seharga 90jt. Dan skrg pembayaran baru 50% ke pihak ke1. Sisa pokok kredit di bank sekitar 200jt. Dan saya sudah membuat perjanjian jual beli seharga 90jt di atas materai. Sekarang pihak ke1 memiliki keinginan untuk take over kredit. Saya disuruh mencari bank dan mengajukan take over kredit 400jt untuk rumah tersebut. Dengan catatan 200jt untuk melunasi sisa pokok kredit. Dan sisanya 200jt untuk pihak1, dan dia akan mengembalikan uang saya yg telah dibayarkan ke pihak1. Saya berfikir saya membeli rumah tersebut menjadi 400jt. Saya pun keberatan. Mohon penjelasannya mengenai proses take over kredit. Apakah dari sisa pokok di bank atau dari harga jual rumah?
    Terimakasih sebelumnya pak riva..

    • Jawaban yang saya tulis dibawah berdasarkan hasil tanya-tanya ke Bank waktu tahun 2013…katanya ada beberapa peraturan berubah mengenai Take Over Kredit, jadi untuk info yang lebih update Pak Umar sebaiknya menghubungi Pihak Bank langsung….

      Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai Take Over Kredit, sebut saja Pak Umar memiliki Uang Cash untuk membeli rumah tersebut. Perjanjian awal sebelum Pihak 1 berubah Pikiran adalah Pihak1 menerima Uang sebesar 90jt lalu selain itu biaya lain-lainnya ditanggung oleh Pak Umar. Prosesnya :
      1. Pak Umar Bayar ke Pihak1 sebesar Rp. 90jt
      2. Pak Umar bayar sisa Hutang Pihak1 di Bank sebesar Rp. 200jt
      3. Setelah itu Pihak1 mengambil sertifikat dan dokumen lainnya di Bank (Karena nama Nasabah yang tercantum di Bank adalah Pihak1… jadi yang berhak mengambil sertifikat di Bank hanya Pihak1)
      4. Lalu Pak Umar & Pihak1 sama-sama ke Notaris untuk membuat Akta Jual Beli (Bayar Biaya Notaris, Pajak Penjualan, Pajak Pembelian dsb sebut saja Rp. 30jt)
      5. Akta Jual Beli Selesai, Proses Balik Nama Sertifikat beberapa bulan kemudian selesai.

      Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa uang yang harus Pak Umar keluarkan secara Cash untuk proses sampai Balik Nama Sertifikat adalah Rp. 90jt + 200jt + 30jt = Rp. 320jt
      ————————
      Jika Pak Umar belum ada uang Cash Rp. 320jt berarti Pak Umar hanya membayar Cash sebesar Rp. 90jt lalu sisanya dibayarkan oleh KPR dari Bank (230jt)

      Berarti Nanti di Formulir Permohonan KPR di Bank sebut saja Harga Jual Rumah 320jt, lalu Pak Umar sudah membayar DP Rp. 90jt berarti permohonan Dana yang diajukan adalah sebesar Rp. 230jt. (Pak Umar harus nanya-nanya ke Pihak Bank tentang apakah DP 90jt sudah memenuhi syarat minimum DP di Bank tersebut atau belum)
      ——————
      Mengenai Harga Jual rumah yang tiba-tiba menjadi 400jt…saya tidak tau kenapa Pihak1 tiba-tiba berubah pikiran seperti itu, tapi pada dasarnya Status Rumah memang masih atas nama Pihak1 & yang berhak mengambil sertifikat nantinya hanya Pihak1.

      Lebih baik pak Umar menyempatkan waktu untuk nanya langsung ke Bank & membicarakan dengan Pihak 1 tentang nantinya siapa yang akan menanggung Biaya Notaris, Pajak Penjualan & Pajak Pembelian.
      ——————
      Kira-kira seperti itu jawaban yang dapat saya tulis 🙂 Apabila ada yang kurang jelas silahkan Reply lagi

  2. Malem…
    Maaf ganggu…
    Mau tanya deh kak.
    Kan saya beli rumah baru,
    Udah akad kredit,
    Tapi belum di kasih kunci rumahnya.
    Nah pertanyaan saya,
    Apa akad kredit itu sudah di ACC dengan pihak bank?
    Dan kan saya abis akad kredit(yang belum di kasih kuncinya itu),
    Saya ambil kreditan motor,
    Itu ngaruh gak sih ke dalam Bank nya?
    Saya pake KPR bank BTN.
    Mohon bantuan nya untuk membalas pertanyaan saya
    Terima kasih

    • Kalau sudah Akad seharusnya sudah di ACC Pihak Bank…& Ngambil kredit motor setelah Akad menurut pendapat saya gak ngaruh…karena proses penilaian kondisi finansial Mba Utami harusnya udah selesai sebelum terbit SP3K 🙂

  3. Pak riva saya mau tanya BSM itu apa ya pak?
    Pak bulan ini saya mau beli rumah over kredit dgn pembayaran lunas tp rumahnya subsidi pemerintah dan di ketentuan perumahan subsidi pemerintah “kredit tidak boleh di lunasi sebelum 5tahun” . Masalahnya pihak penjual rumah baru mencicil bayarnya 1tahun.
    Bagaimana pak solusi nya?
    Mohon sarannya pak terima kasih

    • BSM (Bank Syariah Mandiri)

      & Iya, sepengetahuan saya memang Rumah Subsidi tidak boleh dijual ke Pihak lain sebelum 5 tahun.

      Kalau saya ada di posisi mba Rara, saya akan batalkan dulu rencana mengambil alih Rumah Subsidi yg baru 1 tahun tersebut dan mencari rumah yg lain….

      namun jika satu-satunya pilihan adalah rumah subsidi yg baru 1 tahun tersebut paling yg akan saya lakukan adalah : Memastikan ulang bahwa pihak penjualnya bisa di percaya, jadi 4 tahun kemudian masih bisa dihubungi untuk bikin Akta Jual Beli di Notaris, Ngurus Pajak Penjualan (perlu NPWP Penjual), Pajak Pembelian, Balik Nama Sertifikat dsb

      kalau penjualnya tidak bisa di percaya maka 4 tahun kemudian kita akan kesulitan untuk balik nama rumah tersebut

  4. Siang mas….

    Sy udh beli rmh dgn Cara KPR melalui bank mandiri selama 15 thn..dan skrng sudah berjalan 5 thn,saat ini lagi mengalamai musibah dan ingin sekali menjual rmh sy dgn cara take over…gmn cara terbaik apa yg harus sy lakukan….

    Syarat2 apa yg harus sy penuhi dan biaya2 apa saja yg harus sy siapkan
    Terima kasih utk jawabanya..semoga rejekinya bertambah..amiiin

  5. Selamat bekerja mas…
    saya membeli rumah subsidi kpr btn syariah sekitar agustus 2015, saya sdh membayar kredit kpr trsbt selama 1 thn lebih…saat ini saya ingin membuat dapur ditanah yg tersisa…pondasi nya sdh selesai tetapi blm ada dana untuk meneruskan…mnrt pertimbangan mas sy hrs bagaimana? Apakah take over jg bisa? Atau bisa saya usul tambah kredit di btn syariah tersebut? Terima kasih…

    • Ada yg namanya KPR Refinancing, ini semacam usul tambah kredit di Bank tempat kita mengambil KPR.

      Tapi saya sendiri belum pernah coba KPR Refinancing ini…jadi belum bisa menjelaskan lebih jauh, paling saya pernah mendapat penjelasan dari Staf Bank Syariah Mandiri kalau hal tersebut bisa saja dilakukan di Bank Syariah Mandiri.

      Untuk BTN syariah saya kurang tau, harus coba ditanyakan ke Pihak BTN Syariahnya apakah di BTN Syariah bisa KPR Refinancing atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*