Antara Pelayanan atau Penerimaan

Menyambung dari posting sebelumnya, ini beberapa hal yang saya ketahui tentang Pelayanan atau Penerimaan.

  • Penerimaan itu Tolak Ukurnya jelas terdiri dari angka-angka yang dapat diukur sehingga untuk memberikan Reward-pun Gampang. Sedangkan Pelayanan? apa tolak ukurnya??? Sulit menilai tingkat kepuasan masing-masing orang …..
  • Namun jika suatu organisasi mulai menomer satukan penerimaan & menomer dua kan pelayanan, sepertinya inilah yang membuat kehidupan mulai menjelma seperti bayang-bayang neraka.
  • Pelayanan itu memang sulit diukur tapi ketika kita tidak memprioritaskan pelayanan maka akan ada lebih banyak lagi konsumen yang KECEWA.
  • Aneh, ketika suatu Kantor yg jelas-jelas tertera Tulisan Kantor Pelayanan, tetapi pimpinannya lebih bertindak seolah-olah kantor tersebut adalah Kantor Penerimaan, Karena dia hanya akan di reward ketika penerimaan mencapai target. Ketika memprioritaskan pelayanan , tidak ada reward sama sekali.
  • Ada juga Pimpinan yang  langsung ngambil Jalan Pintas….tujuan dari Pelayanan itu kan supaya penerimaan kita mencapai target, jadi kita skip aja bagian pelayanannya….langsung kita prioritaskan untuk optimalisasi penerimaan. *bagaimanapun caranya!!!!!!!, termasuk memindahkan staff pada bagian pelayanan ke bagian optimalisasi penerimaan, bahkan memberikan beban lebih kepada staff pelayanan agar ikut juga dalam optimalisasi penerimaan.
  • Sepertinya ini terjadi pada berbagai organisasi. Konflik antara Pelayanan atau Penerimaan.
  • Saya sangat menghargai ketika ada pimpinan (di organisasi manapun) yang memprioritaskan Pelayanan, & jika penerimaan tidak mencapai target…dia bertanggung jawab sendiri. mengorbankan diri sendiri untuk melindungi para Staff. karena para Staff memang di perintahkan untuk memprioritaskan Pelayanan. Menurut saya itulah Pemimpin yang sebenarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*