Ciri-ciri Bengkel Motor yang baik

Saya selalu rutin service motor di bengkel resmi, menggunakan bengkel tidak resmi hanya saat motor saya jatuh (saat memakai motor dari Tangerang ke Sukabumi, jatuh menabrak 2 lubang sekaligus)

Yang saya tidak suka dari Bengkel tidak resmi adalah mereka mempreteli beberapa sparepart saya. padahal waktu itu saya habis kecelakaan! (jadinya sudah jatuh tertimpa tangga)….mungkin tidak semua begkel tidak resmi melakukan ini tapi….cukup 1 x pengalaman saya ke bengkel tidak resmi sudah membuat saya kapok, saya baru sadar kalau ada beberapa sparepart yg dipreteli setelah saya mengecek kondisi motor saya ke bengkel resmi.

Jadi, jelas salah satu ciri bengkel yang baik adalah tidak mempreteli sparepart konsumennya…ini sangat jelas 😀

Ciri2 bengkel yg baik yg lain , yg sudah ada (Saya sudah melihat ciri ini dipraktekan di suatu bengkel resmi):

  • menyiapkan ruang tunggu yang memperlihatkan montir-montir yg sedang bekerja, hal ini membuat konsumen dapat mengawasi pekerjaan para montir
  • menyiapkan ruang tunggu yang kedap suara, karena kalau motor saya sedang diservice biasanya bising
  • Memasang tulisan : TERIMA KASIH ANDA TIDAK MEMBERIKAN UANG TIP PADA KAMI, saya merasa lebih nyaman untuk service motor ditempat seperti ini. Terasa pelayanan yang diberikan lebih profesional. …………………………dilain pihak, Ketika saya melihat dibengkel resmi yang justru menyediakan Kotak Tip, saya merasa pelayanannya tidak akan prima untuk semua motor, takutnya suatu motor diperlakukan lebih detail karena melihat yang punya motor sering memberi uang Tips, sedangkan takutnya yang tidak pernah memberi uang Tips motornya akan diperlakukan asal-asalan. Perasaan itu muncul di benak Konsumen & ini membuat pelayanan yang diberikan bengkel tidak maksimal
  • Menyediakan Bahan Bacaan di ruang tunggu
  • Memasang Info-info penting yang mudah terlihat dari ruang tunggu
  • Lebih baik lagi jika menyediakan Kopi, Dispenser & banyak gelas bersih. atau setidaknya Aqua Gelas 😀
  • Ketika Montir selesai service motor alangkah lebih baik jika stang motor konsumen tidak bau Oli….& ini sebenarnya bisa dilakukan…namun seingat saya ada  bengkel resmi yang membuat kotor tangan konsumen karena stangnya tidak di lap.

Yang belum ada, (atau sebenarnya sudah ada namun saya belum tau)

  • Suatu Bengkel membuat Semacam Nomor Antrian, sehingga Konsumen bisa tau dia ada di antrian keberapa & di Nomor antrian tersebut tertulis estimasi waktu.
  • Saat Konsumen menyerahkan Kunci kepada frontliner bengkel, alangkah lebih baiknya ditanya Apakah ditunggu atau motornya ditinggal dulu. Jika ditinggal harap menuliskan Nomor HP sehingga ketika Montir ingin mengkonfirmasi apakah suatu sparepart ingin diganti…nanti bisa langsung di sms.
  • setau saya selama ini bengkel hanya memberikan 1 opsi cara pembayaran…hanya Cash…..di bengkel tidak ada alat untuk gesek Kartu Kredit atau kartu Debet 😀 , mungkin suatu saat nanti akan ada bengkel yg menyediakan. Bahkan mungkin ada bengkel yg menyediakan pembayaran via Paypal / google walet 😀
  • Akan lebih bagus jika bengkel memiliki website resmi, lebih sempurna lagi jika ada cctv yang bisa diakses secara online sehingga sebelum konsumen datang untuk service  dia bisa mengecek dulu antrian service nya panjang atau tidak. Jika sudah banyak yg mengantri maka servicenya besok saja…terinspirasi dari salah satu Customer Service Bank Mandiri yang memasang foto antrian nasabah di akun facebooknya, membuat saya berterimakasih sehingga hari itu saya tidak jadi ke Bank Mandiri karena Antriannya sangat panjang.
  • Lebih bagus lagi jika ada bengkel resmi yang buka 24 Jam, sehingga saya bisa service motor setelah jam kerja. Selama ini saya mengorbankan waktu liburan untuk menyempatkan diri service motor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*