(9/10) Jumlah Perkiraan Biaya Nasabah Pembiayaan BSM

Akhirnya, saya mendapatkan e-mail dari petugas BSM tentang Plafon Pembiayaan yang disetujui (terkait Take Over KPR dari BTN ke BSM)

  • Pengajuan saya : Rp. 142.347.200,- (Sisa Pokok hutang di BTN)
  • Yang disetujui : Rp. 134.500.000,- (Jangka Waktu 15 tahun)

 


Berarti saya harus mengeluarkan dana sendiri sekitar Rp. 7.847.200

Biaya-biaya lain :

  • Administrasi : ย 1.345.000

————————

  • Biaya Akad : 250.000
  • Cek Sertifikat 2x : 300.000
  • Cek Intip : 75.000
  • SKMHT : 250.000
  • APHT dan pendaftaran + PNBP : 1.300.000
  • PPJB : 300.000
  • AJB + BN + ZNT : 1.800.000

—————

  • 1x Cadangan angsuran dan diblokir : 1.800.774

————————-

  • Biaya Asuransi Jiwa Saya : 900.000
  • Biaya Asuransi Jiwa Istri : 500.000
  • Biaya Asuransi Kebakaran (Lb 40 m2) : 1.000.000

—————————

  • Pajak Pembeli : 4.315.000 (Transfer ke Notaris)
  • Pajak penjual : 7.315.000 (Transfer ke Notaris)
  • Validasi : 200.000 (Transfer ke Notaris)

Dokumen yang harus diserahkan :

  1. Copy bukti pelunasan DP
  2. Copy bukti transfer Pajak Jual Beli ke Notaris
  3. Pengisian form Asuransi

Dokumen yang harus dibawa saat penandatanganan Akad :

  1. Nasabah dan Penjual hadir saat akad bersama pasangan
  2. Nasabah : Asli KTP (Suami-istri), Asli Kartu Keluarga, Asli Nikah, Asli NPWP Pribadi
  3. Penjual : Asli KTP, Asli Kartu Keluarga, Asli NPWP Pribadi, Buku Tabungan BTN untuk Take Over
  4. Buku Tabungan Bank Syariah Mandiri atas nama Nasabah dan biaya sudah tersedia di rekening tabungan
  5. Materai @ 6.000 sebanyak 12 Lembar
  6. Asli Bukti Pelunasan DP & Asli Transfer Pajak

Untuk selanjutnya (Jika Sudah Akad)

  • Angsuran Perbulan untuk tahun 1 – 2 : Rp. 1.364.188
  • Angsuran Perbulan untuk tahun 3 – 5 : Rp. 1.666.563
  • Angsuran Perbulan untuk tahun 6 – 15 : Rp. 1.800.774

10 Catatan mengurus โ€œOver-Kreditโ€ Rumah :

  1. Opsi OVER KREDIT
  2. New Home
  3. Hasil Nanya Langsung ke BTN mengenai Proses Over Kredit
  4. Poin poin ketika ke Bagian KPR BTN Harmoni & BRI Tang City
  5. Beda Formulir KPR BTN, BRI & BSM
  6. Pengetahuan Baru tentang KPR, Hari ini
  7. Menunggu Keputusan Permohonan Take Over (KPR) dari : BTN Jakarta Harmoni & BSM Cimone Tangerang
  8. Survey dari BSM (terkait KPR)
  9. Jumlah Perkiraan Biaya Nasabah Pembiayaan BSM
  10. Akad KPR BSM (finally) ๐Ÿ˜€

28 thoughts on “(9/10) Jumlah Perkiraan Biaya Nasabah Pembiayaan BSM

  1. Aslm Mas Riva, saya seorang mahasiswi yg lg nulis skripsi ttg over credit di btn. Ketika saya penelitian, pihak btn telah menguraikan panjang lebar ttg proses pengajuan kredit baru, tp enggan memberikan rincian biaya spt diatas. Kira2 utk proses adm di btn brp ya mas biayanya?

    • Kalau di BTN saya kurang tau *kemaren proses permohonan di BTN saya cancel & jadinya memakai BSM ๐Ÿ™‚

      Mungkin bisa ditanyakan ke saudaranya yg pernah berhubungan dengan KPR BTN, soalnya kertas-kertas Rincian Biaya seperti itu biasanya disimpan di Rumah masing-masing & jarang ada yg mengumumkan di Blog.

  2. Assalamu’alaikum mas riva sya silvya mahasiswi yng sedang melakukan penelitian tentang pengawasan pembiayaan bsm. Boleh saya bertanya mas? Sejauh mas melakukan pembiayaan kpr d bsm bagaimana pengawasan bsm? Apa setiap bulannya ada marketing yg mengunjungi mas? Terima kasih apabila mas berkenan menjawab pertanyaan saya.

    • Pembayaran KPR saya Setiap Bulan Via Auto Debet rekening BSM & Selama ini Auto Debet saya lancar…Jadi belum dapat teguran dari BSM…*semoga seterusnya lancar ๐Ÿ™‚

      Setau saya klo di Bank Lain yang di telponin sama Pihak Bank itu yang Angsurannya telat, atau yang sistem pembayarannya Auto Debet tapi Dana di Rekening tidak mencukupi.

  3. Oh seperti itu. Terima kasih mas atas jawaban nya sangat membantu. Kalau boleh saya tahu apa alasan mas memilih KPR BSM ?
    Sekali lagi terima kasih mas. Dan semoga selalu lancar dan segera berpindah kepemilikan ๐Ÿ™‚

    • Kenapa memilih BSM :
      1. Karena Angsuran per-bulannya tidak akan naik dengan tiba-tiba
      2. Karena Developernya kerjasama dengan BSM
      3. Karena BSM jaraknya deket dengan rumah saya
      4. Karena Syariah

  4. Maaf mas,sy sdh baca2 jg komentar dr pengunjung, misal yg ini “mengurus take over KPR, alangkah terkejutnya saya mendengar penjelasan dari BANK kalo biaya Notaris antara 10 โ€“ 20 juta belum termasuk biaya adm BANK dll”

    Pertanyaan saya, Biaya yg di artikel itu belum termasuk biaya Notaris yg kata pengunjung blog ini ,,biayanya mencapai 10-20 jt itu? Trm ksh … ( sy sndiri pengin memiliki rumah dg take over ๐Ÿ˜‰ )

    • Jumlah biaya yang saya tulis diartikel diatas sudah termasuk biaya Notaris Mas Wahyu….

      10 – 20jt tentunya hanya angka gambaran aja, untuk lebih detailnya bisa dikonsultasikan langsung ke Bank & ke Notaris, karena Nilai Jual Rumah itu beda-beda….(Yg mana berpengaruh pada Besaran Pajak Penjualan & Pajak Pembelian-nya)

      Semoga proses Take Over Mas Wahyu Lancar ๐Ÿ™‚

  5. Mas riva,, saya mau membeli rumah over kredit 65jt,,, dg sisa hutang sekitar 50jt
    Kira2 berapa y biaya proses over kreditnya,,,,

    • Biaya Over Kredit Secara resmi = 65jt + 50jt + Biaya pembuatan Akta Jual Beli (2,5jt-an) + Pajak Penjualan & Pajak Pembelian (mungkin sekitar 8jt-an)

      Kalau secara tidak resmi cukup 65jt + biaya bikin akta pengikatan jual beli sekitar 2,5jt ….terus selanjutnya Mba Dhea nyicil hutang KPR yg 50jt tersebut dengan memakai nama Pihak Penjual….lalu ujung ujungnya beberapa tahun kemudian (setelah yg 50jt lunas) tetap harus ngurus Akta Jual Beli, Pajak Penjualan & Pajak Pembelian. Semua prosesnya tetap melibatkan pihak penjual (Untuk mengambil sertifikat di Bank setelah cicilan lunas & untuk tanda tangan akta jual beli)

  6. MAAF mas riva, klo take over contoh dari BTN – ke BSM infonya pihak penjual harus melunasi terlebih dahulu sisa kredit di bank asal (BTN) ya, baru kemudian pihak bank (BSM) dapat mencairkan kredit KPRnya.

    • Artikel saya diatas ditulis Bulan Agustus 2013…denger-denger sih beberapa bulan kemudian ada aturan baru dari Bank Indonesia yg mewajibkan sisa kredit di Bank Asal harus dilunasi dulu…

      Mas Erwin Udah nanya langsung ke Bank?

  7. Klo Take Over rumah sendiri saya belum pernah praktek Pak…jadi saya kurang tau

    Asumsi saya sih :
    1. harus nanya dulu ke BTN, berapa nilai rupiah yg harus dikeluarkan untuk melunasi KPR yg di BTN (Print rekening koran KPR nya)
    2. Harus memastikan dulu klo sertifikat & IMB nya udah ada di BTN
    3. Mengajukan permohonan Take Over ke BSM….Aprraisal dsb
    4. Klo disetujui berarti nanti Akad KPR sama BSM
    5. terus Ada pegawai BSM yg mendampingi Pak Baran Jaelani untuk ngambil sertifikat, IMB & dokumen lainnya di BTN
    6. Selanjutnya Sertifikat, IMB dsb di simpan di BSM & Pak Baran mulai bayar angsuran KPR ke BSM

  8. Mas saya ingin nanya
    Kpr yng disetujuikan bank kan turun nominalnya
    Trus untuk kekuurangannya rp 7.847.200 itu dibayar langsung ke bank kah?

    • Klo pengalaman saya dulu (Over Kredit resmi) uang yg 7.847.200 itu dimasukkan ke rekening tabungan BSM saya dulu.

      Terus nantinya Dana pencairan KPR-over kredit mampir sebentar ke tabungan saya, terus keluar lagi bersama dana yg 7.847.200 menuju rekening BTN pihak penjual rumah untuk melunasi hutang yg di BTN.

  9. Mas mau tnya saya mau over kridit rmh dngn harga 60jt nah pihak pembeli pengen smua data nya yg ada d bank atas nm pihak pembeli..kira kira hbis berapa ya mas ngurusin itu semua k bank btn

  10. Siang mas,
    Mau tanya, kalo rumah seharga 300jt sudah terbayar 100jt, apakah 100jt itu di bayar di awal?
    Kalo tidak, apakah ada biaya DP seperti beli rumah baru?

    • Maksudnya ada rumah dijual dengan harga 300jt…terus Pak Ikhsan udah membayar 100jt ke Pihak Penjual?

      Yg 100jt itu dianggap DP, jadi kalau mau di KPR-kan kita tinggal memohon Pinjaman KPR Rp. 200jt (& Harus disiapkan juga biaya lain-lain seperti biaya notaris, pajak pembelian dsb)…

      Kalau mau di KPR-kan pihak Bank pastinya minta bukti Kuitansi DP.

      • Bukan.
        Maksud saya, rumah tersebut sudah di cicil sama pemiliknya 100jt. Berarti cicilan pemilik sebelumnya sisa 200jt kan. Jd, statusnya rumah tersebut masih masa cicilan. Bgmna?

        • Biasanya kalau status rumah dalam masa cicilan pihak penjual minta biaya Take Over… & Mengenai Sisa Cicilan harus ditanyakan ke Bank Langsung…

          Jika Pihak Penjual misalkan minta biaya Take Over 150jt & Jika setelah ditanyakan ke Bank sisa pokok KPR yg harus dilunasi misalkan 230jt …maka dana yg harus kita punya untuk membeli rumah tersebut minimal 150jt + 230jt = 380jt

          Jika kita belum punya Uang Cash 380jt…maka kita membayarkan Uang Cash yg kita punya sebagai DP ke Pihak Penjual…sisanya kita mohon KPR ke Bank untuk membayarkan sisa pelunasan Biaya Take Over (yg 150jt dikurangi Uang Cash yg sudah kita serahkan ke Pihak Penjual) & pelunasan sisa cicilan pihak penjual di Bank (yg 230jt).

  11. mas riva, mw tanya. klo jual rmh over kredit apakah dikenakan biaya PPN ? saya lihat hanya pajak pembelian dan penjualan saja. untuk pajak penjualan dikenakan berapa %dr harga rmh ya?

    • PPN 10% hanya bisa dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP), biasanya yg kena PPN itu kalau beli rumah baru dari suatu PT…jadi kalau over kredit dari perorangan yg bukan PKP gak kena biaya PPN.

      Untuk Pajak Penjualan dulu saat saya mengurus take over rumah tahun 2013 = 5%, mulai tahun 2016 sepengetahuan saya sudah berubah jadi 2,5%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*