Pertimbangan memilih Calon Suami atau Istri (jika dihubungkan dengan Mudik)

Jauh hari sebelum saya menikah, Nenek saya berpesan agar mencari istri yang dekat-dekat saja (daerah sukabumi juga).

setelah saya menikah, saya mulai memahami apa yang dimaksud nenek saya tersebut. Salah satunya adalah Supaya ketika kita mudik, kita bisa 1 arah, tidak harus membagi waktu, Misal Tahun ini ke Sukabumi, tahun selanjutnya ke Lampung.

Kalau ada pintu kemana saja doraemon sie kita bisa lebaran di dua tempat sekaligus 😀

Meskipun sepertinya jarang ada pasangan yang menikah sambil mempertimbangkan faktor MUDIK, saya pun menikah sama sekali tidak mempertimbangkan faktor Mudik, saya baru sadar belakangan dengan ucapan Nenek saya diatas 🙂

Pilihan-pilihan untuk yang menikah beda daerah :

  • Tahun ini lebaran di keluarga Istri, Tahun depan di Keluarga Suami, selang-seling dst
  • Bisa juga selama liburan lebaran berpisah dulu, hehehe Istri pulang ke Keluarga Istri, Suami pulang ke Keluarga suami…meski pembagian seperti ini terasa aneh & jarang ada yang mempraktekan.
  • Jika libur lebaran 1 Minggu, 3,5 hari di keluarga Istri…3,5 hari dikeluarga suami.
  • Bisa juga Tiap Lebaran pulang ke Keluarga Istri, lalu di sisa liburan…Suami pulang sendiri ke Keluarga Suami.
  • Tidak usah mudik, pulang di hari hari biasa saja mengambil Cuti Tahunan Biasa. Ini pilihan yg sulit, karena ketika saya mencoba tidak mudik, yang akan terjadi adalah seperti yang saya tulis bi Blog Post ini: http://blog.rivaekaputra.com/2013/07/28/jika-tidak-mudik-apa-yang-akan-terjadi/

Ada kemungkinan Suami-Istri yg hobby berantem menjadikan Topik Mudik sebagai salah satu Topik berantemnya setiap 1 tahun sekali. Ada juga salah satu Pihak yg harus mengalah setiap tahun, padahal dia ingin pulang ke keluarganya…Semoga Hal-hal seperti ini tidak terjadi.

 

 

 

Tinggalkan Balasan