(3/10) Hasil Nanya Langsung ke BTN mengenai Proses Over Kredit

Jumat, 12 Juli 2013 saya pergi ke BTN Cabang Tangerang  untuk bertanya langsung mengenai Proses Over Kredit. Tadi saya membawa semua dokumen-dokumen yg saya peroleh dari Notaris & Pihak Pertama (SP3K Asli, Akta PJB, Akta Surat Kuasa, Buku Tabungan BTN Batara & ATM Pihak Pertama, Semua Kuitansi + Bukti Transfer ke Pihak Pertama dsb)

keterangan Pertama saya peroleh dari Satpam BTN, katanya ada 2 Cara dalam Proses Over Kredit :

  1. Cara yang lumayan Ribet & prosesnya panjang, (mengajukan permohonan KPR Baru dsb)
  2. Cara yang simple adalah melalui Notaris, *berhubung saya sudah memegang Akta Pengikatan Jual Beli dari Notaris, bapak Satpam tersebut mempersilahkan saya ke Customer Service agar Auto Debet tiap bulan bisa langsung dari Rekening BTN saya sebagai Pihak ke dua (atas dasar Akta Notaris).

Namun karena yang saya menginginkan penjelasan atas proses yang katanya lumayan panjang, saya menemui petugas resmi di Lantai Atas untuk menanyakan mengenai Proses tersebut.

Keterangan dari Petugas BTN

diawal percakapan, kembali saya mendapat penjelasan bahwa ada 2 cara dalam proses over kredit :

  1. Secara Resmi (Pihak ke-2 mengajukan permohonan KPR baru)
  2. Dibawah Tangan (hanya berbekal Akta Notaris)

1. PROSES SECARA RESMI

Saya sebagai Pihak ke-2 harus mengajukan permohonan KPR Baru, dengan catatan nantinya Pihak BTN hanya akan menyetujui Nilai yang paling rendah antara :

  • 80% dari biaya Over Kredit
  • Penilaian dari Pihak ke-3 (Appraisal), tentang Nilai Rumah yang di Over Kredit

jadi misalkan Biaya Over Kredit saya Rp. 175.000.000,- maka 80% dari nilai tersebut adalah Rp. 140.000.000,-

Misalkan Hasil Penilaian dari Pihak ke-3 (Appraisal) Nilai Rumah tersebut adalah Rp. 200.000.000,-

maka Nilai Maksimal yang akan Disetujui BTN di SP3K adalah Rp. 140.000.000,- (karena yang dicari adalah Nilai yang terendah)

Petugas BTN juga menerangkan bahwa proses Over Kredit secara resmi hanya bisa dilakukan jika SERTIFIKAT atas rumah tersebut sudah jadi. Petugas BTN melihat data yang saya bawa lalu mengeceknya di Komputer (Pihak pertama mengajukan Permohonan KPR di BTN Harmoni, mungkin karena masih sama-sama BTN jadinya bapak tersebut bisa mengecek di semacam Intranetnya BTN)….setelah di cek..ternyata Sertifikat atas Rumah yang akan saya Over Kredit belum selesai.

kesimpulannya untuk saat ini adalah saya belum bisa melakukan Over Kredit secara resmi, karena sertifikat atas rumah tersebut belum terbit (katanya rata-rata proses sertifikat itu sekitar 1 tahun)….*Rumah yg akan saya Over Kredit / Take Over sudah mendekati 1 th.

Keterangan Lain , Jika Sertifikatnya sudah ada maka saya bisa mengajukan Pengalihan (Over Kredit) di BTN Mana Saja…tidak harus di BTN Harmoni

2. PROSES DIBAWAH TANGAN

Cara ini sangat tidak dianjurkan oleh Petugas BTN karena posisi saya sebagai Pihak ke-2 sangat lemah.

Padahal saya sudah mengurus Pengikatan Jual Beli & Surat kuasa ke Notaris…tapi petugas BTN masih menganggap posisi saya lemah *Gimana klo over kreditnya cuma berdasarkan kuitansi???berarti posisinya lebih lemah lagi donk,

Alasan petugas BTN mengatakan posisi saya lemah adalah :

  • Jika Pihak Pertamanya Nakal, maka dia bisa saja mengover kreditkan rumahnya ke beberapa Pihak
  • Bisa juga Pihak pertama yg nakal suatu saat melunasi semua hutangnya ke BTN lalu mengambil sertifikat.

Saran dari petugas BTN tersebut adalah saya harus sering-sering mengintip Sertifikat udah jadi atau belum & Secepatnya mengajukan Permohonan KPR baru.

Terakhir, untuk persiapan saya meminta formulir pengajuan Permohonan KPR supaya saya bisa secepatnya mengajukan permohonan KPR Baru secara resmi.


10 Catatan mengurus “Over-Kredit” Rumah :

  1. Opsi OVER KREDIT
  2. New Home
  3. Hasil Nanya Langsung ke BTN mengenai Proses Over Kredit
  4. Poin poin ketika ke Bagian KPR BTN Harmoni & BRI Tang City
  5. Beda Formulir KPR BTN, BRI & BSM
  6. Pengetahuan Baru tentang KPR, Hari ini
  7. Menunggu Keputusan Permohonan Take Over (KPR) dari : BTN Jakarta Harmoni & BSM Cimone Tangerang
  8. Survey dari BSM (terkait KPR)
  9. Jumlah Perkiraan Biaya Nasabah Pembiayaan BSM
  10. Akad KPR BSM (finally) 😀

287 Replies to “(3/10) Hasil Nanya Langsung ke BTN mengenai Proses Over Kredit”

  1. Bulan Agustus ini rencananya jg mau over kredit rumah di daerah Depok, saya dan pemilik rumah sdh sepakah dgn harga yg ditawarkanm rumah tersebut sudah 2 tahun diangsur oleh pemilik. Yg ingin saya tanyakan adalah biaya over kredit itu apakah harga rumah saat ini plus angsuran yg sudah dicicil atau apa ya?? terima kasih

    • Berdasarkan pengalaman kemaren nanya-nanya ke BTN,BRI, Bank DKI & BSM…..yang jelas mas harus melibatkan Pihak Bank dalam proses Over Kredit (Istilah di Bank = Take Over)

      Jadi nantinya Nilai Rupiah yang diserahkan kepada Pihak Pertama dianggap sebagai DP (Down Payment) oleh Pihak Bank.

      Harga Jual Rumah yang diisi di formulir KPR = DP + Sisa Cicilan di Bank, dengan demikian Nilai Pinjaman yang dimohonkan kepada Pihak Bank = Harga Rumah dikurangi DP

      Proses yang resmi sebenarnya mirip-mirip dengan Permohonan KPR Baru, hanya saja bedanya kita menyerahkan DP ke Perorangan, bukan ke Developer.

      btw. Rumah yg di Depok ini nantinya mau Over Kredit secara Resmi (melibatkan pihak Bank) atau dibawah tangan (hanya menggunakan Akta Notaris?)

      • Berarti total nilai pinjaman adalah harga rumah dikurangi DP dan nominal tersebut hanya 80% yg disetujui oleh bank?? dan otomatis kita harus menambah/membayar 20%nya ke bank utk selisihnya kan mas.

        Klo untuk legalitas sebenarnya lsg ke bank utk over kredit, namun jika nilai yg di over kredit adalah 80% saja, jadinya uang yg rncana akan digunakan utk renovasi terpakai utk menambahkan yg 20%nya.

        • btw. keterangan dari saya jangan dianggap benar semua yaaa, coz saya juga nasabah yg over kreditnya sedang dalam proses 🙂

          Kalau saya urai pembiayaannya Mas Abi :
          1. Uang yang diserahkan ke Pihak Pertama (DP)
          2. Sisa Cicilan
          3. Biaya Lain-lain : Appraisal, Asuransi dsb
          4. Biaya untuk Renovasi

          Setiap Saya nanya ke Bank yg berbeda jawabannya sepertinya selalu ada perbedaan

          – Waktu saya nanya ke BTN Tangerang, jawabannya seperti yang saya jelaskan tulisan Blog diatas

          – Waktu saya nanya ke Bank Syariah Mandiri, Nilai Pinjaman yang bisa disetujui katanya hanya Sisa Cicilan saja (sesuai Rekening Koran pinjaman) & Salah satu persyaratan permohonan adalah Rekening Koran sisa utang pihak pertama harus dilampirkan

          – Waktu saya Nanya ke Bank DKI, dia mewajibkan adanya Surat Penawaran dari Pihak pertama, disurat penawaran itu sepertinya pihak Bank membebaskan apakah mau dimasukkan Unsur (DP + Sisa Cicilan + Biaya Lain + Biaya Renovasi)

          – Waktu saya nanya ke BTN jakarta Harmoni, yang saya tangkap Pihak Bank juga membebaskan untuk menentukan berapa Harga Rumah. itu urusan Pihak pertama & Mas Abi.

          Jadi lebih baik Mas Abi konsultasi ke Bank Langsung. karena kebijakan Bank disana ada kemungkinan beda dengan yang saya tuliskan disini.

            • saya mo tanya rencana nya besok saya mo ambil sertipikat rumah di bank btn sekalian pelunasan.yg saya tanyakan saya pelunasan nya tidak pake pake uang kes tpi pake bank bni

              • Saya kurang mengerti maksudnya gimana…

                Kalau misalkan bawa kartu ATM BNI ke Teller BTN setau saya tidak bisa, tapi kalau misalkan di dekat BTN tersebut ada ATM Bersama, mungkin Pak Nuryadi bisa ke ATM tersebut untuk transfer ke Rekening Pinjaman BTN…(& harus memperhatikan limit transfer harian BNI juga)

              • Aswb .mas riva ..saya mau tanya ni ….saya mau over kredit rmh sya sedh perjaln 1 th…tp sertivikat blm jdi …tp saya cuma pegang sertifikat Ajb saja …..itu bgaimn crany byr cpat di pasarkan. .

                • 1. Coba ditanyakan ke Pihak Bank, kira-kira sertifikatnya jadi kapan…sisa utang KPR kalau mau dilunasi berapa

                  2. Sekalian ditanyakan ke Pihak Bank, kalau misalkan rumahnya mau di Take Over secara resmi ke pihak lain persyaratannya apa aja & sekalian minta formulir pengajuan take over…jadi nanti formulirnya bisa dikasih ke pembeli (klo ada yg minat)

                  3. Coba cari pembeli yg mau beli secara cash…jadi nanti uang cashnya bisa dipake untuk melunasi utang KPR yg ada & untuk biaya take over yg diminta Pak Maulana

                  4. Klo tidak menemukan pembeli yg bisa bayar cash, berarti cari pembeli yg mau take over secara resmi.

    • Sy mau tanya. Sy br ambil kpr btn,namun krn suami pindah kantor,jd kejauhan. Yg sy mau tanyakan,bisa ga rmh tsb di over kredit yg br masuk cicilan ke 3? Trima kasih..mohon jawabannya.

  2. Ok mas, terima kasih atas sharingnya..
    Untuk sementara ini sm ke notaris dulu utk transaksi dgn pihak Pertama.
    dan selanjutnya tinggal ke masing2 bank seperti yang mas Riva sebutkan di atas dan memilih alternatif terbaiknya. terima kasih

  3. Mas Riva, saya rencana mau beli rumah tetangga udah deal harga cash nya 300jt, biaya2 lain saya (pembeli) yang tanggung. Rencana saya mau KPR-kan sisa dari DP saya ke penjual. Saya mau bayarkan DP ke penjual kurang lebih 200jt, shg 100jt saya mau KPR ke bank. Status rumah penjual ini masih KPR juga belum lunas (~6thn sisa). Nah si penjual minta saya bayarkan 100jt dulu ke dia buat dia lunasi sisa KPR dengan Bank nya.
    Yang mau saya tanyakan apakah bisa transaksi seperti ini, saya kasih 100jt (50% dari DP) ke penjual, lalu dia urus pelunasan KPR nya dan ambil sertifikat di bank lalu saya transaksi dengan dia melibatkan Bank yang saya tunjuk untuk sisa KPR dari harga deal 3oojt tersebut (ie 100jt)? Pertanyaan selanjutnya apa jaminan saya kl dia melunasi ke Bank KPR dia? Kl saya minta di Over-Kredit saya apakah bisa saya bayarkan 200~250jt ke dia (penjual) sisanya saya lanjutkan kreditnya di Bank pemberi KPR rumah si penjual? sorry mas kepanjangan 😛 soalnya udah deal tapi penjual ini berubah2 pikiran lagi 😛 Trims Mas atas pencerahannya

    • Saya mencoba menjawab dengan pengetahuan KPR saya yang masih sedikit 🙂 :

      1. Setau saya Uang DP 200jt itu memang harus diterima oleh pihak penjual, terus nanti Bpk Ikhwan menerima Kuitansi dari Pihak Penjual senilai Rp. 200jt, perihal Uang DP tersebut mau dipakai oleh Pihak Penjual untuk melunasi KPR nya…itu terserah Pihak Penjual.

      2. Klo masalah Jaminan, Pak Ikhwan sebelum membeli Rumah harus Yakin dulu kalau Pihak Penjualnya bisa dipercaya….Bisa juga klo mau lebih yakin dibuat Pengikatan Jual Beli di Notaris, tapi urusan antara Pihak Penjual, Bpk Ikhwan & Pihak Bank harus diselesaikan secepatnya.

      3. Over Kredit juga bisa…..jadi Pak Ikhwan nanti mengajukan Over Kredit Secara resmi ke Bank, Isi Formulir + Lampirkan Kuitansi senilai Rp. 200jt sebagai Bukti DP + Lampirkan Copy Sertifikat & persyaratan lainnya yg diminta Bank

      Bedanya klo misalkan Pihak Penjual sudah melunasi KPR atas nama Dia berarti Posisi Sertifikat Asli sudah dipegang oleh Pihak Penjual. Tapi kalau Pihak Penjual belum melunasi KPRnya berarti Sertifikat Asli masih ada di Bank.

  4. ass,,,mau tanyak,,,sy punya rmh di anggunkan ke bank sebesar 330.000.000,skrng posisi cicilan macet,klu di tek over ke bank lain gimana caranya

    • Saya belum bisa jawab Mas karena belum pernah mempraktekkan atau nanya-nanya ke Pegawai Bank mengenai Take Over antar Bank.

    • Hallo bp Mulyadi, bantu jawab yaaa… Setau saya kalo posisi kredit saat ini macet di suatu bank maka besar kemungkinan proses kredit di bank lain akan ditolak karena sebelum memberikan kredit ada proses yang namanya DHBI dan BI checking pa. Hal ini untuk melihat apakah kredibilitas seseorang itu baik atau tidak. Dan posisi macet tersebut akan terlihat dari hasil proses tersebut. Trims.

  5. Assalamualaikum Pak Rifa,

    sy pengen tanya tentang over kredit yang mau sy lakukan. sy punya kepemilikan apartemen di depok. sy rencananya mau sy over kreditkan secepatnya, tapi proses pelaksanaan akad sy belum ada setahun, apa sy tetap bisa melakukan prosesnya.
    dan dulu pada saat proses akad sy prrnah coba tanya ke pihak bank,katanya harus setelah ada sertifikat?
    mohon di bantu mas rifa untuk alur proses nya harusnya seperti apa? baik dengan pihak bank,notaris developer dan pembeli.
    mohon dibantu..

    terimakasih

    • Wa’alaikum Salam Mba Marya

      Menurut Pengalaman Saya dulu, Pihak Bank memang mensyaratkan adanya Sertifikat sebelum terjadi Over Kredit.

      Bedanya paling ada Bank yang langsung menolak permohonan Over Kredit, ada juga Bank yang mau menerima permohonan Over Kredit tetapi Akad baru bisa dilakukan setelah Sertifikatnya terbit.

      Kalau menurut saya sebaiknya Mba Marya menanyakan ke Pihak Developer, Kapan proses Sertifikatnya selesai, lalu Mba Marya & Pihak pembeli sama sama ke Bank, siapa tau Bank nya mau menerima permohonan Over Kredit dari Pihak Pembeli *meskipun Akad baru bisa dilakukan setelah Sertifikatnya ada.

      Kalau untuk Notaris biasanya Pihak Bank memiliki Rekanan Notaris sendiri.

      • maa riva tolong donk itungin,,,,
        sy mw over kredit rumah, hrgnya 75jt dn sdh masuk 5thn,siaanya 5 thn..kira2 klo sy TO secara resmi k bank yg sy dpt brp
        tx

        • Nilai Pinjaman yang diberikan Bank ke Mba Ayyiesa tergantung Hasil Penilaian Pihak Bank terhadap Kondisi Finansial Mba Ayyiesa, jadi lebih baik ditanyakan langsung ke Pihak Bank yang akan Mba Ayyiesa pakai.

  6. Terimakasih mas riva quick respondnya..

    ada yang sy masih bingung. karena akad sudah sy lakukan sekitar 3 bulan yg lalu. dan kalo tidak salah dokumen yang digunakan PPJB dan SP3K
    saat ini sy melakukan kredit KPR BTN.
    apakah bisa sy melakukan over kredit sebelum ada sertifikat?
    karena rencananya sy akan menjual apartemen ini secepatnya…

    tolong dibantu terkait hal ini ya… terimakasih

    • Kalau Over Kredit secara tidak resmi sie bisa dilakukan kapan saja (tinggal datang ke Notaris)…hanya saja efek dari Over Kredit Secara Tidak Resmi adalah Status Hutang masih atas nama Mba Marya, jadinya kalau Mba Marya mau ngambil Rumah di tempat lain biasanya terkendala Cicilan yg belum lunas tersebut & kalau Pihak Pembeli telat bayar Angsuran, status BI Checking yg jelek adalah Statusnya Mba Marya.

      Untuk Over Kredit secara Resmi lebih baik Mba Marya konsultasi ke BTN langsung. Karena setiap Bank kebijakannya beda-beda.

      • Mohon maaf mau tanya klu top aup bisa ga cicilan tinggal 4 thn kurang lebih nya sisa pokok 13. Jta lgi. Dan pernah terlambat bayar tapi sudah di lunas bayar apa kah sy bisa pinjemin lagi.

  7. mas mo tanya biaya untuk kenotarisnya berapa ya?
    terus angsurannya sama dengan debitur lama apa ga?

  8. Ass.mas saya mau tanya saya mau ambil rumah scara over kredit hrga sdh disepakati 70jt cicilan sisa 13th smua data mash memakai nama asli pihak 1,,perjanjian hnya mlalui notaris sja kira2 kendalanya apa ya klw nanti saya mau pelunasan dn buat ambil sertifikatnya..mohon pendapatnya

    • Waktu saya ke BTN sepertinya Perjanjian yg saya buat di Notaris sama sekali tidak dihiraukan. Pihak Bank masih menganggap Nasabahnya adalah Pihak pertama & jika sudah lunas yang harus mengambil sertifikat hanya Pihak Pertama (tidak bisa diwakilkan kepada orang lain)

      Lebih baik Mba Nina mengurus Over Kredit secara resmi secepatnya (Sebelum Pihak Pertama menghilang / alamatnya pindah & tidak diketahui lagi keberadaannya)

  9. Asslmkm. Mas Riva,

    Sy mau tanya, sy punya rencana sm suami utk mengover kreditkan rmh kami. Rumah kami sdh berjalan 1,5th. Biasanya memakan waktu berapa lama prosesnya dan biayanya sekitar brp?
    Pihak penjual dan pembeli harus datang bersamaan ke bank BTN, semua biaya adm utk pengalihan rmh kepembeli biasanya ditanggung pembeli/penjual ya mas?

    Terimakasih mas Riva sebelumnya, Soalnya masih bingung proses penjualan rumah kami ini.

    • Kalau saya kemarin prosesnya sekitar 2 minggu….(sejak semua dokumen sudah lengkap)

      Kalau masalah biaya tergantung Nilai Rumah yang akan di over kredit, jadi lebih baik ditanyakan langsung ke Pihak Bank, sebagai gambaran bisa di cek disini : http://blog.rivaekaputra.com/2013/08/21/jumlah-perkiraan-biaya-nasabah-pembiayaan-bsm/

      Baiknya Penjual & Pembeli langsung ke BTN, supaya dua-duanya tau prosesnya seperti apa *dalam formulir permohonan pengalihan KPR, Pihak Penjual & pembeli harus mencantumkan tanda tangan.

      Biaya adm pengalihan rumah tergantung kesepakatan antara Pihak Penjual & pembeli….kalau saya kemarin Pihak penjual hanya menanggung Pajak Penjualan sedangkan Biaya lain-lainnya ditanggung Pihak pembeli….

  10. Selamat siang mas Riva..
    Ada juga yang mau saya tanyakan.
    Saya ada ambil KPR atas nama istri nah jalan 3 bulan kami over kreditkan melalui notaris. Cuma pembeli ini sering telat dalam membayar angsuran rumah itu. Ya takutnya nama istri di blacklist dari BI soalnya sering telat dan juga pihak bank nelpon agar segera melunasinya..
    Yg mau saya tanyakan apakah bs kalau nama kepemilikan rumah/bank kpr diganti Ƙë pembeli supaya pihak bank tidak menelpon Ƙë kami jika pembeli telat bayar.. Thx mas riva

    • Nama Kepemilikan Rumah hanya bisa diganti jika Pihak Pembeli mengajukan Take Over KPR secara resmi ke Bank.

      Selama itu belum dilakukan maka jika Pihak Pembeli telat bayar Angsuran status BI Checking yang jelek adalah Status BI Checking Istrinya Pak Choirul.

  11. Saya menjual rumah yg masih nyicil KPR di BNI syariah ke org lain. Org lain tsb pake bank BJB. Ternyata menurut petugas bank, skg ada aturan BI bhw tidak bisa dilakukan proses takeover jual-beli. Apakah benar? Jd solusinya menurut petugas bank saya sbg pembeli harus lunasi dan ambil sertifikat dulu, baru pembeli rumah bisa proses KPR jual beli di BJB. Setahu saya dulu bisa dilakukan dlm sehari, pagi hari akad jual beli siangnya bersama petugas bank melunasi sekaligus ambil sertifikatnya. Benarkah ada aturan BI yg melarang takeover jual-beli antar bank? Kata petugas bankBJB, itu baru dikeluarkan bulan september 2013 kemarin.

  12. mas, aku mau tanya..
    aku kan udah beberpa kali mengajukan kpr, tp gagal terus karna status karyawan sy yg msh kontrak..
    rencananya sy mau cari over kreditan ajah..
    yang sy mau tanyakan, misalnya sy mau over kredit yg resmi, apakah status kepegawaian jga di permasalahkan??? tolong di jwab.. thx

    • Proses Over Kredit secara resmi hampir sama dengan proses KPR baru. Jadi Status kepegawaian juga dipermasalahkan

      • Mantep ulisannya mas, jadi makin tau sekarng
        cuma yang jadi masalah kalau resmi “Status kepegawaian” 🙂 kalau ngajuin KPR baru, maklum baru resign & blom ada kerjaan baru padahal lagi ada rumah yg mau over kredit 🙁
        Kalau cuma lewat notaris berarti keduanya punya resiko ya, kalau penjual nakal maka bisa jadi dia over lagi ke orang, sebaliknya kalau pembeli bayarnya macet maka penjual yg dikejar2 🙂
        Ga beda jauh sama over kredit kendaraan kalau begitu yah

  13. Pak,
    Mo nanya.
    Saya tahun 2010 beli rumah over kredit (masih 9 tahun lagi) hanya menggunakan Notaris. tidak secara resmi ke Bank BTN.
    Saat itu saya ingin bisa di take over secara resmi. (Ganti nama).
    Kira2, persyaratannya apa aja? apakah surat dari notaris itu bisa dipakai sebagai perwakilan?. pihak penjual masih harus hadir di bank nya juga atau tidak dalam pengurusan ini?

    Terima kasih

    • Untuk info yg lebih jelas & update sebaiknya Bapak bertanya langsung ke Bank yg akan bapak pakai untuk Take Over, sebagai gambaran persyaratannya : Rekening Koran 3 bulan terakhir, Surat Keterangan Bekerja, Copy KTP, KK, copy Kuitansi DP dari Pihak pertama, Copy Surat Nikah, mengisi formulir permohonan dsb.

      Surat dari Notaris setau saya tidak bisa dipakai sbg perwakilan.

      Nanti saat Akad Pihak Penjual harus hadir, bahkan kalau di Bank BTN ada formulir khusus yg harus di tanda tangan Pihak Penjual saat bapak ingin mengajukan permohonan.

  14. Mas Riva, sy mau tanya…
    Baru-baru ini sy over kredit BSM (dibawah tangan) dlm arti hanya melalui Notaris yg diterbitkan ada 3 akte salah satunya Surat Kuasa pengambilan Sertifikat jika cicilan sdh sy lunasi. Kira-kira kedepan nya di Bank Syariah Mandiri bermasalah gak ya?

    Terima kasih

    • Kemungkinan besar bermasalah (Setau saya Sertifikat harus diambil langsung oleh Nasabah yg terdaftar di BSM, tidak bisa diwakilkan/dikuasakan)
      Sebaiknya Mba Lita menyempatkan diri untuk langsung bertanya ke bagian KPR BSM tentang Apakah nanti setelah lunas Sertifikat bisa diambil hanya dengan Surat Kuasa Pengambilan Sertifikat.

  15. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. Sy mau tanya sy mau beli rumah over kredit dg sisa angsuran 6 th 2 bln si penjual minta dp 70 jt cuma sy sanggup dg dp 20 jt sisa 50 jt sy ajuin ke bank cicilan sy satukan dg sisa angsuran. Kira” bisa tidak bank deal.mksh

    • Harus diketahui dulu Nilai Angsuran yg 6th 2 bln itu berapa

      Jadi nanti DP nya 20jt & Nilai KPR yang dimohonkan = 50jt + Nilai Angsuran 6th 2 bln

      Kalau Persentase DP nya sudah memenuhi persyaratan di Bank yg bersangkutan, bank bisa saja Deal.

      • Terkait kasus ini, saya mw mengoverkreditkan rumah saya yang masih KPR. Harga over kredit 100 juta. dengan sisa hutang pokok di bank 70 jt.
        tapi pembeli hanya sanggup bayar 75 juta, jadi masih kekurangan 25 juta.
        apakah yg 25 juta ini bisa dimasukkan ke nilai KPR?
        dan jika bisa, bagaimana sistem pembayaran 25 jt ini kepada pihak penjual?

  16. Assalamu’alaikum wr wb..
    salam kenal mas Riva yg baik, saya mau tanya boleh ya 🙂

    Saya mau over kreditkan rumah saya yang baru jalan kredit di bank XXX selama 10 bulan. harga rumah total = 400 jt-an, dp saya waktu itu = 50 jt-an. plafon kredit saya = 350 jt-an. saya kredit 20 thn dengan cicilan sekitar 3jt-an. saya selama 10 bulan ini sudah renovasi dan memakan biaya 150 jt-an. Saya tanya ke bank XXX kalau saya mau lunasi , biaya total pelunasannya = 380jt-an.

    saya mau over kredit rumah saya dengan harga penawaran = 50 (dp) + 380 (pelunasan bank) + 150 (renovasi) + 70 (keuntungan) = 650 jt-an

    1. Surat2 apa yg hrs sy siapkan agar proses over kredit lancar? sebagai info.. saya hanya pegang :
    a. copy sertifikat yg masih HGB (padahal sy sdh byr 500 rb-an utk update ke SHM)
    b. copy akta jual beli
    dan IMB dll sy blm pegang, apa perlu sy hrs segera mengurus IMB renovasinya?

    2. Pajak penjualan sendiri saya yang tanggung sebesar 5 %, bolehkah dikalikan dgn harga kesepakatan di bawah tangan,. katakanlah, untuk pajak penjualan.. saya minta faktor pengalinya hanya 400jt atau 5%x400jt=20jt?

    thx ya mas Riva.

  17. Aslmkm,
    Pak Riva,
    Minta advicenya,
    Saya telah membeli Rumah secara over kredit (KPR BTN) di Batam tahun 2007 lalu, tapi hanya sebatas Jual Beli personal ke penjual di karenakan masih ada hub Saudara, jd tidak ada Surat Jual Beli ato pun Kuintasi,
    Saat ini, sy bermaksud mengajukan kredit ke Bank lain, tuk bisa dpt Dana segar tentunya,
    so, syarat2 apa yg harus sy lengkapi, apakah bisa langsung tanyakan ke pihak Bank tsb, ato mesti ke bank asli KPRnya (BTN),
    dan tuk pengurusan Jual Beli melalui Notaris berapa biaya nya ya,
    dan juga, saat ini, si penjual berada di kota lain, apakah bisa dilakukan di kota tsb ato mesti kita undang ke kota sy.
    terimaksih sebelumnya,
    Hardi

    • Lebih baik bertanya langsung ke bank di Kota tempat tinggal pak Hardi dulu aja, sambil bawa dokumen-dokumen yg ada di Pak Hardi, terus Minta Formulir Over Kredit & minta penjelasan secara detail tentang tata cara Over Kredit secara resmi.

      Kalau Biaya Notaris itu sekitar 2jt – 4jt, biaya lain yg cukup Mahal yaitu Pajak Penjual & Pajak Pembelian (Nilai Rupiahnya tergantung Harga Jual Rumah)

      • P’ Riva,
        Terimakasih tuk wejangannya,
        kalo boleh tau, untuk permintaan FK Sertifikat/AJB/IMB ke BTN bisa sy sendiri ato harus Pemilik rumah tsb.
        ato apakah bisa dengan Surat Kuasa sy meminta FK tsb.

          • Thanks infonya pak,
            btw, apakah bisa si pemilik rumah meminta FK di cab BTN di kota tsb?, dengan artian tanpa perlu ke kota dimana rumah itu berada, so Beliau tinggal mengirimkan ke sy setelahnya.

            • Yang menyimpan Asli Sertifikat setau saya adalah Bank yg memberikan KPR kepada Nasabah, jadi untuk meminta fotocopy nya pun harus ke Bank pemberi KPR tersebut.

              Untuk info yg lebih detail sebaiknya Pak Hardi Bertanya langsung ke Pihak Bank

  18. Pagi mas riva
    Brrti kalau kita ngambil rumah yg over kredit itu kita ga ngeluarin uang dp ya?hanya ngeluarin uang untuk notaris ?

    • Tetap mengeluarkan DP, Misalkan Sisa Cicilan di Bank 50jt lagi..terus pihak penjual minta Uang Pengganti 30jt sebelum proses over kredit….yang Rp. 30jt itu termasuk Kategori DP.

      Biaya Notaris, Pajak-pajak, biaya Aprraisal dsb juga harus di antisipasi.

  19. Pak riva”saya mo over kredit rmh d tangerang..si penjual msh ada sisa 10 thn cicilan d bank btn..dan dia minta dibayar dimuka 75 jt..kirakira bisa ngga saya alihkan k bank mandiri atau bank lain sisa 10 thn nya itu…

    • Tahun 2013 kemarin saya Take Over KPR di BTN dengan KPR dari BSM…
      jika belum ada perubahan peraturan dari Bank Indonesia….seharusnya itu bisa dilakukan….untuk info yg lebih update Mba Nurhidayati sebaiknya konsultasi ke Bank langsung 🙂

  20. mas riva yang baik…salam kenal, informasi sangat berguna sekali.
    saya mau tanya juga.. mudah2an mas riva bisa menjawab.. hehehe 🙂

    saya baru rencana mau beli rumah over kredit secara resmi ke Bank (syariah/konvensional), harga over kreditnya 137jt, dengan melanjutkan cicilan 2,1 juta/bln selama 12th, pertanyaan saya :
    1. Apakah Bank akan memberikan plafon sebesar 137jt atau 80% nya ?
    2. Saya pribadi punya uang DP sebesar 37 juta, Nanti perhitunganya cicilannya bagaimana yaa ?
    3. Kira2 yang akan di setujui oleh pihak bank berapa yaa?
    4. Penyelesaian sisa angsuran di pihak penjual ke bank sebelumnya, apakah sudah selesai dengan di berikannya 137 juta dari pihak pembeli (apabila disetujui oleh pihak bank) ??
    5. Contoh harga jual 300juta di kurang harga over kredit 137juta = 163juta, nah, apakah 163juta ini juga termasuk dalam cicilan saya di bank yang saya ajukan ? berarti double cicilan dong ? (137juta dan 163juta) ?

    sebelumnya termakasih mas riva

    • Pertanyaan yg saya Tangkap adalah Pihak Penjual Menawarkan Rumah kepada Pak Ical seharga sekitar 300jt, terus Pihak Penjual tersebut menginginkan Pembayaran Cash ke dia 137jt (DP) & Sisa Cicilan ke Bank dengan Nilai Cicilan Total sekitar 163jt juga harus dilunasi pak Ical.

      Kalau Pak Ical Punya Uang Cash Rp. 300jt….berarti Uang 137jt diserahkan ke Pihak Penjual & Uang 163jt dipakai untuk melunasi Sisa Angsuran di Bank.

      Jika Uang Cash yang tersedia sekarang 37jt, maka sisa kekurangannya yg sekitar 263jt dibayarkan melalui proses KPR (Pak Ical ke Bank mengajukan Permohonan KPR senilai 263jt), jika permohonan Pak Ical dikabulkan Pihak Bank, nantinya 100jt diambil Oleh Pihak Penjual & 163jt dipakai untuk melunasi sisa cicilan pihak penjual di bank.

      Biaya-biaya lain juga harus di antisipasi (Pajak Penjualan, Pajak Pembelian, Biaya Notaris, Biaya Aprraisal dsb)

      Untuk Pertanyaan Nomor :
      1. Hitungan Plafon tiap Bank beda-beda pak….ada yg seperti yg saya uraikan pada tulisan diblog, ada juga yg hanya mau memberikan Plafon sesuai sisa Cicilan Pihak Penjual di Bank, jadi sebaiknya ditanyakan ke Pihak Bank yg akan Pak Ical Pakai.
      2,4 & 5 sudah saya coba jawab diatas
      3. ini yg bisa menjawab sepertinya Pihak Bank 🙂

      *Kalau saya salah menangkap pertanyaan Pak Ical, Silahkan Reply lg 🙂

  21. Salam kenal mas riva … Saya punya rumah yg akan saya jual, sisa kredit di bank 68 jt-an, kredit sdh berjalan dr th 2009. Calon pembeli akan melakukan transaksi melalui take over. Pertanyaan dr saya : apakah saya bisa meminta dp terlebih dahulu sebelum proses take over ? Terima kasih sebelumnya ….

    • Sebelum Pembeli mengajukan Take Over ke Bank, salah satu syarat yg harus dibawa pembeli adalah Kuitansi DP dari Penjual.

      Memang harus minta DP dulu …

  22. Mas Riva sy mw tanya tapi maaf agak banyak hehe
    Sy rencana mw over kredit kan KPR rumah sy yg masih 9 th lagi dgn cicilan 1,1 jt an / bln. Dulu harga cash’a 160 jt. Biaya yg sudah sy keluarkan adalah DP sebesar 30 jt, cicilan 1 th sebesar 1,1 jt x 12 bln atou 13,2 jt plus biaya renov dapur sebesar 13 jt an total 56 jt an pembulatan. Nah sy minta balik DP sebesar 80 jt kepada pembeli yg akan melanjutkan menjadi nasabah baru lewat bank atou resmi. Klo sy berkomitment untuk menanggung pajak penjualan,kira2 berapa besaran pajak tsb. Mohon pencerahannya karena sedang berhitung hehe. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

  23. Mas riva saya mau nanya nie.saya mau beli rumah scr over kredit dibawah tangan tdk melibatkan bank.cicilan sipenjual baru 4bln,minta Dp 75jt,sisa utangny saya gk tau pak.plafond yg penjual terima dr bank 275jt.bayar cicilan ke bank 4jt.apakah DP saya kemahalan atau tdk pak.makasih ya pak

    • mmm…Datanya kurang lengkap Mba Rini

      Kalau masalah DP sie, klo untuk ukuran saya yang tinggal di Tangerang harga 75jt masih wajar-wajar aja……tapi klo memutuskan untuk kredit dibawah tangan resikonya seperti yang saya tulis di artikel diatas.

  24. Mas riva saya mau tanya,, karena saya mau over kredit,,tadinya mau melakukan dyang tidak resmi alias pake notaris,,setelah saya pelajari ribet juga kalo tidak resmi karena ditakutkan susah ambil sertifikatnya dikemudian hari,,yang mau saya tanyakan,,saya mau over kredit 100jt deal nya dengan informasi sisa hutang kpr si penjual di bank sekitar 130jtaan,dengan angsuran 1,6/bln,,nah apakah 100jt itu sudah termasuk dp untuk yang 130jt atau saya masih harus membayar 20% lagi dari 130jt itu?atau bisa tidak 130jt itu di up lagi ke angka 200jt agar saya dapat dana segar
    mohon infonya
    trims

    • Harga Rumah Total berarti 230jt (100jt + 130jt)
      100jt sudah termasuk DP, jadi tidak perlu lagi membayar 20% x 130jt

      Untuk pertanyaan ke dua, tergantung Bank yang akan Mas Awan pakai. Contoh waktu saya th 2013 kemarin saya memakai BSM, maksimal pinjaman yg bisa BSM berikan hanya sejumlah sisa hutang Pihak Pertama ke Bank (130jt) pihak BSM juga minta rekening koran sisa hutang KPR pihak pertama sebagai bukti. Ketika saya nanya-nanya ke Bank Lain (Bank DKI & BTN) kebijakannya beda lagi.

  25. Àssalamualaikum…mas…rencna saya mao take over rumah…penjual minta 70 jt..ci2lan per bln ±700 rb…yg saya tanyakan..
    1.apakah bisa langsung ke bank bersangkutan tanpa jasa notaris?
    2. Apakah sertifikat penjual langsung berubah nama ke nama pembeli selesai akad kredit dan disetujui pihak bank.
    Sebelum dan sesudahnya sy ucapkan trima ksh mas…

    • 1. Memang sebaiknya langsung ke Bank, nanti setelah permohonannya disetujui oleh Pihak bank, Mas Suhendra akan melakukan Akad Kredit bersama : Pihak Penjual, Pihak Bank & Notaris yg ditunjuk oleh pihak Bank.

      2. Setelah Akad Kredit selesai, Pihak Notaris yg ditunjuk oleh pihak bank tersebut akan memproses balik nama sertifikat, prosesnya setau saya sekitar 6 bulan.

  26. Blog yang bermanfaat sekali…
    saya mau nanya boleh kan Mas RIVA.
    Saya mau ambil rumah over kredit..penjual minta 48 juta cicilan kurang lebih 600 rb sisa 7 taunan lagi.
    yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah mungkin kalo DP itu masuk ke cicilan ? jadi nambah cicilan atau nambah range waktu cicilan yah ?
    2. Kalo misal DP saya bayar terus cicilannya tetap yah 600 rb ?
    3. Proses over kredit lama tidak yah ?

    Terima Kasih

    • Saya anggap harga jual rumah tersebut adalah 48jt + (600rb x 84 bulan) = Rp. 98.400.000, harus di siapkan juga biaya lain-lainnya seperti pajak penjualan, pajak pembelian, biaya Notaris, Biaya Appraisal dsb.

      1. Sepengetahuan saya harus ada DP dulu ke Pihak Penjual, jadi tidak bisa Semua Uang DP dimasukkan ke cicilan…..karena salah satu persyaratan untuk over kredit secara resmi adalah adanya Kuitansi DP dari Pihak Penjual.
      2. Jika DP dibayar, untuk cicilan selanjutnya tergantung hasil analisis Pihak Bank terhadap kemampuan Finansial Bapak…jadi bisa saja tetap,bisa juga berubah
      3. Prosesnya menurut pengalaman saya th 2013 kemarin sekitar 1 mg atau 2 mg-an

      • Mas Riva.
        1. sayah kemaren ke bank B*N katanya di mulai lagi dari awal kalo over kredit g ada ceritanya nerusin sayah jadi tidak bersemangat mas..heug….
        2. Kalo dari awal lagi berarti bukan over kredit dong kaya beli rumah seken aja benar tidak ?
        3. Ada beberapa simulasi menurut sayah (kaya terbang aja) :
        a. 98.400.000 – 48 Juta = 50 juta yang di bayar oleh bank
        b. 98.400.000 di bayar oleh bank kita bayar dp 20 % (20 jutaan )
        c. DP ke penjual 20 juta sisanya oleh bank(78.400.000).
        dari ke 3 simulasi di atas menurut mas riva mana yang bank terapkan ?
        makasih mas

        • 1. Iya Mas, dulu pemahaman awal saya juga kirain meneruskan Angsuran Pihak Pertama, tapi ternyata Over Kredit yang benar itu adalah kita meminjam Uang ke Bank (KPR) untuk melunasi hutang Pihak Pertama, lalu setelah itu kita mulai Angsuran baru atas nama kita sendiri di Bank.

          2. Berdasarkan Pengalaman saya th 2013 kemarin yg mana saya mencoba mohon KPR Rumah baru & mencoba mengurus “Over Kredit” resmi, ternyata prosesnya hampir mirip Mas…..(isi formulir permohonan, melampirkan surat keterangan penghasilan, ket kerja, rekening koran, KTP, KK dsb. dsb)

          3. menurut saya :
          – Bank memiliki batas minimal DP, contoh 20%;
          – terus Masalah harga Jual rumah Total itu terserah kesepakatan Antara kita sebagai Pihak Pembeli & Pihak Penjual. Misalkan Mas Imenx ingin supaya biaya-biaya lainnya (Biaya Notaris, Pajak Pembelian, Pajak Penjualan dsb) sudah tercover oleh Hasil pinjaman dari Bank, jadi disepakatilah Harga Jual rumah tersebut 120.000.000,-
          – Selanjutnya Mas Imenk ngitung DP minimal dari 120jt = 24jt
          – Mengajukan permohonan ke Bank dengan membawa Kuitansi dari Pihak Pertama dengan Nilai minimal 24jt, mengisi kolom harga jual rumah dengan angka 120jt, & Nilai KPR yg dimohonkan 96jt……& persyaratan-persyaratan lain yg diminta bank dilampirkan….
          – menunggu proses penilaian dari Pihak bank
          – Sebut saja permohonan Mas di kabulkan……lalu dilakukan Akad antara Pihak Penjual & Mas Imenx, uang yg 96jt itu akan masuk ke Rekening Penjual.
          selanjutnya dari Uang 96jt itu akan dipergunakan untuk melunasi sisa Angsuran Pihak Penjual di Bank, Biaya Notaris, Pajak Penjualan, Pajak pembelian dsb………Jika masih ada Sisa juga…maka itu tergantung kesepakatan Pihak Penjual & Mas Imenx.

          Setiap Bank Kebijakannya beda-beda, tapi kira-kira prosesnya dikebanyakan Bank yg saya tanya di tahun 2013 kemarin seperti itu……

  27. slamat malam mas Riva, saya mau beli rumah dengan cara over kredit dan sudah deal dengan harga 70 jt (bersih/biaya lain2 saya), sisa angsuran masih krang lebih 6 tahun dari 15 tahun tenor, saya cuma bisa membayar 30 jt, berarti kekurangan 40 jta. pertanyaan saya : Apakah sisa kekurangan saya (40 jt), sisa angsuran 6 tahun & biaya administrasi bank & notaris bisa dibiayai setelah pengajuan kredit baru saya disetujui? artinya tanpa harus melunasi sisa angsuran terlebih dahulu. Soalnya hasil saya tanya ke BTN di Pondok Gede Bekasi, tidak bisa dilakukan over kredit kalau sisa angsuran belum dilunasi, saya berfikir “kalau harus melunasi sisa angsuran dulu berarti bukan over kredit namanya”. mohon pencerahannya mas, biar ga galau neh sudah pengen punya rumah & kalau ada rekomen BANK yang ga ribet. terima kasih sebelumnya. selamat malam

    • Saya menulis Artikel diatas pada Bulan Juli 2013, Kalau kondisi pada bulan Juli 2013…… terdapat kemungkinan hal tersebut bisa dilakukan, jika persyaratan minimum DP sudah terpenuhi, jadi Harga Rumah Total = DP 30jt + (40jt + Sisa Angsuran 6th + biaya adm bank & Notaris).

      Mungkin yang menyebabkan hal tersebut tidak bisa dilakukan lagi adalah karena ada aturan dari Bank Indonesia yg tidak memperbolehkannya, ada komentar di Artikel ini yg berhubungan dengan hal ini :

      Joko : “Saya menjual rumah yg masih nyicil KPR di BNI syariah ke org lain. Org lain tsb pake bank BJB. Ternyata menurut petugas bank, skg ada aturan BI bhw tidak bisa dilakukan proses takeover jual-beli. Apakah benar? Jd solusinya menurut petugas bank saya sbg pembeli harus lunasi dan ambil sertifikat dulu, baru pembeli rumah bisa proses KPR jual beli di BJB. Setahu saya dulu bisa dilakukan dlm sehari, pagi hari akad jual beli siangnya bersama petugas bank melunasi sekaligus ambil sertifikatnya. Benarkah ada aturan BI yg melarang takeover jual-beli antar bank? Kata petugas bankBJB, itu baru dikeluarkan bulan september 2013 kemarin”

      Untuk masalah aturan baru Bank Indonesia ini saya sendiri belum sempat ke bank lagi untuk konfirmasi karena urusan Over Kredit Rumah saya sudah selesai.

  28. Siang Mas riva …saya mau betanya nich mohon bantuannya yaa
    Saya mau over kredit rumah saya sebagai pihak pembeli…namun disini…tidak ada proses jual beli secara finansial karena keadaan/ posisi nya awalnya rumah inini adalah milik saya namun proses awal menggunakan nama anak mantu saya..sekarang akan saya ambil alih kembali …kredit ini saya ambil alih …
    bagaimana prosesnya agar kredit rumah beralih pada saya …mohon bantuannya
    informasi ini sangat saya butuhkan

    • Menurut Pendapat saya :

      Selain Akta Jual Beli ada juga yg namanya Akta Hibah

      Hanya saja setau saya seseorang bisa mengalihkan Tanah/Bangunan dengan Akta Hibah jika orang tersebut sudah memegang Surat-surat tanahnya (Sertifikat dsb), jadi kalau Sertifikatnya masih ditahan Pihak Bank setau saya tidak bisa.

      Mohon untuk dikonsultasikan lebih lanjut ke Pihak Bank atau Notaris 🙂

      • Pagi Mas Riva

        Adakah cara lain yang berlaku untuk kasus seperti ini …intinya rumah ini saya ambil alih semuanya baik nama maupun pembayarannya kprnya … bagaimana dengan over kredit atau balik nama mohon solusinya
        terima kasih

  29. mas riva, kalau sy mau over kredit sebagai pembeli.dp yg diminta penjual 80juta.cicilan kpr subsidi dia 700rb/bln. kalau sy mau over credit cara resmi yaitu brarti kpr baru, apakah sy msh bs menikmati cicilan flat subsidi? dan berapa harga cash yg hrs dilunasi di bank oleh penjual lalu di take over? thanks

    • Sewaktu saya ke Bank BTN (Tahun 2013 Kemarin) saya tidak menanyakan masalah KPR Subsidi, jadi saya tidak tau seluk beluk KPR Subsidi.

      & Mengenai Berapa Harga Cash yg harus dilunasi lebih baik ditanyakan langsung ke Pihak Bank oleh Penjual.

  30. Mas, saya mau over kredit KPR BTN rumah saya baru bjalan 3 th.. Lalu pbeli tanya bisa ga saya di over ke bank lain.. Saya kurang paham mas.. Bgmn cara bantunya saya selaku penjual..

    • Kalau berdasarkan beberapa komentar di Blog ini sebelumnya, sepertinya proses take over sudah tidak bisa dilakukan lagi karena ada aturan Bank Indonesia yg melarangnya.

      Contoh komentar bisa mba Rahmah cek komentar dari Pak Manto tanggal 04 Juni 2014 diatas.

      *Kalau untuk jawaban lebih pastinya sepertinya harus nanya ke Bank Langsung.

  31. maaf mas mau tanya kemarin saya over kredit rumah,karena kekurang tahuan saya hanya mengurus kenotaris saja belum take over kredit secara resmi keBANK . Apa masih bisa saya mengurus take over keBANK , mengingat sudah berjaln setahun dan dan dokumen yang ada hanya buku tabungan pemilik pertama dan akta jual beli, kuasa pengambilan dokumen dari notaris. mohon bantuannya

    • Surat-surat dari Notaris itu berdasarkan pengalaman saya tidak dihiraukan sama sekali oleh Pihak BANK, Pihak Bank masih menganggap nasabahnya adalah Pihak Pertama & suatu saat nanti (Jika sudah LUNAS) yang boleh mengambil sertifikat hanya Pihak Pertama,tidak bisa dikuasakan.

      Untuk Proses Take Over secara resmi, lebih baik Pak Sugianto tetap berkomunikasi dengan Pihak Pertama & sebaiknya Pak Sugianto menyempatkan diri untuk bertanya langsung ke Bank yang terkait, karena tulisan saya di Blog Ini adalah tulisan pada bulan Juli 2013. Menurut beberapa Kabar yang saya dengar ada beberapa perubahan peraturan tentang proses Take Over.

      Jadi daripada repot pas nanti Angsurannya sudah LUNAS, lebih baik dikonsultasikan langsung secepatnya ke Pihak Bank Pak.

  32. mas, saya beli rumah teman skrg sdh lunas sudah dapat panggil dari BTN untuk pengambilan surat-suratnya, ternyata saya hubungi teman sy tersebut sdh meninggal dunia. yang saya tanyakan bagaimana saya mengurusnya supaya surat-surat dari BTN bisa saya ambil. trims atas jawabnya

    • Sepengetahuan saya jika Nasabah yang terdaftar di BTN Meninggal Dunia maka yang bisa mengambil Sertifikatnya adalah Ahli Waris dari Almarhum.
      Mungkin nanti pihak BTN akan minta Surat Kematian, Kartu Keluarga & Surat Keterangan Waris/Akta Waris (Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi BTN)

  33. Selamat siang mas, saya mau tanya….sy dan suami berencana untuk menjual rumah kami yg pd saat ini statusnya msh kredit ke kantor suami, kira2 langkah penjualan yg bagaimana yg harus diambil, apakah menjual lsg kepada pembeli dgn harga jual normal, jadi nanti kami yg melunasi ke kantor dan urus surat2 pindah tangannya, atau kami jual dengan over kredit? Apakah bisa di over kredit secara kredit yg saat ini kami ambil adalah kredit ke kantor suami, mohon bantuannya mas….buat pencerahan kami, terimakasih sebelumnya

    • Sepengetahuan saya lebih baik menjual dengan harga jual Normal & Secepatnya di urus surat-surat pindah tangan. Dengan demikian Status Utang Mba Inata/ Suami di Perbankan sudah terhapus. Jadinya jika suatu saat nanti Mba Inata /Suami ada keperluan ke Bank status Kreditnya lancar.

      Kalau Over Kredit, saya dengar dari beberapa orang sekarang sudah tidak bisa dilakukan lagi, & kalaupun masih bisa dilakukan nantinya status utang masih tercatat atas nama Mba Inata/Suami…jadinya klo pihak pembeli telat bayar Angsuran maka nama Mba Inata/Suami yang track recordnya jelek di perbankan.

  34. assalamualakum mas riva..maap saya mau tanya panjang dan lebar.
    saya mau beli rumah over kredit, tp saya melalui notaris trus lapor k bank btn..pertanyaan saya
    *apakah setelah lunas sertifikat bisa saya yg ambil di bank
    *sewaktu2 saya mau pulkam/udh gak betah di perantauan, trus saya mau over kreditkan lg rumah saya bisa nggak, over kredit saya dlu cma lewat notaris trus laporan ke bank

    mohon bantuanny mas riva. trimakasih.

    • *apakah setelah lunas sertifikat bisa saya yg ambil di bank?
      …..Tidak Bisa,berdasarkan pengalaman saya th 2013 (Waktu mau melaporkan Surat-surat dari Notaris ke Bank), Surat-surat tersebut dianggap tidak sah / tidak resmi.

      *sewaktu2 saya mau pulkam/udh gak betah di perantauan, trus saya mau over kreditkan lg rumah saya bisa nggak, over kredit saya dlu cma lewat notaris trus laporan ke bank?
      Misal Pihak A over kredit ke B, terus B Over Kredit lagi ke C……nanti kan yang harus mengambil sertifikat ke Bank tetap Pihak A……sedangkan Pihak C sama sekali ga kenal sama pihak A….jadi rumit masalahnya nanti….Kasian sama Pihak yg terakhir (Pihak C).

  35. trimakasih bgt mas riva atas info yg sangat berguna
    trus ada lg, rumah yg mau beli over kredit itu kan udah deal harga 16jt, klo sya over k jalur resmi dari bank itu 16jt yg saya byarkan k penjual trmasuk dp, trus biya k bank bt take overnya brpa??

    • Biaya Take Over Resmi itu mencakup Biaya Notaris, Pajak Penjualan, Pajak Pembelian dsb. Jadi tiap rumah & tiap wilayah beda-beda.

      Untuk info yg lebih akurat lebih baik ditanyakan langsung ke pihak bank (Karena tulisan saya diatas adalah tulisan tahun 2013 & katanya ada beberapa perubahan peraturan mengenai over kredit / take over)

  36. hari ini saya baru mendatangi BTN Rawa Lumbu Bekasi untuk mengurus take over KPR, alangkah terkejutnya saya mendengar penjelasan dari BANK kalo biaya Notaris antara 10 – 20 juta belum termasuk biaya adm BANK dll, padahal harga rumah sekitar 100 jutaan, kalo ada informasi teman-teman, apakah betul segitu besarnya tolong di share kesini!! jika betul, sebainya berfikir 5000 kali lebih dikit untuk melakukan take over/over kredit rumah,,, alangkah susahnya untuk memiliki rumah (curhat.com)

  37. ass..mas mau tanya…
    saya sudah mengambil KPR di daerah cikarang dan sudah berjalan 2,5 tahun…
    rencananya saya mau over kredit ke orang lain…
    mohon solusinya apa saja yg perlu di persiapkan?
    terima kasih sebelumnya

    • Yang harus dipersiapkan :
      1. Nanya dulu ke Bank yang memberikan Mas Ochied KPR, apakah status sertifikatnya sudah atas nama Mas Ochied
      2. Nanya sisa angsuran KPR (Minta print rekening korannya)
      3. Nanya tentang peraturan Over Kredit yang terbaru (karena tulisan saya diatas adalah tulisan tahun 2013)
      ——————
      Misal sertifikat sudah oke, sisa angsuran KPR sudah diketahui misalkan Sisa Rp. 100.000.000,- & Mas Ochied minta biaya Over Kredit Rp. 40.000.000,- berarti harga rumah total Rp. 140jt
      ———————
      Jika Pembeli membayar secara Cash maka dia mentransfer uang 140jt ke rekening mas Ochied, 40jt-nya diambil….100jt dipakai untuk melunasi Hutang KPR , sertifikat diambil dari bank lalu diserahkan ke Pihak Pembeli untuk dibalik nama ke atas nama dia……biaya Notaris & pajak-pajak juga harus dibuat kesepakatan apakah ditanggung pihak penjual atau pembeli (Jika kesepakatannya semua biaya lain-lain ditanggung pihak pembeli maka pihak pembelinya harus dikasih warning klo uang yg harus dia persiapkan harus lebih dari 140jt)
      ————
      Jika Pembeli tidak bisa membeli secara Cash, maka dia bayar dulu DP ke mas Ochied sebesar Rp. 40jt & dia mengajukan KPR ke Bank dengan nilai Rp. 100jt……..proses KPR tentunya memerlukan waktu yg lebih lama….
      —————
      Kira-kira gambarannya seperti itu Mas, klo persyaratan secara detail lebih baik ditanyakan langsung ke pihak Bank…

  38. Salam kenal mas Riva, ini info yang saya cari2. saya berencana mengajukan PUMP Jamsostek di Bekasi untuk kepemilikan rumah namun yang saya dengar dan saya baca prosesnya susah dan ribet. Kemudian pertemuan antara developer dengan pihak Jamsostek untuk next proses apakah mungkin? Tolong saran dan masukkannya mas Riva.

  39. Saya beli rumah kredit melalui bank btn tapi atas nama tunangan saya karena dia memenuhi syarat kpr sedangkan saya tidak karena seorang pelaut.karena kami tidak jadi menikah.saya ingin memindahkan atas nama dia menjadi nama saya.kalau melalui perjajian bawah atau notaris saja,dia tidak mau karena dia keberatan jika terkendala ambil kreditan rumah yg baru apabila BI checking tidak setujui.gmn caranya karena kami ingin cepat2 pindahkan namanya.

    • Baiknya langsung dikonsultasikan ke BTN aja Pak…

      Apakah nanti prosesnya harus seperti jual beli biasa (buat Akta Jual Beli dsb dsb)? atau mungkin bisa memakai Akta Hibah?, nanti Pihak BTN yang berwenang memberikan petunjuk.
      (Karena Pihak BTN yg memegang Sertifikat Asli rumah)

  40. Siang Mas Riva,

    Mau nanya dung…

    Apakah kalo beli perumahan ditangerang harus memakai KTP, KK tangerang ?
    Sedangkan KTP masih kota asal alias bukan asli tangerang

  41. Malam mas riva, mau nanya seputar balik nama KPR donk mas, semoga bisa bantu yaa..

    Tmen kantor sy ambil KPR di tgrg, sesudah interview oleh BTN hasilnya di Acc. Tinggal bayar DP sekitar 20 jt. namun ada musibah keluarganya, shg ybs tdak jadi, yaudah sy mau, sehingga sy yg bayar DP tsb.

    Singkatnya rumah tsb sudah sy tempatin 1,5 tahun & semua surat2 dari BTN ada di saya. Namun masih atas nama temen sy.

    Skarang sy pengen urus balik nama rumah tsb, biar jadi atas nama sy. Kira2 prosedurnya gmana & perkiraan butuh biaya berapa ?

    Mohon pencerahannya mas, terima kasih sebelumnya..

    • Prosedur yang saya tahu pas tahun 2013 kemarin (Mungkin di tahun 2014 ini sudah ada perubahan) : Mas & Temen Mas pergi ke BTN, ada formulir yang harus diisi & ditanda tangan oleh kedua belah pihak. Persyaratan yg harus dilengkapi lumayan banyak seperti Surat keterangan Penghasilan, Copy KTP, KK, Rekening Koran,Kuitansi DP dsb. lalu pihak Bank nanti menganalisis permohonan Mas….beberapa waktu kemudian Pihak bank mengeluarkan keputusan disetujui atau ditolak. Prosesnya hampir sama kyak beli rumah baru.

      Mengenai Biaya, lebih baik dikonsultasikan langsung sama pihak bank aja Mas. (Biaya Notaris, Pajak Pembelian, Pajak Penjualan dsb)…*Sekalian nanya Tata Cara/ Prosedur Balik nama yang lebih Update.

  42. Siang mas riva,
    Saya rencana maw jual rumah dan teman saya yg akan beli dg cara proses take over credit, saya bingung menentukan DP atau uang yg saya dapatkan setelah rumah itu terjual, dg gambaran :
    Harga awal pembelian 293.500.000 mei 2013
    DP awal pembelian 59.248.000
    Pinjaman bank 234.000.000
    Total penambahan renov 51.000.000
    Cicilan 8 bulan 19.831.272 juni 2014
    Krg lbh sisa pokok angsuran bank 226.000.000
    Utk harga jual rumah saat ini dr developer 390.000.000
    Mhn bantuan utk menghitungkan harga jual rumah yg wajar jika saya jual :
    1. Cash
    2. Take over credit (besaran rupiah yg saya dapat sbg DP dan sisa yg harus dibayarkan oleh pembeli)
    Mhn pencerahannya mas riva, tks

    • Harga jual saat ini dari Developer kan 390jt (Kondisi rumah baru yg belum di renovasi)…jadi klo Mba Fiqi mau jual Cash diatas 390jt menurut saya masih wajar, karena Rumah yang akan Mba Fiqi jual sudah direnovasi. Tapi klo harga jual rumah kan memang terserah mba Fiqi yang menentukan, bisa dijual diatas 390jt, atau klo mo ngasih discount banyak ke pembeli… bisa juga dijual dibawah 390jt 😀

      1. Jika Cash
      Misal Mba Fiqi mau ngambil keuntungan 50jt maka harga jualnya adalah : DP + Biaya Renov + Cicilan 8 Bln + Sisa Pokok Angsuran Bank + 50jt = 406jt (dengan catatan pajak-pajak & biaya notaris ditanggung pihak pembeli)….jadi Pihak Pembeli harus menyiapkan uang 406jt cash + biaya pajak-pajak & Notaris.
      Prakteknya, Pihak pembeli Split uangnya jadi Tiga, 180jt diserahkan ke Mba Fiqi…226jt dipakai untuk melunasi sisa pokok angsuran di Bank, sisanya untuk biaya pajak & notaris. lalu setelah itu Sertifikatnya diambil dari Bank oleh mba Fiqi lalu diserahkan ke Pihak Pembeli/Notaris untuk dibalik nama.

      2. Jika Take Over Kredit (Resmi)
      Sedikit agak Ribet…& ada info dari beberapa komentar di blog ini bahwa take over kredit sekarang sudah tidak bisa dilakukan lagi, jadi Mba Fiqi harus menanyakan ke Bank apakah proses take over kredit masih bisa dilakukan atau tidak.
      Jika masih bisa dilakukan ..maka besaran DP harus menyesuaikan dengan kemampuan finansial Calon Pembeli & Persyaratan Minimun DP dari Bank. Misal harga jual rumah cashnya 406jt. misal syarat minimun DP Bank 20%…maka Pembeli harus memberikan DP ke mba Fiqi minimal Rp 81jt…sisanya dibayarkan oleh pinjaman dari pihak Bank…hasil akhirnya sie sama aja seperti jual cash. Mba Fiqi dapet 180jt, sisanya dipake buat nutup sisa pokok angsuran bank…lalu selanjutnya Pihak Pembeli membayar Pinjaman KPR atas nama dia sendiri.

      – Jika Over Kredit (Dibawah Tangan/tidak resmi)…proses mudah, tapi tidak direkomendasikan
      Mba Fiqi tinggal kurangkan aja Harga jual cash (misal 406jt) dikurangi sisa pokok angsuran bank (226jt) dikurangi biaya untuk bikin Akta Notaris (sekitar 3jt)….mba fiqi dapet uang 180jt-an selanjutnya pihak pembeli membayar angsuran bulanan memakai nama mba Fiqi…jadi klo pihak pembeli telat bayar angsuran maka nama yang kena BI Checking adalah nama Mba Fiqi….& berhubung status hutang atas rumah tersebut masih tercatat atas nama mba Fiqi, maka Mba fiqi akan kesulitan untuk membeli rumah ditempat lain karena terkendala Rumah yang belum lunas tersebut.

      Kira-kira seperti itu Mba… mohon jawaban saya diatas hanya dijadikan referensi saja, karena saya juga hanya nasabah yang pernah mengurus KPR, *bukan Pegawai Bank yang sehari-hari ngurus KPR 😀

  43. Selamat siang Mas Riva,
    Saya mau nanya seputar masalah sertifikat rumah di perumahan yg saya tempati sudah mau 5 tahun belum selesai dengan KPR BTN.
    Pertanyaan saya sbb :
    1. Berapa lama pengurusan sertifikat yg sebenarnya dari sy Akad kredit?
    2. Tanggung jawab bank seberapa besar terhadap Debitur ?
    3. Apakah Bank akan lepas tanggung jawab mengenai surat2 sertifikat rumah kepada Debitur ?
    4. Apa dampaknya apabila saya dan semua warga berhenti membayar cicilan KPR BTN ?
    5. Melihat kondisi sekarang ini pihak Developer sudah kolap apakah yg saya harus saya lakukan ?
    6. Apakah pihak BTN dapat mengeksekusi lelang apabila sertifikat belum ada ?

    Mohon pencerahan mas riva,
    Terima kasih…

    • Dari 6 pertanyaan Pak Sofian, yang ada bayangan untuk saya jawab hanya pertanyaan nomor 1 Pak…itupun sudah saya tuliskan di artikel diatas (Kata Petugas BTN Cabang Tangerang rata-rata proses sertifikat itu sekitar 1 Tahun)

      Untuk Pertanyaan lainnya silahkan menghubungi Pihak terkait secara langsung. Atau kalau Pak Sofian belum sempat menanyakan langsung klo gak salah di BTN ada fasilitas nanya-nanya secara online, namanya BTN Care, alamat web-nya di : http://www.btn.co.id/Layanan/BTN-Care.aspx

  44. slamat sore, saya mau sharing ni, saya pernah mengambil KPR di BTN di sulawesi, karena tuntutan pekerjaan, saya di mutasi ke Jawa. Rumah KPR saya baru jalan 3 tahun.
    Saya mengambil jalan pintas menjual rumah tersebut ke pihak ke 3 (oper kredit) namun hanya di bawah tangan.
    Masalah nya timbul beberapa tahun kemudian, sekitar 4 tahun setelah saya jual, ketika saya akan mengambil KPR di bank lain, sekarang status saya kena BI cheking, ketika di cek ternyata masalahnya ada di KPR yang pernah saya ambil lalu, orang yg ambil alih kredit saya tersebut pembayarannya ke BTN selalu terlambat, kadang sampe 4 bulan, sehingga recording saya dalam pembayaran kredit jadi jelek
    yang saya mau minta pencerahan, ada gak cara supaya saya bisa memutus proses kredit yang sedang berlangsung sekarang ke pihak Bank, karena pembeli lalu setiap saya hubungi selalu dia tutup, gak mau angkat telp saya. mohon solusinya bagi yang bisa kasih pencerahan ke saya.

    • Berhubung Pak Denny sudah mutasi ke Jawa, coba googling nomer telpon BTN tempat dulu ambil KPR di Sulawesi, coba tanyakan via telpon dulu tentang proses menutup KPR lama opsi-nya apa saja. Setelah mendapat jawaban dari BTN baru pak Denny mengambil langkah-langkah berikutnya.

    • Selamat malam.. mas saya mau nanya… saya over take rumah yg baru di cicil 5 bulan. Overtake melalui notaris. Dan sudah jadi akta jual beli.. surat kuasa ambil alih… surat kuasa ambil sertifikat. Nah saat saya akan melakukan pembayaran buku tabungan masih atas nama pihak pertama. Saya ke bank dan di tidak bisa saya menggunakan buku tabungan pihak pertama. Saya di suruh buat buku tabungan dan di kasih nomer rekening debitur jadi sistemnya skrng saya transfer kalo mau setor… nah bagaimana bila saya pengen buku setoran rumah saya di debit langsung dri buku tabungan dan bagaimana cara balik nama sertifikat. Mkasih

      • Tahun 2013 kemarin saya juga Over Kredit melalui Notaris, sudah dapet beberapa dokumen dari Notaris tapi pas saya tanya ke Bagian KPR BTN (seperti yang saya tulis di Artikel atas)…ternyata kategori Over Kredit yang saya lakukan masih Over Kredit tidak resmi pak…masih dibawah tangan karena dulu tidak melibatkan Pihak BTN.

        – Untuk masalah debit langsung dari buku tabungan, pada tahun 2013 kemarin saya ke Customer Service BTN sambil membawa copy dokumen dari notaris, ngisi formulir dan bulan selanjutnya sudah auto debet dari rekening tabungan saya ke rekening debitur pihak penjual;
        – Untuk Balik Nama Sertifikat saya menghubungi bagian KPR BTN…ngurus Take Over secara resmi (Mengisi Permohonan KPR atas nama saya, Melampirkan persyaratan yg lumayan banyak, Ngurus Pajak Penjualan & Pajak Pembelian, Akad…lalu sertifikatnya bisa dibalik nama)

        * Untuk Informasi yang lebih Update silahkan menghubungi Customer Service BTN & Bagian KPR BTN.

  45. Mlm maz!” aku mau tnya..
    Blm lma ini aku bli rmh over kredit dgn hrg 75 jta sisa kredit 2 thn7 bln.dcek kbank BTN kira” 18.5jt.kira kl aku lunasin sisanya bisa lgsung balik nma gk yach dan biaya prosesnya brp ribet/ gk.caranybgmn

    • Klopun KPR nya dilunasin yang boleh ngambil Sertifikat dari BTN hanya pihak penjual.

      Mungkin simulasinya seperti ini :
      1. Mas Sambodo ngelunasin Sisa KPR
      2. Minta tolong Pihak Penjual untuk mengambil Sertifikat & Dokumen lain yang masih atas nama pihak penjual
      3. Menghubungi Notaris untuk bikin Akta Jual Beli & Balik Nama Sertifikat …sekalian ngurus pajak penjualan & pajak pembelian.
      4. Beberapa bulan kemudian sertifikat sudah balik nama.

  46. sore mas riva,,,,mau tanya nih,,,,saya beli rumah over ceridit dgn harga diel 80jt sisa angsuran 471.000= 9th lagi,,dan bila di lunasi cicilan di bank 9 th nominalnya 38jt lagi kata sipenjual,,pertayaan saya :
    1. pembelian rumah sy DP degan 38jt untuk pelunasan kpr bank setelah sertifikat keluar baru saya lunasi dengan catatan surat rumah itu nati dibalik nama dgn atas nama sy,,,
    2. syarat2 apa saja itu melakukan trasaksi itu biar cepat selesai dengan prosedur
    tolong dibalas mas,,,sy ucapkan terimakasih,,,

    • Untuk Prosedur terbaru lebih baik ditanyakan langsung ke Pihak Bank.

      Pengalaman saya di tahun 2013, untuk Over Kredit Resmi itu Pihak Penjual & Pembeli harus datang ke Bagian KPR BTN…ada formulir yang harus diisi kedua pihak…setelah itu Pak Zaky melengkapi persyaratan seperti Surat Keterangan Penghasilan, Rekening Koran 3 bulan terakhir, Copy KTP, KK dsb.

      Jika Permohonan Pak Zaky disetujui, pajak penjualan & pajak pembelian sudah diurus nanti dilakukan Akad dengan memakai Notaris rekanan Pihak Bank, setelah itu Sertifikat mulai proses balik nama ke Pak Zaky & Pak Zaky mulai mengangsur atas nama Pak Zaky sendiri.

      Kira-kira gambarannya seperti itu, untuk informasi terbaru lebih baik menanyakan ke Pihak Bank Langsung.

  47. permisi gan selamat siang… mau tanya … kalo saya punya angsuran di bank lalu atas nama saya di ganti nama orang lain bisa gak …. mohon pencerahanya

    • Sepengetahuan saya Angsuran yang pertama harus dilunasi dulu, baru setelah itu bisa mulai proses balik nama

  48. Selamat sore mas, saya akan melakukan pembelian rumah didaerah Alamanda regency – bekasi. Dengan over kredit (dalam kasus ini saya berarti over kredit pihak ke 3, karena pihak pertama pernah melakukan over kredit ke pihak ke 2 dan pihak ke 2 melakukan over kredit kembali kepada saya). Pihak ke 2 ini melepas harga over kredit seharga 140jt dan sisanya masih ada 38kali lagi cicilan di BTN sebesar 650rb. Tetapi rumah tersebut masih atas dasar HGB, tetapi pihak pertama sudah mempersiapkan dokumen yg diperlukan untuk over kredit seperti KRP, KK pihak pertama dan Akta tanah dan bagunan asli. Menurut Anda akan lebih susah karena saya tangan ke 3 dalam proses ini.

    • Prediksi saya akan lebih susah karena nama pihak pertama (Nama disertifikat HGB) sama sekali gak kenal sama Mba Sonia (Pihak ke-3)…baiknya dikonsultasikan dengan Pihak Bank aja mba…lebih baik menyempatkan waktu untuk nanya ke Bank sebelum Deal.

  49. saya mau tanyA bagaimana jika siA mengoverkriditkan rumah sama siB sedangkan si A baru satu tahun memakai rumah tersebut dan di lanjutkan sama si B sampai lunas , setelah lunas si B ingun mengambil sertifikat ke bank btn Tapi ditolak ?, dengan alasan perjanjian A dan B di bawah hitam di atas putih cc rt/rw dan developer, mohon solusi supaya bisa di ambil

    • Pak Bayu harus minta tolong ke si A untuk mengambilkan sertifikat Pak,

      Untuk solusi lain saya kurang tau karena nama yang terdaftar di Bank memang si A. Jadi Pihak Bank pun biasanya hanya mau menyerahkan sertifikat ke si A.

      • Apakah surat kuasa dari si a menguat kan utk pengambilan sertifikat ke btn denganlampiran shgb dan ajb sedangkan si a berada di padang dan si b di batam mohon penjelasan ya
        terimakasih

  50. pak, saya pengen take over rumah saya,
    dulu saya DP 37juta, cicilan di bank baru dapat 5 kali.
    dulu KPR yang di setujui 250juta.
    ini gimana ya hitungannya klo mau ambil sertifikat d bank,,
    kira-kira butuh uang berapa pak,,
    mohon bantuannya,

    Terimakasih

  51. Mas Riva sy mau tanya, sy kredit rmh via bank BTN dgn DP 86jt dan angsuran perbulan 2,7jt sdh berjalan 6 tahun dan tersisa 9 tahun lg kreditnya ..pertanyaan nya :
    1.Jika saya mau over kredit apa yg harus sy lakukan agar uang DP dan angsuran yg telah sy jalani dapat kembali walaupun tdk full (agar tidakterlalu rugi)
    2 apakah bisa take over kredit melalu pihak bank BTN dengan keadaan bahwa saya belum mempunyai pihak yg mau TO kredit sy (pembeli)
    3.Solusi mas reva apa yg terbaik dgn intinya agar sy tidak rugi krn status rmh sy mau di lelang oleh pihak bank …
    Terima kasih atas pencerahan nya

    • Kalau yang saya tangkap, kondisi ideal yang diinginkan Mba Puspa seperti ini :

      * Ingin Uang DP & Angsuran 6 tahun kembali berarti Rp.86jt + (2,7jt x 72 bulan) = Rp. 280jt-an
      * Sisa Angsuran yang 9 tahun, saya tidak tau nilainya berapa…yang ini Mba Puspa harus nanya langsung ke Bank & Nanya Biaya Pinalti juga, tapi buat contoh kita sebut aja nilainya Rp. 150jt
      * Terus untuk mengalihkan rumah secara resmi perlu bayar Biaya Notaris, Bayar Pajak Penjualan & Pajak Pembelian …biaya yang ini saya juga gak tau, sebagai contoh kita sebut aja total Rp. 40jt

      Misalkan Mba Puspa menemukan Calon pembeli yang sanggup bayar Cash berarti total uang yang harus dikeluarkan pembeli adalah 280jt + 150jt + 40jt = Rp. 470jt

      Prosesnya :
      1. Pembeli tersebut Transfer ke Mba Puspa sebesar Rp. 280jt
      2. Pembeli tersebut bayar sisa KPR Mba Puspa di Bank (misal : 150jt)…jadi Rumahnya batal di lelang, lalu sertifikatnya diambil sama Mba Puspa & diserahkan ke Pembeli
      3. Lalu sama-sama ke Notaris…ngurus pajak penjualan & pembelian…proses balik nama sertifikat…lalu singkat cerita Selesai

      Untuk pertanyaan Nomor 1… Mba Puspa coba ke Bank dulu nanya berapa sisa angsuran yang 9 tahun itu & Biaya lain-lainnya (Supaya kalau ada pembeli yang berminat beli Rumah …mba Puspa bisa menjelaskan Harga Rupiah yang lebih Valid), sekaligus nanya Apakah Rumah tersebut bisa di Over kreditkan …atau apakah hanya bisa dijual ke pembeli yang memiliki Dana Cash?

      Pertanyaan No. 2 … Sepengetahuan saya tidak bisa.

      Pertanyaan No. 3 … Saran dari saya sih secepatnya aja ke Bank untuk mengetahui Angka-angka yang saya gambarkan tadi, lalu secepatnya pasang iklan di situs-situs jual beli rumah atau coba tawarkan ke kenalan-kenalan Mba Puspa.

      Kira-kira seperti itu Mba, semoga bisa membantu…

  52. Mas riva saya mau tanya saya mau beli rumah over kredit dengan harga 80juta dengan cicilan 665rb sisa 13tahun.penjual dulu dp 20jt dan sudah jalan 3tahun. saya sanggup bayar dengan 80 juta
    A.terus apakah saya hanya meneruskan sisa cicilan apa bisa berubah..saya rencana mengajukan. secara resmi.
    B.apa pantas harga 80 juta belum renov.klau tidak saya harus tawar brp?
    Terima kasih sebelumnya

      • A. Waktu tahun 2013 kemarin saya sendiri pernah melakukan Over Kredit secara resmi pak..tapi menurut beberapa komentar pengunjung lain di Blog ini sekarang proses Over kredit sudah tidak diperbolehkan lagi…untuk yang satu ini sebaiknya Pak Abdus Sukkur menanyakan langsung ke Bank

        B. Kalau untuk saya yang tinggal di Kota Tangerang, Harga 80jt itu wajar Pak…tapi untuk harga wajar tiap wilayah tentunya beda-beda…untuk harga wajar wilayah lain saya kurang tau

        Kalaupun misalkan Pak Abdus Sukkur jadi mengambil rumah itu secara tidak resmi (menyerahkan uang 80jt ke Pihak Penjual lalu setelah itu nyicil Angsuran tiap bulan memakai Nama Pihak Penjual)….Pak Abdus Sukkur harus tetap berhubungan dengan Pihak penjual karena suatu saat nanti ketika Angsurannya sudah lunas…yang bisa mengambil Sertifikat di Bank hanya pihak penjual.

  53. Maaf. Pak mau tanya lagi misal saya mau beli rumah penjual bilang kalau cash harganya 160 juta kalau over kredit 80 jt
    A.yang saya tanya bisa tidak di beli cash sedangkan dia cicilannya masih sisa13 tahun..sebagai pembeli saya pengen cash ..prosesnya kebank dulu selesai sisa cicilannya apa kenotaris buat akad terus selesaiin cicilan apa gmna biar saya aman

    • Sepengetahuan saya kalau Cash bisa Pak. Kira-kira gambarannya seperti ini :

      Pak Abdus Sukkur & pihak penjual ke Bank, nanya dulu kalau pelunasan dipercepat berapa yang harus dilunasi , Apakah semua dokumen (Sertifikat, IMB dsb) sudah bisa langsung diambil setelah pelunasan & Untuk mengambil Sertifikat asli pihak penjual harus membawa apa saja (KTP Asli, Kartu Keluarga Asli & apalagi?) … & kalau bisa sudah ada Gambaran mau memakai Notaris yang mana…

      Setelah semuanya Oke ke Teller Bank untuk melunasi KPR Pihak Penjual.

      Setelah Lunas …Pihak Penjual ngambil sertifikat,IMB dan dokumen lainnya… lalu diserahkan ke Pak Abdus Sukkur

      Setelah itu sama-sama ke Notaris untuk bikin Akta Jual Beli, ngurus Pajak Penjualan, Pajak Pembelian …& balik nama sertifikat

      Paling yang harus dibicarakan sama pihak Penjual mengenai Biaya Notaris, Pajak Penjualan & Pajak Pembeliannya Pak….Apakah di tanggung berdua atau hanya ditanggung oleh Pak Abdus Sukur sendiri.

      Kalau ditanggung oleh Pak Abdus Sukur sendiri berarti Bapak harus menyiapkan dana cash lebih dari 160jt

  54. Pak saya mau bertanya, beberapa minggu yang lalu saya take over rumah tetangga, akta notaris sdh lengkap dibuat dan biaya sudah lunas ke penjual, pihak notaris menyarankan utk memberitahu pihak bank bawasanya sudah terjadi perpindahan kuasa dr penjual ke saya, tetapi yang anehnya pihak bank menolak pemberitahuan ini saya sebagai apa yang harus saya lakukan terimakasih

    • Saya juga mengalaminya waktu tahun 2013 Pak…(Seperti yang saya tulis pada artikel), waktu saya menulis artikel diatas saya juga membawa Akta Pengikatan Jual beli dari Notaris, tapi Pihak Bank menganggap itu proses tidak resmi / dibawah tangan.

      Waktu tahun 2013 saya akhirnya Take Over Hutang dari BTN ke BSM (Melunasi hutang yang di BTN dengan Dana KPR dari BSM)

      Tapi menurut beberapa komentar pengunjung Blog , proses take over sekarang tidak diperbolehkan lagi…(Pak Yuliyanto harus nanya ke Bank langsung mengenai ini)

      Jika ada uang Cash lebih baik sisa KPR pihak penjual dilunasi, terus minta tolong pihak penjual untuk ngambil sertifikat di Bank, setelah itu ke Notaris untuk Buat Akta Jual Beli , ngurus pajak penjualan, pajak pembelian & balik nama sertifikat.

      Jika belum ada Uang Cash berarti Pak Yuliyanto harus tetap berhubungan dengan Pihak Penjual karena jika suatu saat nanti angsurannya sudah lunas, yang dapat mengambil sertifikat di Bank hanya Pihak Penjual.

  55. mas mau tanya, saya rencana mau over kredit kpr, bagiman baiknya , atau caranya. harga rumah, 90 jt, cicilan 585rb, saya sudah 3 thn, sisa kpr 13 thn .
    caranya gmn,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,?

    • Baiknya coba langsung ditanyakan ke Bank …karena informasi yg saya tulis pada artikel adalah kejadian tahun 2013. (*Untuk informasi yg saya tau sudah saya tuliskan di artikel & pada komentar-komentar saya sebelumnya)

      Di Bank (Bagian KPR) coba tanya berapa sisa KPR yang 13 tahun tersebut & sekalian tanya jika ada rencana jual rumah secara over kredit, caranya bagaimana…

  56. mas sy mau tanya, saya rencana mau over kredit rumah KPR,
    1. apakah kpr subsidi bisa di over kredit
    2. berapa harga yg harus saya buka , harga rumah 90jt, DP kurang lebih 5jt
    trus saya sudah angsur selama 3thn, angsuran 585rb itu plat selama 15th.
    jadi sisa angsuran 12thn lagi, saya sudah bikin pagar depan kira2 habis
    5juta, jadi berapa yg harus saya buka harga……?

    • 1. Saya belum pernah menanyakan mengenai KPR Subsidi ke Bank jadi saya kurang tau
      2. Tiap wilayah perkembangan harga jual rumah-nya beda-beda ….kalau mau buka harga tinggal di hitung aja berapa biaya yang telah dikeluarkan selama ini & berapa keuntungan yang ingin diperoleh….

  57. assalamualaikum mas reva , sy mau nanya cara baliknama kpr bank niaga & berapa kira2 biaya balik namanya. apakah bisa balik nama sblm kreditnya lunas?

  58. Malem…
    Maaf ganggu…
    Mau tanya deh kak.
    Kan saya beli rumah baru,
    Udah akad kredit,
    Tapi belum di kasih kunci rumahnya.
    Nah pertanyaan saya,
    Apa akad kredit itu sudah di ACC dengan pihak bank?
    Dan kan saya abis akad kredit(yang belum di kasih kuncinya itu),
    Saya ambil kreditan motor,
    Itu ngaruh gak sih ke dalam Bank nya?
    Saya pake KPR bank BTN.
    Mohon bantuan nya untuk membalas pertanyaan saya
    Terima kasih

  59. Assalamualaikum wr wb.

    Mas saya mau tanya , untuk proses Over kredit secara tidak resmi atau di bawah tangan kan sudah saya lakukan . karena saya waktu itu sudah terlanjur bayar DP 15 juta , kalau tidak jadi DP saya hangus sekitar 50 % nya ke pembeli. karna saya sudah berkali kali mengajukan proses KPR selalu gagal , karna tidak bisa Joint Income Kakak adik (Anak). maka nya saya gmau over kredit secara resmi . takut gagal dan DP saya hangus .

    yang ingin saya tanyakan , Proses Over kredit yang tidak resmi itu tetap berlaku di lembaga hukum kan ? walaupun tidak berlaku di Bank .
    karna saya kan sudah punya Surat Kuasa beserta Kwitansi yang resmi , dan sudah saya urus di Notaris Developer Rumah tersebut .

    Notaris tersebut yang mengurus rumah tersebut dari awal , dan Notaris tersebut adalah bagian dari pihak developer yang menjual rumah tsb awal nya , developer tersebut pun sudah punya nama Perumahan2 yang lumayan ternama .

    Trimakasih , mohon bantuannya ..

  60. mau tanya pak. klau sy telat bayar angsuran kpr . misalnya 1 minggu, bagaimana, tlg di jelasjan………………?

    • Masuk ke Catatan Bank Bahwa Nasabahnya pernah telat bayar angsuran (tidak disiplin dalam melakukan pembayaran), sebaiknya segera dilunasi.

      Efeknya kalau kita mau meminjam dana lagi ke Bank, kedisiplinan kita dalam membayar Angsuran sebelumnya jadi faktor pertimbangan Bank untuk mengabulkan atau menolak permohonan kita.

  61. Mas riva sy mau tanya.sy ada rencana pembelian rumah scr over kredit si daerah tangerang. Pihak penjual memakai kpr btn selama 15 thn dan sdh berjalan selama 16 bulan dgn cicilan 2, 5 jt per bln. Sy sdh deal di harga 110 jt. Nah pihak penjual memakai notaris utk melakukan transaksi bawah tangan dgn sy dan memakai cc tembusan bank di surat perjanjiannya utk mengetahui telahbterjadi alih debitur. Karena utk over kredit resmi pastinya butuh biaya lg. Ada bbrp pertanyaan :
    1. Kalo hal ini sy pending smp ada biaya utk over kredit resmi apakah bisa?
    2. Dan apakah nilai 110 jt sy sdh termasuk pengurangan hrg jual rmh?
    3. Brp biaya resmi yg hrs sy keluarkan utk proses over kredit resmi di btn?
    Terima kasih atas jawabannya.

    • Yang saya tangkap Pak Jodi menyerahkan Uang 110jt ke Pihak Penjual, setelah itu Pak Jodi mengangsur 2,5jt perbulan sekitar 13 tahun lagi…tapi bayar angsuran per bulannya masih atas nama Pihak Penjual. (Perkiraan kasar saya dengan Angsuran per bulan 2,5jt & masa angsuran 15 tahun berarti Utang Pokok Pihak Penjual ke Bank mungkin sekitar 150jt)

      Jawaban saya :
      1. Kalau penjualnya bisa dipercaya silahkan aja di pending, terserah kesepakatan 2 pihak. Tapi kalau tidak ada dokumen sama sekali sepertinya agak riskan karena pak Jodi mengeluarkan 110jt, bukan jumlah yg kecil;
      2. 110jt bisa dibilang DP (Anggap saja harga jual rumah adalah 110jt + 150jt = 260jt) belum termasuk Pajak Penjualan, Pajak Pembelian & Biaya Notaris
      3. Tulisan saya diatas adalah tulisan tahun 2013, ada yg bilang klo aturan dalam over kredit rumah secara resmi sudah berubah (Kalau dihubungkan dengan contoh Pak Jodi, aturan baru tersebut mengharuskan Pihak penjual melunasi utang yg sekitar 150jt di Bank, mengambil sertifikat baru setelah itu bisa dijual ke Pak Jodi seharga 260jt)…Pak Jodi sebaiknya menyempatkan waktu untuk konsultasi langsung ke BTN mengenai cara Over kredit resmi yg berlaku sekarang. Mengenai Biaya Over Kredit Resmi, silahkan ditanyakan langsung ke Bank (Meliputi berapa sisa angsuran pihak penjual di Bank, perkiraan Pajak Penjualan, Pajak Pembelian & Biaya Notaris)

      Baiknya Pak Jodi ke BTN bareng sama Pihak Penjual

      Ini pertanyaan-pertanyaan saya tentang Over Kredit di tulisan sebelumnya, mungkin bisa membantu : http://blog.rivaekaputra.com/2013/05/05/opsi-over-kredit/

  62. Saya mau menanyakan sertifikat saya diperumahan pesona Laguna 2 blom kluar -2 pak sudah 3 tahun , sedangkan menurut ketentuan sertifikat jadi setelah 1 tahun, kemana saya harus melapor ya pak, trimakasih

  63. Selamat Sore Mas,
    Saya salah satu nasabah KPR di bank Konvensional sudah mengambil Rumah di daerah Cimanggis – Depok, yang mau saya tanyakan adalah perhitungan angka jika saya mau Take Over KPR ke bank Plat Merah
    berikut Rinciannya
    1. Harga Rumah (tahun 2009) Rp. 256.000.000,-
    2. Dengan DP 10 % (Rp.25.600.000,-)
    3. Sudah Berjalan selama 5 Tahun (60 bln)
    4. Bulan yang saya bayar selama ini +/- Rp. 2.500.000,- flukuatif
    berarti kira kira (Rp. 150.000.000,- yang sudah masuk), sekarang bunga bank 13,75% (tenor 18 tahun)
    5. Sisa Pinjaman saya sekarang di bank Rp. 209.000.000,- * waw shock juga

    pertanyaan kedua adalah apakah kalo Take Over KPR ke bank lain harus dengan harga rumah yang sekarang dari developer atau dengan sisa Hutang saya dikurangin uang yang sudah atau gimana mohon pencerahannnya.

    Terimakasih sebelumnya…
    best regards Dony

    • Saya belum pernah mengalihkan KPR yg saya punya ke Bank Lain Pak Dony, jadi saya kurang tau prosedur Detail-nya seperti apa…

      Kalaupun proses Take Over masih bisa dilakukan (*ada beberapa komentar di Blog ini yg mengatakan bahwa sekarang proses take over sudah tidak diperbolehkan), sepengetahuan saya kita harus nanya dulu ke Bank yang memberikan KPR awal berapa sisa hutang pokok KPR kita & berapa biaya Pinalty jika kita melakukan pelunasan dipercepat….lalu setelah mengetahui data tersebut kita semacam memohon KPR baru Ke Bank yang akan Pak Dony Pakai sebesar Sisa hutang pokok KPR Lama + Pinalty)

      Untuk jawaban lebih akurat sebaiknya dikonsultasikan ke Pihak Bank langsung.

  64. Salam kenal mas riva, maaf mas mo tanya kl take over kredit rmh seken yg kena lelang, bisa ga ya ?! Dan caranya gmna kl bs….trims

    • Mengenai lelang saya kurang paham mba Pipit…

      Mungkin harus nanya langsung ke pihak Bank yg memutuskan untuk melelang rumah nasabahnya, atau mungkin ke Kantor lelang (saya kurang tau)

  65. mau tanya mas riva, mungkin udah sering ditanyain , hampir2 mirip kayak diatas cuman masih bingung.
    Saya mau ambil rumah take over sodara sendiri siy, angsuran baru berjalan 2 bulan . Harga rumah 238 , total DP +angsuran 2 bulan+ lain2 = 28.9 . Jadi dia minta penggantian total segitu, trus angsuran selanjutnya saya yg bayar , perbulan 2,1 selama 20 tahun.
    Karena belum setahun kayaknya saya baca2 diatas belum bisa diproses di bank karena belum pecah sertifikat. Klo saya bayar total diatas + lanjutin dulu angsurannya trus nanti setelah setahun/pecah sertifikat saya proses di bank masalah atau tidak ? .
    Hal2 apa yg harus disiapkan ya sebelum saya ajuin kpr baru di bank nanti, terkait biaya , apakah nantinya saya keluar uang lagi dlm jumlah nominal besar , karena secara dp+angsuran sudah sy bayarkan ke penjual ?
    bisa lanjuti saja atau tidak ya, hanya ganti nama saja gitu ? , Atau baiknya gimana ya ?
    Maaf kepanjangan nanyanya , lagi bingung hehehe ..
    Thanks

    • Klo saya bayar total diatas + lanjutin dulu angsurannya trus nanti setelah setahun/pecah sertifikat saya proses di bank masalah atau tidak ?

      Proses di bank setau saya memang harus nunggu sertifikatnya selesai dulu

      Hal2 apa yg harus disiapkan ya sebelum saya ajuin kpr baru di bank nanti, terkait biaya , apakah nantinya saya keluar uang lagi dlm jumlah nominal besar , karena secara dp+angsuran sudah sy bayarkan ke penjual ?
      bisa lanjuti saja atau tidak ya, hanya ganti nama saja gitu ? , Atau baiknya gimana ya ?

      Baiknya Pak Dwi & Sodaranya langsung konsultasi ke Bank mengenai rencana take over tersebut…di Bank nanti bisa nanya persyaratan untuk take over apa aja, biayanya berapa…bisa minta formulir KPR dulu dsb…pokoknya ditanyakan se detail-detailnya ke Bagian KPR Bank….setelah itu baru Pak Dwi mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya sesuai arahan dari Bank
      (atau klo sodaranya belum sempat ke bank…Pak Dwi sendiri dulu aja yg pergi ke Bank)

  66. Mau nanya mas
    Pihak pertama jual rumah udah lunas tapi untuk sertifikat lagi di agungkan ke bank danamon terus saya (pembeli ) udah sepakat harga 180 jt .rencana saya kpr karena duit kurang .kpr yang baik di danamon apa btn ya .pinginnya sih di btn minta saran mas makasik

    • Secara teori bisa dilakukan….

      Yang jelas Bapak harus ke Bank Danamon dulu…nanya berapa nilai rupiah yang harus dikeluarkan untuk melunasi hutang pihak pertama. Jadinya nanti nilai pelunasan tersebut mengurangi nilai plafon KPR (Danamon / BTN)…

      Kalau menurut pendapat saya lebih baik mengajukan KPR ke-2 tempat aja sekalian (Danamon & BTN) …. setelah ada keputusan dari 2 Bank tersebut Pak Dul ngambil mana yang terbaik….ada koq yang mengajukan KPR ampe ke 5 Bank…..jadi klo mengajukan KPR ke 2 Bank itu hal yang biasa…..paling Pak Dul harus mengeluarkan biaya lebih untuk biaya Appraisal.

  67. Dear All,

    Saya mau tanya jika saya mau take over rumah subsidi, apakah saya masih bisa membeli rumah subsidi kembali dengan catatan memakai nama yang sama?

  68. Assalamualaikum wr.wb.. Maaf mas sya mau tanya..bisakah sya melakukan over kridit rumah tpi cicilan bru berjalan satu tahun..? Terima kasih..

    • Coba tanya ke Pihak Bank-nya mas (Didampingi Pihak Penjual) Sertifikat rumah yg mau di over kredit udah selesai proses atau belum….& klo udah di Bank bisa sekalian nanya syarat-syarat over kredit yg terbaru gimana…

  69. Salam mas riva, saya baru ambil rumah kpr subsidi BTN dengan cicilan 16 thn udah dapat 1 tahun, dan sekarang mau saya jual dengan cara over kredit, bagaimana caranya ya mas biar proses jual beli aman? Apakah bank BTN mau memfasilitasi? Trima kasih

    • Mengenai KPR Subsidi saya kurang tau, belum pernah menanyakan ke BTN…

      Sebaiknya ditanyakan langsung ke Pihak BTN aja Pak…supaya Info yg Pak John dapet bisa lebih akurat.

  70. assalamualikum wr..wb.. pak riva.

    web yg sangan bermanfaat,
    saya mau bertanya nie pak.
    saya rencana mau beli rumah secara take over sebesar 90 jt. sisa pinjaman di bank sktr 115 jt. cicilan perbulannya 1,7 jt selama 10 thn lg dngan tenor 12 thn. rumah saat ini sudah dibuat dapur.
    menurut pak riva berapa dana sesungguhnya yg saya harus siapkan bila saya akan melakukan take over secara resmi. dan kira2 berapa bank akan mengabulkan nilai kpr ulang saya.
    mohon penjelasan dan penjabarannya ya pak riva, trimakasiih.
    wassalam…

    • Wa’alaikum Salam wr.wb. Mba Heny

      Kalau mba Heny memiliki uang Cash cukup berarti Mba Heny menyerahkan uang ke pihak penjual 90jt, melunasi sisa angsuran KPR pihak penjual yg sekitar 115jt & Biaya lainnya (Pajak Penjualan, Pajak Pembelian & Biaya Notaris = mungkin sekitar 15jt)…total yg harus mba Heny keluarkan berarti Rp 90jt + 115jt + 15jt = 220jt

      Kalau belum ada uang Cash, misalkan Mba Heny sekarang baru ada uang Cash 90jt, berarti sisa 130jt-nya mba heny mengajukan permohonan KPR ke Bank sebesar Rp 130jt….

      Mengenai berapa kira-kira bank akan mengabulkan nilai KPR Ulang, saya gak bisa jawab karena itu wewenang Bank…Nanti Pihak Bank akan menilai kemampuan finansial Mba Heny & Lihat Hasil Penilaian Bank (Appraisal) terhadap harga wajar rumah yg akan Mba Heny beli…

      Kira-kira gambarannya seperti itu mba, untuk angka-angka yg lebih akurat lebih baik Mba Heny langsung menanyakan ke Pihak Bank.

  71. Gini saya mau tanya,saya membeli rumah over kredit de pihak pertama,berarti saya selaku pihak ke2,dan sekarang saya mau jual le pihak ke3,sayangny pihak pertama sudah menghilang jejakny,dan waktu saya beli rumah cuma melalui notaris dengan surat kuasa aja,tnpa melibtkan bank,pertanyaan saya apakah rumah saya masih bisa dijual,tapi jg msh meneruskan cicilan

    • Nanti kasihan Pihak ke-3 nya… misalkan dia mau ngurus balik nama secara resmi tapi dia sama sekali gak kenal sama pihak pertama & pihak pertamapun gak kenal sama pihak ke-3…jadinya repot kedepannya.

      Klo dijual secara resmi sih sepengetahuan saya tidak bisa mba Maia.

    • Mba maia saya ada niat beli rumah over kredit cm lihat kejadian mba maia jd agak kwatir apa lg dengan membaca blog ini jd lbh paham cm mslhnya untuk mengajukan KPR itu sangat sulit,kalau boleh saya tahu dulu mba maia beli rumah over kredit info dr internet?bisa menghilang jejak pemilik pertama mba maia tidak tahu tmpt tinggal nya dr awal atau bagaimana?mohon bantuan nya mba krn saya sangat ingin memiliki rumah sndr,trims

  72. mau nanya mas, waktu dulu sy akad kredit byk orang yg ngajuin kpr tp tidak menggunakan data diri yg benar, artinya entah tgl lahir dirubah ato apa tdk sesuai ktp asli, waktu buka rekening jg make data yg dirubah ini, ini katanya saran dr mkt bagi yg tdk lolos cek bi, dimn mkt sudah yakin ybs mampu mbayar kreditnya, yg sy tanyakn nanti klo mau ngerubah ke data yg asli gmn caranya, jd penasaran sy krn ternyata byk jg yg caranya begini, terimakasih

    • Saya malah baru tau klo ada Marketing yg menyarankan seperti itu…untuk merubah data yg dipalsukan menjadi asli lagi saya kurang tau….saya pernah ke Bank untuk memperbaiki data tapi hanya untuk update alamat rumah aja karena memang saya waktu itu pindah rumah….& Klo kita pergi ke Bank untuk memperbaiki tanggal lahir sepertinya itu sesuatu yg aneh.

  73. Salam pak rivan, perkenalkan saya jack, agen property amatir di surabaya.. Yg ingin saya tanyakan, apa kita bisa mendapat kepastian apakah nanti klien saya (sebut saja pak aldi) bisa mengajukan kpr ke BT*?? Sementara ini pak aldi baru membayarkan UTJ ke salah satu apartemen di kota surabaya.. Saya dulu bertanya pada bos saya, sebelum pak aldi membayar UTJ, bahwa hal itu(mengecek kepastian untuk KPR) bisa dimungkinkan.. Nanti dibantu urus oleh bos saya, akhirnya saya bisa meyakinkan pak aldi untuk membayar UTJ dulu.. Nah skrg stlh UTJ dibayarkan, bos saya seakan lepas tangan dan blg hal itu tidak bisa.. Jadi harus melunasi DP terlebih dahulu baru bisa diurus KPRnya.. Saya mencoba berbagai cara.. Mulai dari mengajukan ke loan officernya bank BR* ( katanya masih diproses dan sudah 1 stgh bulan belum kunjung keluar hasilnya), sampai minta bantuan ke bank BT* .. Lalu menurut bapak apa yg harus saya lakukan?? Pak aldi mengancam akan menuntut saya ganti rugi uang UTJ kalau tidak ada kepastian KPR, saya juga ragu meminta pak aldi untuk bayar DP dulu, karna tanggungan saya akan jauh lbh besar.. Dari semula pak aldi ingin ada nya kepastian.. Krna dia memang blm punya bbrp dokumen seperti SPT Pph, Trimakasih banyak atas perhatiannya..

    • Untuk proses Detail seperti itu saya kurang tau Pak, saya malah gak tau UTJ itu apa?

      Seingat saya dulu waktu beli rumah istilah yg saya temukan hanya seputar Booking Fee, DP & KPR. Mohon maap saya tidak bisa bantu.

  74. Salam Mas Rivan,

    Kebetulan saya juga ambil rumah di daerah tangerang, dan menggunakan jasa Bank BTN Tangerang.
    Yang saya mau tanyakan, saya sudah mencicil rumah selama hampir 2 thn dengan jangka waktu pembayaran 20 thn, jdi masih ada 18thn lgi.
    Saya rencana mau over kredit rumah saya, tpi saya masih bingung prosesnya seperti apa, klo dari sisi developer dia menyetujui untuk membantu proses ke notaris. Tpi setahu saya klo langsung ke notaris jatuhnya di bawah tangan, dan proses nya akan ribet kedepannya, karna pihak bank tidak mengetahui.
    Mohon sarannya dari mas, prosesnya harus seperti apa?
    dan seperti apa perhitungan biaya nya?
    Oiya untuk sertifikat sampe saat ini saya blm terima, apa harus terus ditanyakan ke pihak developernya?
    Terima kasih ya mas, semoga segera di balas pesannya..

    • Saran saya, langsung ditanyakan ke Bank BTN-nya aja Mba Imel…
      – Pertama nanya prosedur resmi yg berlaku sekarang mengenai tata cara mengalihkan rumah / Over kredit, perhitungan biaya dsb
      – Nanya Saldo Pokok Utang KPR, Siapa tau nanti Mba Imel ketemu Calon Pembeli yg mau bayar Cash
      – Minta Formulir pengajuan KPR , karena ada kemungkinan calon pembeli rumah mba Imel memakai KPR juga
      – & Sekalian tanya aja ke BTN, sertifikat a.n. Mba Imel udah ada di Arsip Bank BTN atau belum……*saya dulu ngambil COPY sertifikat yg udah dibalik nama di BANK …bukan di Developer.

      Setelah menanyakan hal-hal diatas ke BTN, Mba Imel bisa menawarkan rumah tersebut ke calon pembeli…& Jika Calon pembeli nanya-nanya status rumah dsb, Mba imel bisa menerangkan proses jual beli yg di inginkan Mba Imel secara jelas ke Calon Pembeli

      • Terima kasih ya mas untuk penjelasannya..
        Sudah sangat jelas, semoga nanti tidak dipersulit oleh pihak BTN nya,,hehe

  75. Mas, mau bertanya tentang kredit rumah. Rumah saya masih status PPJB sementara untuk AJB membutuhkan biaya yang tinggi. Saat ini kondisi rumah saya rusak sehingga saya harus renovasi rumah. Dengan status PPJB saya ingin mengajukan kredit ke bank namun ada kesulitan dengan status rumah saya. Maksud saya saya mengajukan kredit sekalian proses AJB yang biayanya dari kredit itu. Apakah ada bank yang dapat memberikan pinjaman dengan status rumah saya seperti itu. terima kasih mas. Mohon infonya

    • Sepengetahuan saya tidak ada Bank yang mau menerima Jaminan rumah yg statusnya masih PPJB…

      Paling Jenis Pinjaman yg bisa diberikan Bank yg Sifatnya KTA (Kredit Tanpa Agunan) yg mana bunga pinjamannya KTA biasanya lebih tinggi dari KPR….

  76. Saya boim…
    Rumah saya di pekanbaru mau saya oper kredit
    Harga waktu saya akat 66jt
    Dan skrg d prum. Saya tinggal harga jual rumah baru mencapai 115jt .
    Pertanyaan saya
    a. Dg sisa hutang 54jt apakah pantas saya oper kteditkan 65/79jt angsuran 660/bln masih 11 th lagi???
    b. Administrasi apa saja yg harus saya persiapkan sebelum nya

    Terimakasij

  77. Mas riva saya wahyu,
    Saya mau tanya,saya sudah kredit rumah di bank btn sekitar 3 th. Kira kira surat surat apa saja ya yang harusnya saya terima untuk bukti bahwa itu rumah sedang proses milik saya. Terima Kasih mas,

    • Saya tahun 2013 kemarin jadinya ngambil di BSM…

      Pas habis Akad saya langsung dapet dokumen-dokumen seperti yg saya tulis di artikel ini : http://blog.rivaekaputra.com/2013/09/18/akad-kpr-bsm-finally/

      Terus katanya 6 bulanan kemudian saya bisa ngambil copy akta jual beli, copy sertifikat yg sudah dibalik nama ke saya dan dokumen-dokumen lainnya

      Sekitar 6 bulan kemudian saya ke BSM, katanya dokumennya udah ada tapi belum di fotocopy….berhubung sepertinya mereka lagi sibuk saya tinggal dulu…

      terus baru sempat ke BSM beberapa bulan kemudian…saya dapet 1 amlop tebel yg berisi dokumen-dokumen yg sudah difotocopy…diantaranya copy sertifikat, copy akta jual beli .

  78. Mas riva,sy bu yogi. Mau tanya mas ,rumah sy sdh lunas 3 th yg lalu tapi sertifikat rumah belum jadi,pas kami ke BTN di bekasi dekat perumnas satu.kami ketemu dgn orang develovernya itu pun atas bantuan orang btn ,ternyata tidak puas dgn jawabannya. Kami msh di janjikan sampai dgn bln desember kmrn,namun kenyatannya janjinya meleset dan tdk menggembiran,kami msh lg menunggu waktu yg tidak pasti. Pertanyaan sy bisa ga sertifikat kami ambil walaupun msh atas nama developer untuk di balik nama?

    • Pas Bu Yogi tanya ke orang developer tentang kenapa sertifikatnya belum jadi, jawaban dari orang developer-nya apa Bu?

      Sepengetahuan saya developer itu mengurus pemecahan sertifikat secara kolektif…jadi kalau diambil duluan salah satu kemungkinan besar tidak bisa.

  79. Selamat siang Mas, tanya info sekitar akta jual beli(aib) dan imb,status rmh tinggal saya saat ini masih kredit di btn, sdh berjalan 5 tahun, yang ingin saya tanyakan:
    1. Saya belum mendapatkan akta jual beli rumah(ajb),kapan saya bisa peroleh? Krn dua tahun sebelumnya saya pernah diminta tandatangan ajb oleh pihak notaris. Sedangkan surat yg saya pegang sampai saat ini adalah surat PPJB itupun fotokopian dr bank btn. Kemana saya harus tanya surat AJB rumah, ke bank?atau ke pihak notaris?
    2. Imb rumah saya saat ini blm diperoleh, apakah krn masih kredit dg bank btn sehingga imb tidak diserahkan? Ataukah saya tanyakan pada pihak pengembang rumah? Krn pernah saya tanya pihak bank btn, bahwa imb rumah saya statusnya di pihak developer,?
    Tks mas Riva.

    • Sepengetahuan saya, nanti pas rumah udah lunas semua dokumen-dokumen Asli diambil di Bank (Sertifikat, AJB, IMB dsb).

      Mungkin ada beberapa dokumen yg Aslinya belum ada di Bank (Seperti Sertifikat Asli yg masih proses balik nama)…tapi ujung-ujungnya setau saya harusnya disimpan di Bank sebagai jaminan.

      Jadi lebih baik ditanyakan dulu ke Bank…mana dokumen yg udah bisa diambil fotocopynya…mana yg belum.

  80. Selamat siang Mas Riva
    Saya mau tanya ttg imb dan ajb rumah, kebetulan saya kredit di btn depok.
    1.surat ajb blm saya dapatkan,saya hanya dapat PPJB fotokopi dr bank btn. Oya,,2 tahun lalu saya pernah diminta tanda tangan ajb oleh notaris.
    Selam kredit ini saya hanya pegang surat keterangan perjanjian kredit dengan btn diketahui notaris. Waktu itu.
    2. Imb pernah saya tanyakan k pihak btn, jawaban btn, imb masih di pihak developer. Padahal saya mau renovasirumah.kemana saya harus tanyakan imb tsb ke bank btn kembali ato k developer?
    Mohon bantuan info mas riva,tks

    • Sepengetahuan saya, nanti pas rumah udah lunas semua dokumen-dokumen Asli diambil di Bank (Sertifikat, AJB, IMB dsb).

      Mungkin ada beberapa dokumen yg Aslinya belum ada di Bank (Seperti Sertifikat Asli yg masih proses balik nama)…tapi ujung-ujungnya setau saya harusnya disimpan di Bank sebagai jaminan.

      Jadi lebih baik ditanyakan dulu ke Bank…mana dokumen yg udah bisa diambil fotocopynya…mana yg belum

  81. Selamat malam mas Riva saya mau tanya..sy kan ambil rumah di BTN tp komersil baru jalan 22 bulan kira2 klo di take over ke bank laen bisa gk ya??
    Dan klo seumpama’a bisa kira2 proses’a lama gk?? Mksh

    • Harus di cek dulu di BTN-nya…..Sertifikat & IMB udah ada di BTN atau masih proses balik nama?

      Jika Sertifikat & IMB sudah ada sepengetahuan saya bisa di Take Over ke Bank lain….prosesnya mungkin sekitar 2 mingguan…

      Untuk info lebih akurat lebih baik ditanyakan langsung ke pihak BTN & Bank lain yg akan Mba Aya pakai 🙂

  82. Mas tolong d jawab ya..karna saya butuh bngat masukan ini..
    Masalah nya bgni…saya kan ada kredit rumah…trs saya mau over k abang kandung sya…tapi yang dia aju kan bank buat kredit tu dana nya lebih dari harga rumah itu..misal nya rumah harga kisaran 600 juta tapi dana yang minta dia cair kan 1 milyar…”mungkin ada main sama orang bank jadi baru bisa cair”
    Yang mau saya nnya…apa kah ini akan jadi masalah hukum kedepan nya…
    Trus apa kah nanti nya sebagai pihak pertama juga terlibat hukum nya(kalau kedepan nya kreditan itu ngk mampu dibayar)..otomatis kan rumah d sita tapi yang jdi tnda tnya..rumah ngk semahal gitu kq dana bisa cair sebanyak itu…

  83. Pagi mas riva.
    saya mau tanya kalau untu refinance/top up KPR BTN itu biasanya bgaimana ya? apa biaya refinance/top up harus cash?
    terimakasih

  84. Siang mas Putra.
    Saya berminat ikut lelang kpr oleh bank, tapi sebelumnya saya sedang survey cara penjualan kembali hasil lelang tsb kepada bank untuk dikreditkan kembali. Apakah nanti bank langsung beli rumah saya tsb atau tunggu lunas?
    Mohon penjelasannya ya, terima kasih sebelumnya 🙂

    • Saya belum pengalaman dengan yg namanya ‘lelang kpr’ … gak ada gambaran sama sekali harus jawab apa….

      Mohon maap belum bisa jawab… 🙂

  85. Malem mas Riva,
    Saya akan melakukan over kredit, sudah ada kesepakatan dari saya dan pihak penjual. Penjual sudah melakukan cicilan 2 th, dan sisa cicilan 8 th lagi. Tapi yg jadi masalah Sertifikat belum jadi masih di proses BPN . Salah satu notaris tdk bisa proses PPJB alasanya copy sertifikat untuk data fisik. Tapi ada notaris yg bs proses tanpa copy sertifikat. Baiknya bagaimana, mohon bantuan penjelasanya. Terima kasih.

    • Idealnya langsung menghubungi Bank & nanti memakai jasa Notaris yg menjadi rekanan pihak Bank…(Supaya gak kena Biaya Notaris 2x)

      Tahun 2013 saya pernah nanya-nanya ke BTN Jakarta Harmoni, jawabannya…meski sertifikat belum ada, saya bisa mengajukan permohonan KPR (Take Over KPR) secara resmi….jadi Mba Dhea mengajukan persyaratan KPR ke Bank (isi formulir KPR, Copy KTP, Copy KK, keterangan Penghasilan, rek Koran Tabungan dsb)…nanti pihak Bank menilai kemampuan Finansial Mba Dhea…..dengan catatan tetap belum bisa akad, ….nanti akadnya dilakukan setelah sertifikat jadi. (Tapi setidaknya Pihak Bank sudah tau kalau rumah itu sedang proses take over KPR)

      (keterangan diatas adalah kondisi tahun 2013, untuk tahun 2016 ini Mba Dhea harus nanya ke Bank langsung…takutnya ada perubahan kebijakan)

      …..

      Jika saya di posisi mba Dhea …urutan prioritas yg akan saya lakukan adalah :
      1. Mengajukan permohonan KPR secara resmi ke Bank (meski belum bisa akad…seperti yg saya terangkan diatas)
      2. Jika langkah no. 1 diatas belum bisa dilakukan maka sebagai dokumen pengaman saya akan menghubungi pihak Notaris yg mau membuatkan PPJB tanpa copy sertifikat ….namun saya tetap harus berhubungan dengan Pihak Penjual supaya nanti pas Sertifikat sudah jadi saya bisa langsung melakukan take over KPR secara resmi.

  86. Malam mas riva….Mau nanya sedikit nih mas….saya kan sdh ambil take over kpr tapi melalui notaris. Dan dalam pertengahan kredit pihak penjual meninggal dunia sehingga adanya pelunasan dari pihak assuransi. Pada saat saya mau bbn sertifikat rumah tsb Dari ahli waris menuntut kpd saya untuk membayar sejumlah pelunasan dari assuransi tsb yaitu sebesar Rp 34.864.000, saya ajak nego bahwa saya cuma sanggup 10jt mereka menolak dan dari mereka minta 25jt jika tidak di selesaikan mereka akan lapor polisi. Yg saya tanya seberapa besar hak dari waris tsb dan bagaimana kekuatan hukum dari waris tersebut jika saya tidak menyanggupi nya. tolong pencerahannya mas riva….thanks

    • Saya bukan Ahli Hukum Pak, jadi jawaban saya dibawah hanya berdasarkan hasil nanya-nanya langsung beberapa kali ke Bank.

      Kalau saya nanya langsung ke Bank… PPJB yg dibuat di Notaris itu dianggap tidak resmi. Jadi Pihak Bank masih menganggap pemilik rumah tersebut adalah Pihak Pertama (Almarhum) & Sertifikat-pun masih atas nama Almarhum.

      & berhubung sudah Almarhum otomatis nanti yg berhak menjual rumah tersebut (Proses AJB sebelum Balik Nama Sertifikat) adalah Ahli Waris dari Almarhum.

      Jadi memang harus tetap berhubungan baik dengan Ahli Waris.

      Coba dijelaskan aja ke Ahli Waris bahwa Untuk Balik Nama Sertifikat sendiri pak Hadi harus mengeluarkan biaya yg tidak sedikit (Biaya Notaris, Biaya AJB, Pajak Pembelian …& kemungkinan harus menanggung Pajak penjualan juga)…Untuk biaya-biaya lebih detail coba dikonsultasikan dengan Notaris yg akan Pak Abdul Hadi pakai.

      Saya rasa lebih cocok jika pak Abdul Hadi langsung konsultasi ke Notaris….jadi Pak Abdul Hadi bisa mengambil langkah berikutnya yg lebih akurat setelah mendapatkan penjelasan dari Notaris.

    • Balik nama tanpa Tanda Tangan Pihak Pertama sepengetahuan saya tidak bisa….

      mengenai ahli waris bisa atau tidak blokir sertifikat di BPN saya kurang tau…

      Coba dikonsultasikan dengan Notaris aja Pak…semoga cepet ketemu solusinya.

  87. Ass mas riva..ceritanya saya mau ambil rumah yg fi take over dengan kronologi rumah itu dibeli oleh pihak pertama a.n A akan tetapi di waktu akad menurut pihak develop A memutuskan utk tidak melanjutkan sehinggaa di notaris dan pihak bank yang tercantum adalah nama perusahan develop. Nah dikemudian hari pemilik develop ini memberikan kuasa rumahnya kepada salah satu staffnya yang hari ini menjual rumah tersebut pd saya utk di take over. Menurut penjual hari ini yg berwenang atas rumah itu adalah penjual tersebut bukan pihak perusahaan.karna data di bank dan di notaris data penjual.apakah tidak riskan,jika saya kemudian mengambil rumah tsb akan tetapi menurut penjual pihak pertama sudah memberi kewenangan pd notaris sbg pihak pertama.menurut mas riva bagaimana ya??saya butuh solusinya

  88. Agak Rumit ya Mba….saya juga baru denger kejadian seperti itu.

    & ini beneran prosesnya mau Take Over?, dalam artian sebelumnya ada seseorang yg punya hutang KPR di Bank, belum lunas….terus mba Cici mau Take Over KPR-nya (memohon KPR baru atas nama Mba Cici untuk melunasi KPR yg ada sebelumnya?) *Karena kalau Mba Cici mau membeli properti dari Pihak Pertama (Pihak yg memiliki Properti tersebut) harusnya bukan Take Over….tapi permohonan KPR biasa aja.

    Kalau saya di Posisi Mba Cici, saya akan konsultasi ke Bank bersama Pihak Penjual….untuk melihat data sertifikat yg ada di Bank…apakah benar Nama Developernya sudah dicoret & sekarang sudah atas nama perorangan …

    Jika semuanya sudah Oke…& Pihak Bank sudah memberikan keterangan bahwa Mba Cici bisa mengajukan permohonan KPR (Take Over)….silahkan prosesnya dilanjutkan…..tapi yg namanya permohonan KPR belum tentu dikabulkan 100% juga…masih ada kemungkinan diterima sebagian atau di tolak.

    ——————————-

    & Yg Jelas dalam prosesnya Mba Cici harus melibatkan Pihak BANK….& dikonsultasikan lebih lanjut dengan Pihak Bank aja yg sehari-hari berurusan dengan seluk beluk KPR.

  89. Malam Bro Riva…..Sy sementara menjalani proses take over 3 thn dari pembeli pertama yg rencanax akan berakhir thn 2020,kami transaksinya lewat notaris.Si penjual take over waktu itu krn alasan pindah kerja diluar provinsi.Jadi selama ini kami membayar dgn menggunakan buku tabungan si penjual tadi.
    Yang ingin sy pertama tanyakan apakah kasus saya ini salah/ilegal krn waktu kami transaksi cuma kami( penjual & pembeli) serta notaris tanpa ada dari pihak BTN.
    Kedua kl ilegal adakah langkah2 selanjutnya yang harus sy lakukan u memperbaiki jual beli ini.
    Mohon informasinya…dan minta maaf apabila ada kalimat/kata yg kurang dimengerti.Terima Kasih.

    • Proses yg tidak melibatkan Pihak Bank BTN itu termasuk Tidak Resmi….(seperti yg saya jelaskan pada artikel diatas)

      Klo menurut pendapat saya lebih baik Mas Erwin konsultasi dulu ke BTN mengenai langkah-langkah over kredit yg resmi yg update di tahun 2016 ini….jadi sebelum menghubungi pihak penjual (yg mungkin sudah di luar provinsi) mas Erwin sudah mengetahui step by stepnya seperti apa

      10 Catatan yg ada di Blog saya ini adalah langkah-langkah di tahun 2013….tapi buat referensi silahkan dipelajari dulu : http://blog.rivaekaputra.com/2014/07/09/10-catatan-mengurus-over-kredit-rumah/

  90. Akhir mei kemarin saya jual rumah,dr pihak pembeli dikprkan pake bank syariah mandiri,setelah semua biaya dibayarkan kami ttd di bank utk jual beli,dijanjikan uangnya ditransfer maksimal senin malam dan ternyata dr pihak bank konfirmasi kl ternyata ada kendala di ktp pembeli jd pihak notaris tidak bisa proses,setelah 3 minggu saya uber terus akhirnya pihak bank menyarankan ganti notaris,saya ambil sertifikat di notaris lama ke yg baru,yg lama kmrn selasa data masuk jumat bisa langsung ttd,lha di notaris yg baru ini sampe 3 minggu ngk ada kabar saya uber.marketingnya jarang sekali diangkat,saya bingung hrs bagaimana ini pak

    • Karena Sertifikat udah dipegang sama Notaris yg baru…mau gak mau memang harus terus contact sama notaris / staff notaris yg baru, kalaupun mau ganti notaris lagi berarti harus ngambil dulu sertifikat di notaris yg sekarang.

      Mungkin perlu didatangi ke kantor Notarisnya langsung … supaya bisa menanyakan secara langsung kendalanya ada dimana…kenapa setelah 3 minggu belum ada kejelasan sama sekali.

      • Sudah saya datang ke banknya dan ternyata tidak ada pengajuan atas nama pembeli tsb,dan pembeli termasuk backlist,dan saya sudah ambil sertifikatnya di notaris,yg masih menganjal kok bisa ya bank sebesar itu kejadiN sprti ini,lha pas ttd dibank itu gimana

        • Karena nama pembeli udah di Blacklist (Udah gak bisa mengajukan KPR ke Bank) & Posisi Sertifikat sekarang udah kembali ke Mba Heny (Penjual), berarti sekarang transaksi jual belinya otomatis Batal kan? & Mba Heny bisa menawarkan Rumah tersebut ke Pihak lain.

          Untuk urusan Intern Bank yg dulu sempat meloloskan saya kurang tau.

  91. Sebelumnya sya ingin sedikit bercerita tentang permasalahan saya. Awalnya sya mencicil KPR di salah satu Bank BUMN. setiap bulan saya msh membayar hingga akhirnya saya meminta untuk diajukan lelang rumah karena keinginan saya sendiri. setelah pengajuan tersebut sya & istri diminta untuk ttd dan cap jari. beberapa minggu kemudian sya mendapat kabar dari Bank tersebut jika sudah ada pemenang lelang. setelah sya datang ke bank tersebut ternyata bukan dilelang tp di ambil alih oleh peminat lain. kemudian saya meminta FC akte jual beli yang dilakukan oleh peminat tersebut. yang jadi pertanyaan saya adalah :
    1. Apakah ttd saya dan istri yg diminta oleh pihak bank merupakan kuasa untuk pihak bank dalam melakukan perbuatan pembuatan akte jual beli tersebut..???
    2. Dalam akte tersebut tertulis saya dan istri dihadapan notaris tersebut hadir. padahal tidak sama sekali. tahu pun tidak. apakah bisa seperti itu..???
    3. Dalam akte tersebut menyatakan bahwa saya menyetujui atas nominal dari jumlah tertentu. padahal tidak ada negosiasi sama sekali meskipun dengan pihak bank. Apakah dibenarkan seperti itu..???
    4. Apakah dalam melakukan jual beli tersebut sya sebagai pihak pertama yang tidak dilibatkan dalam prosesnya dapat menggugat. jika iya pihak mana yang saya gugat…???
    Demikian permasalahan yang saya hadapi. terima kasih banyak atas jawabannya.

    • Pengetahuan saya belum sejauh itu…

      Saya malah baru tau kalau Nasabah KPR bisa meminta untuk diajukan lelang karena keinginan sendiri (Selama ini saya pikir Rumah yg dilelang itu Rumah Nasabah-nasabah KPR yg Kredit Macet)

      Mohon Maap belum bisa bantu

  92. Permisi mas, Mau tanya
    Saya mau belik rumah di developer dengan dp 20% dan sisanya kpr 232jt kita dapat free bphtb,shgb, dan ajb. Dan kira kira berapa ya biaya yang harus saya persiapkan untuk notaris, dan biaya kpr? Trimakasi

  93. Permisi mas saya mau tanya, saya mengambil kredit rumah KPR dari Bank BTN, karena ada rezeki berlebih saya lunasi semuanya lebih awal, ketika saya minta sertifikat pada pihak bank BTN mereka bilang sertifikat (per agustus 2016) belum jadi padahal saya mengkredit sudah sekitar 4 tahunan, mereka berkata saya harus menghubungi developer, tapi jawabannya agak berbelit, kira-kira langkah apa yang harus saya lakukan ya agar sertifikat bisa cepat ada di tangan saya

    • Saya kurang tau….belum pernah nanya-nanya mengenai masalah sertifikat yg 4 tahun belum selesai.

      Kalau saya di Posisi Pak Surya, hal pertama yg akan saya lakukan adalah Sering mantau ke Bank / Developer / Notaris mengenai proses sertifikat sudah sampai mana…setelah rutin mantau nanti mungkin ada gambaran mengenai langkah apa yg bisa dilakukan selanjutnya.

    • Mas surya ngambil di perumahan mana? Coba tanyakan ke pihak bank pakai nya notaris siapa? Bisa konfirmasi ke notaris yg di tunjuk tersebut.. Biasa nya kalo sertifikat belum jadi.. Notaris belum terima biaya2 pengurusan dari pihak developer..

  94. MAS TANYA DONG…SEBETULNYA KLO KREDIT RUMAH LWT BANK ITU SURAT SURAT DLL ADA D BANK APA D DEVELOPER ? BENTAR LG RUMAH SY KAN MAU LUNAS NIE. TRIMS YA

  95. ass mas mau tanya..saya py masalah dgn data tgl lahir waktu pengajuan kredit rumah..btn..dlu saya krng faham cara ambil rmh..trs dibantuin sama marketing pengembangnya..gk tau gmna waktu saya mo ganti buku tabungan dan mau pakai atm bank btn..ternyata tgl lahir saya yg ad di data bank btn sama ktp saya berbeda..jd nya saya tdk bisa ganti buku tbngan..dan utk setoran tiap blnnya saya selalu setor lewat tranfer…mohon solusinya agar saya bisa buat atm bank btn..mohon penjelasanya agar saya bisa mengurusnya …waktu itu orang btn nya bilang agar segera diurus..kira2 utk mengurus masalah saya gimana..mungkin waktu saya mau ambil rumah waktu itu jg saya terdata di bi ad pinjaman kredit di bank…makanya marketing itu mengubah tgl lahir saya…skrng saya tdk ad pinjaman di bank lain lagi sdh lunas…mohon pnjlasan nya..trima kasihh…

    • Berhubung datanya data Bank BTN, yg bisa memberikan informasi tentang prosedur cara memperbaiki Tgl Lahir yg salah tersebut sepertinya hanya pihak BTN Mba…

      Coba dikonsultasikan dengan Customer Service BTN tentang persyaratan apa saja yg harus dilengkapi untuk memperbaiki tgl lahir yg salah tersebut.

      Saya dulu ke BTN cuma nanya-nanya mengenai Proses Over Kredit… gak menanyakan hal lain.

  96. Ass mas riva
    Saya dion dtangerang mw naya.. saya pernah kredit rumah di btn.. memang menunggak dan smpe skrg tidak ada kjelasan.. rmh msih sya tempatin, tpi tidak ada suratny. Kira” klo mw urus suratnya lgsug ke btn ato sudah dbadan pertanahan..
    Karna sudah 10thn yg lalu mas.. wktu sya tanya dn mw byar ke btn ,mreka ga mw respon.. ato jgn” rmh udh dlelang tnpa spengetahuan?? Tp klo dlelang ko ga da yg dtg untk mengambil alih rmh sy..
    Thx sblmny mas.. gbu

    • Setau saya kalau menunggak biasanya di telponin & dikirimi surat sama Pihak Bank…terus kalau kitanya tidak respon setau saya proses selanjutnya adalah Lelang.

      Saya baru dengar kejadian seperti yg diceritakan Pak Dion diatas…entah kenapa prosesnya beda…jadi saya gak ada gambaran harus jawab apa.

  97. selamat siang mas Riva,
    mau tanya, rumah saya masih posisi kredit di BTN atas nama saya, dan saya ingin ganti atas nama anak saya yang masih kecil, kira2 bisa gak mas? dan klo bisa prosesnya seperti apa?

  98. Selamat siang mas,
    Saya mau nanya,
    Saya mau beli rumah over kredit sebesar 135jt sudah berjalan 1thun sisa cicilan 14thn dengan cicilan 2,2jt/bln.
    Apa saja yg perlu saya lakukan n siapkan agar aman n tidak terjadi hal2 yg tdk diinginkan dikemudian hari?

  99. Mas Riva yg baik, saya mau tanya…

    Saya ada KPR BTN selama 15 th. Sdh berjalan selama 4 tahun. Saat ini sy sedang perlu fresh money. Tapi saya gak mau jual rumah ini. Kira2 saya apakan ya rumah ini? Dikontrakan pun tdk mungkin karna rumah ini ditempati orang tua saya. Mohon masukannya mas Riva. Terima kasih

  100. Asslmkm mas riva saya oper kredit dengan adik saya sehubungan dia mau kerja ke luar negeri sampai hari ini tidak ada kabar beritanya ,di karenakan kakak adik cuma ada surat keterangan di atas materei dan itu sudah dari 2008 dan kmarem saya sudah melakukan pelunasan kalo saya mau ambil surat rumah saya harus ada ktp adik saya sedang dari tahun 2008,ngak ada kabarmya gimana cara saya mengurusinya terima kasih
    Wasslmkm

    • Wa’alaikum salam…

      Saya belum tau solusi permasalahan seperti itu Pak…mohon maaf belum bisa bantu.

      Pihak Bank memang pasti akan mewajibkan Nama yg tercantum di Data Bank untuk mengambil Surat Rumah. Saya juga pas tahun 2013 kemarin cepet-cepet ngurus Take Over secara resmi supaya nama saya tercantum di data Bank…jadi pas nanti sudah Lunas saya bisa langsung ngambil surat rumah tanpa harus nyari-nyari Pihak Pertama untuk minta tolong ngambilin Surat Rumah.

  101. Bagaimana dengan Apartement, Mas? apakah skemanya sama? karena saya sedang KPA dengan BTN, namun karena satu dan lain hal, saya dan istri keberatan dengan angka kredit perbulan yang harus dibayarkan. apakah bisa di take over/saya jual ke orang lain? atau ada jalan keluar lain? seperti memperpanjang tenor?

    Mohon pencerahannya 🙂

    Thanks

    • Untuk Apartemen saya belum pernah menanyakan secara khusus ke BTN…

      Mungkin lebih baik di konsultasikan ke BTN langsung aja…apakah bisa di take over atau bagaimana…

  102. salam sukses pak.

    saya mau tanya,
    saya akan membeli rumah secara take over ke bank yg sama.
    bila sudah cair dana dari bank tsb, dana tsb masuk ke rekening pembeli / penjual pak?

    terimakasih

  103. Selamat pagi Mas Riva,

    Blog anda sangat membantu sekali.

    Saya berniat untuk take over KPR yang sudah berjalan hampir 5 tahun. saya menawarkan harga RUmah saya 190 juta (cash), untuk over kredit saya menawarkan 120 juta, sisa cicilan di bank sekitar 70 juta.

    calon pembeli saat ini hanya memegang uang 75 juta, apakah bisa uang yang 75 juta itu dijadikan DP dan sisanya di KPR kan?
    Dan sisa harga over kredit yang harus dibayarkan kepada penjual yaitu senilai 120 jt-75 jt= 45 jt, apakah dibayarkan oleh bank atau bagaimana ya mas? disini saya masih belum paham.

    Dan apakah untuk biaya2 yang dikeluarkan untuk take over kredit rumah KPR ini bisa seluruhnya ditanggung oleh pihak pembeli?

    Mohon informasinya ya mas, terimakasih.

    Salam,

    Shanti

    • Untuk jawaban yg lebih update lebih baik ditanyakan langsung ke Bank, karena jawaban saya dibawah adalah berdasarkan pengalaman saya tahun 2013 (yg mungkin sudah tidak update) …

      Pertanyaan : calon pembeli saat ini hanya memegang uang 75 juta, apakah bisa uang yang 75 juta itu dijadikan DP dan sisanya di KPR kan?

      Iya Bisa

      Pertanyaan : Dan sisa harga over kredit yang harus dibayarkan kepada penjual yaitu senilai 120 jt-75 jt= 45 jt, apakah dibayarkan oleh bank atau bagaimana ya mas? disini saya masih belum paham.

      Setau saya ditransfer dulu ke rekening Penjual semua…terus sebagian dipakai untuk melunasi KPR penjual

      Pertanyaan : Dan apakah untuk biaya2 yang dikeluarkan untuk take over kredit rumah KPR ini bisa seluruhnya ditanggung oleh pihak pembeli?

      Tergantung kesepakatan, pihak Bank juga dulu nanya ke saya…biaya-biaya yg muncul nanti akan ditanggung siapa?… jadi kalau memang semua biaya akan di bebankan ke Pihak pembeli sebaiknya dibicarakan sama pihak pembeli dari Awal, bilang aja kalau nanti akan ada Biaya-biaya yg muncul terkait over kredit ini (Pajak Penjualan, pajak pembelian, biaya notaris, biaya appraisal dsb) dan yg Mba Shanti ingin Uang hasil penjualan rumah tersebut Nett-nya adalah 120jt…klo bisa dibuat secara tertulis aja (misal dicantumkan di Kuitansi DP)

      Kalau sudah dibicarakan dari Awal mungkin pihak pembeli mengantisipasinya dengan cara mengajukan permohonan KPR ke Bank dengan nilai nominal yg lebih tinggi (Untuk mengantisipasi biaya lain-lain)

      • Terimakasih Mas Riva untuk jawaban nya.
        Cukup jelas.
        Saya sudah tanya juga ke pihak Bank, dan benar seperti yang mas riva bilang untuk calon pembeli ini akan seperti permohonan KPR baru.
        Terkait jawaban mas riva atas
        Pertanyaan : Dan sisa harga over kredit yang harus dibayarkan kepada penjual yaitu senilai 120 jt-75 jt= 45 jt, apakah dibayarkan oleh bank atau bagaimana ya mas? disini saya masih belum paham.

        Jawaban: Setau saya ditransfer dulu ke rekening Penjual semua…terus sebagian dipakai untuk melunasi KPR penjual

        Apakah untuk kasus over kredit di Bank yang sama dengan debitur pertama (penjual) atau kasus over kredit beda bank?
        Karena kemarin cs Bank menyebutkan bahwa plafond over kredit yang nantinya akan disetujui bank adalah untuk menutup sisa hutang pokok. namun sistemnya apakah di transfer dulu ke rekening penjual ataukah langsung saya juga masih belum paham.

        Sekali lagi terimakasih banyak Mas riva atas sharing dan penjelasannya.

        Salam,

        Shanti

        • Dulu waktu saya tanya ke BTN, Pihak BTN sepertinya lebih bebas dalam hal besaran Nominal KPR yg di mohon…(tdak terpaku pada sisa utang KPR penjual)

          Tapi ketika saya tanya ke BSM …pihak BSM memang hanya menerima permohonan KPR sesuai sisa utang KPR Pihak Penjual.

          Jadi mungkin tiap bank kebijakannya beda-beda

          Kalau saya pribadi akhirnya pake BSM, jadi Dana pencairan KPR-nya ditransfer ke rekening BTN penjual, terus pihak penjual & staff BSM pergi ke BTN untuk melunasi Utang KPR di BTN (Langsung debet dari rekening) & langsung ambil sertifikat.

  104. Pak..
    Tetap bisakah autodebetnya atas nama kita?

    Itu harus BTN juga atau boleh BTN syariah?

    Terima Kasih banyak

  105. Selamat malam mas riva, saya mau bertanya , saya berencana akan meng over kreditkan rumah saya yang KPR nya baru jalan bulan ke 4, tetapi rumah saya KPR rumah subsidi , bagaimana dengan proses over kredit KPR subsidi , apakah memang ada aturan bahwasanya tidak di perbolehkan over kredit rumah subsidi, mohon bantaunya mas ,,,?

    • Waktu saya tanya ke BTN seperti yg saya ceritakan diatas, saya bertanya untuk KPR yg biasa (bukan yg subsidi), jadi saya sendiri belum tau untuk proses yg KPR subsidi seperti apa, lebih baik Pak Rovi menanyakan langsung ke BTN.

      Paling saya pernah beberapa kali baca di situs berita online kalau KPR Subsidi memang tidak boleh dipindah kepemilikannya selama jangka waktu beberapa tahun.

  106. ass. sore mas..
    saya mau over kredit sdh jalan 7 thn
    angsuran lancar, ini yang saya mau tanyakan.. apa cm dengan akta jual beli dr notaris sudah bisa buat mengambil alih debitur nya dari bank? dan yg akan di lanjutkan sisa kreditnya?

    • Harusnya ke Bank dulu….lalu selanjutnya memakai jasa notaris yg jadi rekanan bank supaya proses Over Kreditnya Sah & tidak menjadi masalah dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*