Jika saya menjadi (Series) : Teller Bank

Dulu kyaknya sempat terlintas untuk membuat postingan yang terinspirasi oleh acara JIKA AKU MENJADI-nya Trans TV. * Sekarang baru teringat lagi hehehe, & smoga ada “episode” keduanya setelah posting perdana ini.

Judul pertama : Jika saya menjadi Teller Bank

Pada kenyataannya saya belum pernah menjadi Teller Bank, tapi ini opini saya dari luar ketika membayangkan pekerjaan sebagai Teller Bank :

  • Resiko Nombokin, itu resiko pertama yang terlintas dalam pikiran saya ketika mambayangkan Teller Bank
  • menjadi Teller Bank harus bisa konsentrasi seharian penuh, karena fatal jika salah ngetik angka, Contoh kalau misalkan salah transfer….untuk memperbaikinya sepertinya tidak semudah Ctrl + Z (Undo)
  • Teller Bank juga termasuk jajaran Frontliner, ada kemungkinan harus menghadapi Nasabah yang Komplen  (tingkat dasar, tingkat sedang, tingkat tinggi, bahkan tingkat dewa)
  • harus menguasai Menu Aplikasi Bank & seluk beluk pembayaran, contohnya : waktu saya hendak membayar tagihan Speedy kantor +  tagihan telpon kantor, Seorang Teller  menyebutkan Jumlah Rupiah yang harus dibayar, saya bayar lalu saya menerima bukti pembayaran, tapi waktu itu saya ragu *koq kyaknya tagihan Speedynya belum bayar…tapi koq mba tellernya bilang sudah Lunas semua????? , ketika saya mencoba bayar di Teller lain ternyata memang belum Lunas & akhirnya saya membayar tagihan speedy di Teller lain.
  • Harus punya keahlian menghitung uang cepat!!!!!!! * jika perlu Pihak Bank menyelenggarakan Olimpiade menghitung uang cepat….hehehehe
  • Harus bisa tetap tersenyum meski sudah capek seharian bekerja (& masih banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan setelah jam pelayanan selesai), misal sudah jam 15:00 sore (kurang 3 menit), tiba-tiba ada nasabah yang mau setor uang 300jt….* recehan semua……bagaimana perasaan Teller saat itu? ….
  • jadi Teller, sering telat makan siang kah?
  • Apakah setelah jadi Teller jadi memiliki perasaan yang gak enak tentang uang??? * karena Stress ngitungin Duit Orang lain mulu?
  • Harus bisa men-judge tanda tangan di Cek Asli / Palsu
  • Jadi Teller harus sehat, kbayang gmna jika saat bekerja sedang sakit perut…/ saat bekerja sedang pilek tingkat tinggi….
  • Ada juga resiko menghadapi perampokan Bank… Saya tidak tau pihak Bank sebenarnya memerintahkan untuk melawan / harus nurut sama perampok / gimana?
  • Harus jeli dengan Uang Asli / Palsu
  • Apakah seorang Teller sebenarnya senang ketika Sistemnya Offline??? hehehe, atau jika Di Luar Hujan lebat saat jam kerja apakah seorang Teller senang juga…. ?

okey..cukup sekian edisi perdana Jika saya menjadinya….

Kepada para Teller mohon maap jika saya Sotoy……… :D



This entry was posted in Keahlian-Finansial. Bookmark the permalink.

4 Responses to Jika saya menjadi (Series) : Teller Bank

  1. huuuu ngeri buangd kyae jadi teler.tapi aku yakin biasa doaen bisa ya okkkkk

  2. allmalik says:

    memang semua itu benar terjadi, dan membuat stress. mending jadi pedagang asongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *