Cara Menilai Pelayanan Prima?

Beberapa Saran dari saya tentang bagaimana menilai suatu pelayanan yang prima :

  • Prinsip pertama, Penilaian itu sendiri jangan sampai mengganggu pelayanan, contoh : Tim Penilai mengadakan Lomba Pelayanan (dimana 1 orang perwakilan terbaik pergi meninggalkan tempat pelayanan untuk mengikuti lomba, dimana artinya bagian pelayanan kehilangan 1 sosok penting dalam 1 hari untuk melayani);
  • Jangan merepotkan masyarakat yang harus dilayani (contoh : minta tolong ngisi kuosioner, nyuruh masyarakat memasukkan nomor Antri ke Kotak kepuasan dsb);
  • Manfaatkan CCTV, tinggal dilihat rekaman CCTV beberapa hari……dari sana akan terlihat beberapa hal  yang harus diperbaiki, mana pegawai yang sering terlambat datang, mana pegawai yang mendapat kerjaan berlebih (pulang jam 9 malem dsb);
  • Tim Penilai seharusnya paham akan Tugas yang di embankan kepadanya, yakni memperbaiki Pelayanan secara nyata……kalau Tim penilai tidak paham akan apa yang sedang dilakukannya bisa-bisa dia malah nitip Kuosioner ke petugas di Loket Pelayanan supaya Petugas di Loket pelayanan minta tolong kepada masyarakat yang sedang dilayani untuk mengisi kuosioner (double blunder, menambah beban petugas loket & merepotkan masyarakat);
  • Cara Klasik….menyamar, tapi harus lihat-lihat situasi & kondisi dulu….jika masyarakat yang mengantri banyak..maka ini adalah kesempatan untuk memantau pelayanan secara langsung dari Ruang Tunggu, jika masyarakat yang sedang mengantri sedikit….maka silahkan saja menyamar menjadi masyarakat yang ingin dilayani, dari sana Tim penilai bisa melihat bagaimana petugas pelayanan melayani masyarakat;
  • harus ada hasil nyata…………(penambahan fasilitas yang kurang, penggantian staff), jika tidak ada hasil nyata……untuk apa ada Tim Penilai?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*