Nomor Antri

Ketika saya ditugaskan dibagian pelayanan, Nomor Antrian adalah salah satu benda penting yang harus ada…..

  • Tahun 2004 Ketika saya mulai bekerja, Nomor Antrian itu dibuat dari semacam kertas karton/bekas Map & yang membuatnya adalah anak magang, ditulis secara manual dengan spidol;
  • Tahun 2004 juga, ketika kantor mulai melakukan pembenahan pelayanan…..bagian pelayanan diberikan nomor antri yang bagus (dari semacam plastik)…namun ternyata sebagian nomor antrian bagus tersebut hilang karena ada orang yang mungkin ketika memasukkan berkas ada urusan lain, sehingga dia membawa nomor Antriannya ;
  • Karena nomor Antrian yang bagus itu lama-lama semakin sedikit akhirnya saya berinisiatif untuk membuat nomor antrian sendiri setiap hari (di PRINT) , berisi : (1) Hari, Tanggal (2) NOMOR-ANTRI  (3) Nama Kantor…………….1 lembar kertas biasanya bisa dibuat 30 s/d 50 Nomor Antrian…….jadi ketika seseorang tidak tahan untuk mengantri…dia bisa pulang dulu lalu menanyakan berkasnya pada esok harinya…& saya juga membuat semacam pembukuan Nomor Antri…jadi saya bisa melihat apa yang terjadi pada nomor antri sekian pada tanggal sekian;
  • Th 2007 Saya tidak ditugaskan lagi di bagian pelayanan……..saat itu hampir semua kantor  mulai menggunakan nomor antri yang canggih, jadi orang yang datang kekantor bisa langsung memencet Nomor Antrian didekat pintu lalu menunggu nomor antriannya dipanggil……..
  • Th 2007 s/d 2010 saya bekerja sebagai bendahara dikantor, jadi sayalah yang biasanya memencet nomor Antrian lalu menunggu dipanggil 😀 … (Bank Mandiri/Bank Jabar/KPPN)
  • Th 2010-an saya melihat nomor Antrian Bank Mandiri semakin canggih lagi (memakai touchscreen)…..& ketika saya datang ke Customer Service, Customer Service tersebut sudah tau saya memencet nomor antrian apa / sudah tau maksud saya apa..(mungkin muncul di monitor CS tersebut)..
  • Th 2011 saya ditempatkan dibagian pelayanan lagi…….& menjadi petugas yang memanggil nomor antrian……pada tahun 2011 ini juga saya dimutasi (pindah kantor), perbedaan nomor antrian kantor lama & kantor baru adalah : dikantor lama meskipun belum ada orang yang memencet nomor antrian, ketika saya (sebagai petugas) memencet tombol pemanggil nomor antrian, maka sistem pemanggil nomor antrian akan berbunyi & terus berjalan, sehingga ada orang yang komplen.. :”lho mas…saya baru ngambil nomor antrian barusan nomor 15 tapi yang dipanggil koq sudah nomor 18 ya?????” ………………………ketika dikantor baru..tombol pemanggil nomor antrian tidak akan berbunyi jika tidak ada orang yang memencet nomor antrian.

2 Replies to “Nomor Antri”

  1. Tahun 2015 jamanya mengantri pake gadget smartphone, ngambil nomor antrian dari rumah, perjalanan. jadi waktu tunggu pelanggan bisa diperkiraakan sebelumnya. Gerakan Indonesia tertib antri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*