5 (lima) bulan setelah menikah

Ketika menikah, umumnya orang-orang menyebar Undangan, Resepsi/hajatan, Akad-Nikah, Bulan Madu, Lalu Hamil, Punya Anak…& masih banyak cerita lain-nya seperti memilih baju pengantin, memilih souvenir, Katering, Menyewa Hiburan, menyewa panggung, Kursi untuk tamu,kotak Amplop, buku tamu, nyari Pager Ayu dsb.

dari semua daftar diatas, saya langsung to the point : Akad-Nikah!!!!!   & Next : Saya belum berencana punya anak!!!

Setelah 5 Bulan Akad Nikah :

  • Banyak pegawai di Kantor yang heran kenapa saya masih lembur-lembur (padahal dirumah sudah ada istri)…*Klo saya tidak heran dengan keheranan mereka..hehehe 😀 , mereka hanya tidak/belum tau kalau saya & istri sudah sepakat klo pernikahan kami tidak akan mengurangi etos kerja kami…ketika saya lembur mengerjakan pekerjaan yang menumpuk, istri saya dirumah mengerjakan Thesis S2 nya… ;
  • Ketika Pulang saat lebaran…orang tua & mertua sudah mulai menyinggung-nyinggung masalah cucu…
  • Di Kantorpun…sudah lebih dari 10 orang yang bertanya : istri udah isi belum???
  • Jadi…setelah orang tua/mertua menyinggung mslh cucu + orang2 dikantor sudah menanyakan apakah istri udah hamil ? Apakah saya mengubah rencana saya untuk belum punya anak???…*Saya tetap pada rencana belum berencana punya anak!!!  ..
  • Bagaimana kalau orang-orang mulai meragukan kejantanan saya karena belum punya anak juga????…*ahhh..emang gue pikirin…hahahha 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*