pemberontak Tradisi

Hari ini ada acara buka puasa bersama dikantor, pegawai-pegawai yang biasa buka di Rumahnya khusus hari ini meluangkan waktu untuk buka bersama dikantor…namun saya khusus hari ini malah pulang tepat waktu meninggalkan kantor…& saya sama sekali tidak merasa bersalah/gak enak..hahaha 😀

kenapa?

Waktu saya masih newbie dikantor saya biasanya nurut begitu aja, disuruh buka bersama ya buka bersama…disuruh mengikuti acara perpisahan ya ikuut…tapi sekarang saya sudah tidak berminat untuk mengikuti tradisi-tradisi semacam itu.

Saya melakukan itu karena merasa sebagian besar tradisi-tradisi itu tidak penting, jadi untuk apa saya mengikuti hal-hal yang tidak penting???

Meskipun Tradisi tersebut sepintas untuk tujuan yang bagus, buka bersama & memberikan santunan kepada anak Yatim, tapi ketika persiapan acara tersebut mengganggu Pelayanan, beberapa pegawai yang seharusnya melayani masyarakat malah sibuk mempersiapkan acara & masih banyak detail lain yang tidak bisa saya sebutkan…saya sangat tidak setuju, tadi bahkan saya sempat menegur seorang Cleaning Service yang mengambil Kursi didepan saya (kursi untuk tamu), padahal jam pelayanan belum selesai…kalau ada masyarakat yang datang dia mau duduk dimana????!!!!!!! …kenapa ga to the point aja : Santuni anak Yatim + Buka bersama…tidak perlu ada persiapan sound system yg rumit, merubah ruang tunggu menjadi tempat acara, “mewajibkan” anak yatim untuk salaman dengan pemberi santunan, Repot sendiri karena harus mencari salah satu menu kesukaan salah satu orang penting yang diundang ke acara,.. dsb.

btw saya mulai “memberontak” tradisi seperti ini sekitar th 2006, ketika orang-orang datang untuk menghadiri Tradisi acara pelepasan seorang kepala kantor karena bertugas ditempat baru, saya sengaja tidak hadir.

pemberontakan saya terhadap tradisi yang lain :

  • Saya pernah tidak Mudik
  • Saya menikah melalui acara Akad Nikah yang sederhana, Saya memberontak Tradisi menyebar Undangan & Tradisi Resepsi Pernikahan.
  • Saya tidak terlalu menghormati kebanyakan pemuka Agama saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*