Petugas Penerima Berkas

Sepintas, pekerjaan penerima berkas itu sangat simple. Hanya menerima berkas!

Namun ternyata tidak sesederhana itu.

Pertama kali saya menjadi petugas penerima berkas adalah sekitar bulan Juni 2004, waktu itu saya mulai menyadari bahwa pekerjaan ini akan ber-efek panjang ketika ada seorang bapak-bapak yang sepertinya menyalahkan petugas penerima berkas pada tahun 2001 ketika berkas yang dimohonkannya tidak kunjung selesai.

Kondisi pekerjaan saya saat itu adalah dipajang sebagai frontliner seharian, tercantum nama + tanda tangan saya di tanda terima yang dibawa pulang oleh pemohon ………………..ketika sore hari, ada petugas lain yang bertugas untuk mengirim berkas yang saya terima ke bagian lain dikantor, jadi saya sendiripun tidak tau berkas yang saya terima itu sudah sampai dimana, dipending atau diproses/ diapakan???

  • Jika berkas tersebut hilang
  • Jika saya tidak memegang tanda terima pengiriman berkas ke bagian lain…

posisi saya sangat-sangat lemah dimata hukum.

Saya pikir salah satu sistem yang baik itu adalah sistem yang memberikan waktu kepada petugas penerima berkas untuk membuat semacam register pengiriman berkasnya sendiri , selain itu sistem yang baik juga menyediakan semacam Aplikasi pemantauan suatu berkas sudah sampai dimana.

beberapa hal lain tentang petugas penerima berkas :

  • Petugas penerima berkas harus punya pengetahuan yang luas karena biasanya juga dijadikan sebagai tempat konsultasi;
  • Petugas penerima berkas juga sering dianggap sebagai simbol suatu instansi;
  • Tugas menerima berkas itu tidak selalu terjadi di loket pelayanan publik, terjadi juga di antar bagian suatu kantor & seringkali yang menerima berkas itu adalah pegawai yang disiplin berada diruangannya, sedangkan pegawai yang sering kabur-kaburan “terbebas” dari tanggung jawab kelanjutan suatu berkas, karena bukan namanya yang tercantum di Tanda terima. (terasa tidak adil)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*