Tentang Penetapan awal puasa/idul fitri yang berbeda

Saya belum punya banyak waktu untuk memikirkan hal-hal semacam ini, dan saya pikir sebagian besar masyarakat Indonesiapun belum/tidak punya banyak waktu untuk memikirkan hal seperti ini.

Saya biasanya mengikuti kebiasaan orang tua, yaitu ikut keputusan pemerintah, Orang lain yang orang tuanya mengikuti Ormas Muhammadiyah kemungkinan besar akan ikut keputusan pemimpin-pemimpin di Ormas Muhammadiyah.

Dalam Teori Tata Cara memasukkan suatu Ide ke Pikiran Bawah Sadar (Hipnotis, Figur Otoritas, Repetisi, Emosi Intens, Identifikasi Kelompok………)

Hal ini masuk ke Kategori Figur Otoritas & Identifikasi kelompok.

Yang saya pelajari disini adalah :

  • Untuk menyatukan berbagai perbedaan, cukup bermusyawah dengan figur otoritas masing-masing kelompok, karena anggota-anggota yang lain akan mengikuti figur otoritas tersebut;
  • Sebaliknya untuk memecah belah kesatuan, cukup menguasai Figur otoritas pada masing-masing kelompok & perintahkan untuk mengambil keputusan yang berbeda, karena anggota yang lain akan ikut juga keputusan figur otoritas tersebut.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*