[IDE] Pembayaran Pajak Bumi & Bangunan / Pajak Kendaraan langsung 5 tahun

Kemarin (11/07/2012), saya mendapatkan pertanyaan dari seorang Wajib Pajak : “Pak, bisa gak saya bayar PBB (Pajak Bumi & Bangunan) Langsung 5 tahun kedepan????……..* Ketika mendengar pertanyaan itu saya jadi teringat keinginan saya pribadi untuk membayar pajak kendaraan 5 tahun sekaligus sehingga setiap tahun saya tidak harus berurusan dengan SAMSAT.

Suatu keinginan yang sebenarnya menguntungkan negara….namun Sistemnya untuk saat ini belum memungkinkan…*Jadi Suatu saat nanti mungkin saja bisa diciptakan suatu mekanisme pembayaran PBB & Pajak Kendaraan langsung 5 tahun.

Kira-kira Apa latar belakang bapak tersebut ingin langsung membayar pajaknya 5 tahun :

  • Efektifitas waktu…….jadi dalam 5 tahun bapak tersebut tidak harus izin dari tempat kerja hanya untuk membayar PBB ;
  • Tidak harus mengantri 5x……ketika bapak tersebut ingin membayar PBB tentunya terdapat kemungkinan ada Warga Negara lain yang akan membayar PBB juga, timbulah antrian, mending klo antriannya sedikit…klo banyak????? belum lagi klo jaringannya off line/ listriknya mati???!!!!
  • Pemekaran Wilayah membuat tempat pembayaran menjadi berpindah-pindah, ditambah lagi PBB akan dialihkan ke Pemda masing-masing paling lambat tahun 2014….Apakah Pemda tersebut akan bekerjasama dengan BCA/ Bank Mandiri/BNI?????? …..Bagaimana dengan Warga Negara yang memiliki tanah di Tangerang misalkan, sedangkan dia tinggalnya di kalimantan……apakah dia harus sengaja pergi ke pulau jawa hanya untuk membayar PBB??

Apa Keuntungan untuk negara jika mekanisme pembayaran langsung 5 tahun??

  • Mendapatkan dana fresh dari masyarakat lebih cepat;
  • mempermudah Masyarakat yang ingin membayar pajak;
  • Rencana Penerimaan lebih jelas.

Kalau masalah pajak kendaraan saya belum bisa memprediksi mekanisme yang mungkin akan tercipta, karena saya tidak sering berhubungan dengan Samsat.

Bagaimana dengan Pajak Bumi & Bangunan??? Kira-kira seperti apa mekanisme pembayaran PBB langsung 5 tahun ini?

Yang selama ini berjalan :

  • Akhir tahun, Fungsional Penilai PBB & petugas lain yg ditunjuk mengadakan semacam peninjauan ulang Nilai Jual Objek Pajak untuk pengenaan pajak tahun depan (ada yang turun, ada yang tetap, ada yang naik)
  • Lalu dicetaklah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) pada awal tahun……
  • Setelah dicetak, SPPT Tersebut dikirim ke Pemda, lalu pemda mengirim sendiri ke Wajib Pajak atau mengirimkannya ke Kecamatan/Kelurahan;
  • Singkat cerita SPPT diterima oleh masyarakat (*pada prakteknya timbul banyak masalah) di SPPT tersebut tercantum tempat pembayaran, jumlah pembayaran & tanggal jatuh tempo;
  • Wajib Pajak membayar di tempat yang ditunjuk..& mendapatkan STTS (Surat Tanda Terima Setoran) / Struk ATM.

Bagaimana caranya agar Wajib Pajak bisa membayar PBB 5 tahun kedepan? Prediksi saya :

  • Pada awalnya fitur pembayaran PBB 5 tahun kedepan ini hanya bisa dilakukan di Bank dekat Kantor Pelayanan Pajak dimana Objek pajak tersebut terdaftar;
  • Prakteknya : Wajib pajak datang ke Kantor pelayanan pajak, mengambil nomor antrian…dipanggil petugas loket;
  • Petugas loket membuka 1 menu dari Aplikasi Komputernya (Menu: Pembayaran PBB 5 tahun), disana petugas loket  memasukkan Nomor SPPT & kolom tahun pajak mana saja yang akan dibayarkan. *Dalam aplikasi tersebut sudah didesign bahwa jumlah pembayaran tahun depan = misal + 20% dari pembayaran tahun ini dan seterusnya, petugas loket juga meng-input alamat e-mail & nomor HP wajib pajak, memberikan semacam username & password agar Wajib Pajak bisa mengecek status pembayarannya melalui internet;
  • Petugas loket mem-print Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (misal) tahun 2017,2018,2019,2020,2021 dalam 1 (satu) lembar kertas;
  • Masalah Tandatangan kepala kantor, diprediksikan sudah terbit peraturan bahwa untuk SPPT 5 tahun tersebut boleh di stempel dengan stempel tanda tangan kepala kantor, jadi Wajib Pajak tidak harus menunggu terlalu lama hanya karena SPPT nya belum di paraf kepala seksi / belum ditanda tangan langsung oleh Kepala Kantor;
  • SPPT 5 tahun tersebut diserahkan ke Wajib Pajak……dibelakang SPPT tertulis keterangan sebagai berikut : [1] Pembayaran anda 5 tahun kedepan akan di simpan di rekening khusus pemerintah, [2] setiap tahun anda akan mendapat Notifikasi sms/e-mail tentang jumlah pembayaran anda yang di debet untuk tahun pajak yang bersangkutan, [3] Uang setoran yang telah disetorkan tidak dapat diambil kembali [4] Jika terdapat Saldo setelah berakhir 5 tahun maka Saldo tersebut dapat dialihkan ke pembayaran PBB tahun berikutnya [5] Apabila terdapat kekurangan bayar maka Anda akan mendapatkan Notifikasi sms/e-mail [6] apabila terdapat perubahan data Nomor Selluler / alamat e-mail harap segera update data melalui username & password yang telah kami berikan di www.*************.go.id;
  • Lalu Wajib Pajak pergi ke Bank untuk membayar pajaknya langsung selama 5 tahun;
  • Wajib Pajak setor lalu mendapatkan Surat Tanda Terima Setoran 5 tahun;
  • Selesai ;

pada dasarnya mekanisme yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak sama dengan yang biasa dilakukan (peninjauan ulang Nilai Jual Objek Pajak untuk pengenaan pajak tahun depan) hanya saja ditambahkan fitur bahwa wajib pajak dapat menitipkan uang secara resmi dan titipan uang tersebut didebet otomatis setiap tahun sesuai dengan tagihan pajak dengan NJOP yang update sesuai dengan perkembangan wilayahnya masing-masing.

berhubung paling lambat th 2014 PBB akan dialihkan ke pemda, semoga ada Pemda yang mau merealisasikan IDE saya (& Ide bapak yg  saya temui kemarin)  :)

 



This entry was posted in nuliS-bebAs. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *