Penerjemahan Instruksi yang LEBAY

Misalkan seorang pimpinan dikantor pusat nan jauh disana šŸ™‚ menginstruksikan agar setiap jumat pagi diadakan Olah-Raga, dengan tujuan agar setiap pegawai di organisasinya menjadi sehat & bugar…..namun sang pimpinan tersebut tetap berpesan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik.

Sepintas tidak ada yang salah dengan Instruksi tersebut….

seharusnya yang dilaksanakan pegawai di organisasinya adalah : mengikuti kegiatan olah raga tersebut dengan ceria, tetap sarapan setelah / sebelum kegiatan olah-raga, setelah berolah raga mengelap keringat lalu jam 8 pagi sudah siap melayani Publik.

namun LEBAY-nya itu disini :

  • terjadi Distorsi ……yang ditangkap pegawai adalah Jumat Pagi OLAH-RAGA!!!!!Ā  (pesan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik Hilang entah kemana);
  • Ada pegawai yang ingin Olah-Raganya itu Futsal & harus di lapangan Futsal (*lokasi lapangan Futsalnya agak jauh dari kantor)…jadi jam setengah delapan pada mulai berangkat ke lapangan futsal….mulai kick-off jam 8…….berakhir jam 09:00 pendinginan 15 menit…..sarapan dulu…lalu kembali kekantor jam 10-an…….(* hey,Ā  bukannya jam buka kantornya jam 8????);
  • pegawai yang bermental bisnis melihatnya sebagai suatu peluang, dia berinisiatif untuk mengadakan bubur kacang ijo setelah olah-raga….& tentunya harus dibayar…siapa yang bayar????….tentu saja uang kas kantor (dari potongan gaji pegawai)…termasuk pegawai yang tidak ikut olah-raga pun ikut membayar bubur tersebut…..tidak adil (terutama untuk pegawai yang sengaja tidak ikut acara olah raga, karena dia harus melayani publik jam 8 pagi);
  • kadang jika acara olah-raganya diadakan di halaman depan kantor (misal senam pagi), masyarakat yang hendak masuk ke dalam kantor jadi agak risih untuk masuk ke kantor…….* padahal sudah jam 8……..
  • Jika senam pagi…maka harus ada instruktur….instruktur harus ada yg bayar……Apakah di Standar Biaya Umum ada dengan jelas disebutkan Biaya Instruktur senam pagi??!!!!!!!…………. *lalu bendahara dikantor tersebutlah yang pusing….& akhirnya nombokin…..
  • Tim Inspektorat pun sepertinya tidak mungkin menjadikan hal seperti Olah Raga sebagai suatu Temuan…….meskipun hal tersebut jelas-jelas mengganggu pelayanan publik;
  • Jika ada pegawai yang sangat suka dengan acara Olah Raga jumat pagiĀ  & kebetulan membaca blog ini…maka dia akan menganggap sayalah yang LEBAY…..hehehehe, mungkin dia beralasan bahwa dia bukanlah petugas frontliner…pekerjaannya di seksi lain dibelakang layar……jadi dia boleh saja datang ke kantor jam 10 pagi setelah acara olah raga selesai, setelah pendinginan, setelah sarapan………………(jawaban saya : Apakah Anda yakin bahwa pekerjaan Anda tidak ada kaitannya dengan petugas frontliner??, Ā  karena kadang seorang petugas frontliner harus menunggu kedatangan Anda untuk menanyakan sesuatu, bahkan mungkin ada rekan 1 seksi Anda yang terpaksa harus mengerjakan tugas Anda saat Anda berolah raga…..dan kalaupun pekerjaan Anda memang benar-benar 100% tidak ada kaitannya dengan petugas Frontliner, Anda sebenarnya sudah memberikanĀ  suatu ujian kesabaran terhadap petugas frontliner…dimana gaji Anda & Gaji Petugas Frontliner = sama……namun Anda dapat meninggalkan Kantor seenaknya untuk Olah-Raga namun petugas Frontliner tidak bisa melakukan itu & harus tetap nungguin kantor)

jadi siapa yang salah????

sepertinya dalam kondisi sekarang ini…tanpa ada instruksi olah raga dari pimpinan di kantor pusat nan jauh disanapun…beberapa kantor biasanya berinisiatif untuk mengadakan Olah-Raga…..& tetap mengganggu pelayanan publik.

Bagaimana kalau saya “menyalahkan” diri saya saja………??????!!!! kenapa saya tetap disini, menjadi pegawai rendahan…..kalaupun serius menapaki karir disini paling jadi Dirjen…….kenapa saya tidak serius untuk menjadi seseorang yang benar-benar mempunyai kekuasaan…sehingga saya bisa dengan mudah menyelesaikan hal-hal remehĀ  seperti diatas??

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*