Contoh ERROR “arsitek” newbie (yg belajar otodidak) :)

Hari minggu 08 april 2012 saya minta tolong 2 Orang Cleaning Service dari Kantor Lama untuk membuat tanggul depan rumah.

Rancangan Awal saya di google sketch seperti ini (warna biru):

sketch tanggul

Setelah pekerjaan dimulai saya berpikir untuk membuat seperti polisi tidur saja….dan design nya lurus…..gak zigzag…..sekaligus saya buat yg tinggi dengan 3 tingkat batu bata…..

hasilnya seperti ini :

tanggul

dimana ERROR-nya???

Motor saya jadi susah keluaaaar…… ๐Ÿ˜€ haha

waktu penanggulan selesai…saya mulai berpikir…’mmm…..apa ini gak terlalu tinggi?? jangan-jangan motor gak bisa lewat’….waktu itu saya agak cu’ek..lagi pula klopun terlalu tinggi saya bisa pake papan sebagai bantuan untuk mengeluarkan motor….

besoknya senin pagi…Yupz…ternyata benar klo motor saya jadi susah melewatinya…plan B pake papan…

gak bisa juga….!!!!!!!!!!!!!

plan C pake tambahan bata lagi…..gak bisa juga…bata yg tidak direkatkan dengan semen & pasir ternyata tidak bisa bertahan terhadap putaran roda belakang motor…….

setelah mencoba berbagai cara…… akhirnya…saya berhasil menyeberangkan motor …tapi dengan cara manual…(menuntun motor+ angkat-angkat) tanpa mesin menyala…

tanggul + tambahan

pagi tadi saya udah keringetan karena angkat-angkat motor & batu bata.

maksud saya membuat tanggul lumayan tinggi sebenarnya udah baik….cuman efek lainnya harus diperhitungkan juga.

lesson learned !!!! ย ๐Ÿ˜€

7 Replies to “Contoh ERROR “arsitek” newbie (yg belajar otodidak) :)”

  1. Hahhahahah aduh untung aja gak di rombak motornya ya gara2 kesal tanggulnya ketinggian

    kenapa gak bikin tanggul yang seperti di lapindo aja
    biar tambah tinggi lagi mas hehhehehe

    aduuhh repot dh bagus tanggulnya malah di rusak lg
    tp gpp mas bro
    itung2 percobaan
    nm,e jg arsitek y hrus ada kegagalan to

    hehehhehe

  2. Permasalahan mengenai Validasi SSp PPh atas penjualan tanah dan bangunan. Riwayat tanah tersebut sudah dilakukan Ikatan Juak Beli tanggal 30 Januari 2016 sebesar Rp. 300.000,- . dan baru pada tahun 2017 akan dilakukan Akta Jual Beli. Pada saat verifikasi nilai BPHTB di Dispenda setempat harga pasar menjadi Rp. 1.700.000.000. Proses berlanjut ke validasi di KPP setempat. Dimana syarat validasi yang diminta oleh KPP setempat adalh fotocopy BPHTB yang telah di verifikasi oleh Dispenda, dan kwitansi pembayarn tanah tersebut. Kwitansi yang dibuat sesuai harga yang pasar yang tercantum dalam BPHTB dan diberi tanggal 30 Januari 2016 mengikuti tanggal IJB di buat. Dan ternyata proses validasi timbul kurang bayar. Catatn: SSP yang dibayar sudah dihitungg dengan nilai pasar sesuia BOHTB dikali Tarif 2,5%. Tetapi pihak KPP minta dikalikan tarif sebesar 5% dengan asumsi IJB dibuat sebelum peraturan baru diterbitkan. Pembayarn kan di tahun 2017, jadi seharusnya aturan pajak tidak berlaku surut?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*