meng “Kambing-Hitam” kan Pekerjaan…

Selama ini saya merasa energi saya habis untuk pekerjaan….karena pekerjaan saya sepertinya tidak punya waktu lagi untuk mengurus diri sendiri.

Sabtu-Minggu (libur kerja) juga dijadikan alasan untuk istirahat (gak ngapa-ngapain) karena merasa sudah lelah dengan pekerjaan, apalagi klo sabtunya lembur……hari minggu bisa-bisa bangun siang banget……

Apakah pekerjaan pantas untuk di “Kambing-Hitam” kan sebagai penyebab berantak-nya hidup saya?

mmmm…..memang gampang meyalahkan rekan-rekan kerja yg melimpahkan beban pekerjaan lebih banyak kepada saya dengan bolosnya mereka. Beban misal 100kg…seharusnya bisa dibagi Dua (50 kg – 50kg) jika mereka hadir. Namun karena mereka tidak ada…beban 100kg itu saya tanggung sendiri….& lucunya kami tetap di Gaji sama.

Tapi……demi kebaikan saya sendiri, sebaiknya saya berhenti meng “kambing-hitam” kan pekerjaan, karena sebenarnya saya memang masih punya sisa-sisa waktu untuk membenahi hidup saya sendiri. Kenapa saya terus”mengorbankan” hidup saya hanya agar dapat meng “kambing-hitam” kan orang lain??

Orang-orang yg sering bolos itu sepertinya tidak akan merasa bersalah sama sekali melihat hidup kita berantakan karena terlalu banyak mengurusi pekerjaan. Toh…mereka memang sudah jelas-jelas meninggalkan pekerjaan mereka & melempar beban pekerjaan mereka pada orang-orang yg mau stand by di kantor. Mereka sepertinya sudah tidak punya “hati” lagi.

ngapain juga saya berharap sesuatu kepada orang-orang kyak gitu….??

ini hidup saya…saya punya sisa-sisa waktu untuk membenahinya….. maka lakukanlah pembenahan….

untuk kebaikan saya sendiri.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*