Workshop Pelayanan Peningkatan Soft Competency Petugas Frontliner

Hari Rabu & Kamis (16-17 November 2011) saya ditugaskan Kantor Pusat untuk mengikuti suatu Workshop di Cico Bogor Resort.

Pelatihan yang ditujukan meningkatkan kemampuan pemahaman karakter (diri sendiri & orang lain), membangkitkan kembali mimpi yang sudah hilang dari pegawai, tehnik komunikasi yang efektif…..hal-hal semacam itu.

Peserta Workshop berasal dari berbagai penjuru Indonesia.. (Mataram, Bulukumba, Medan, Surabaya, Bali dsb)

Pembicara di Workshop tersebut adalah bpk Ikhwan Sopa….mantan pegawai pajak yang telah resign & sejak th 2006 telah beralih profesi menjadi seorang trainer/motivator.

Jadwal workshop cukup padat, materi yang disampaikan lumayan bayak…namun ada beberapa point penting yang bisa saya ambil dari Workshop tersebut…. :

1. Jika kita mencita-citakan Jabatan/ Harta…hal hal yang bersifat materi….maka biasanya kita akan mendapatkan kurang dari apa yang kita cita-citakan….Jika kita menginginkan jadi Gubernur..mungkin kita hanya akan menjadi walikota/bupati………….namun jika cita-cita kita adalah untuk  menolong banyak orang…maka “Semesta” akan memberikan lebih dari yang kita cita-citakan…misal…cita-cita jadi walikota…pada akhirnya diberikan jabatan Presiden. (hal ini sangat berpengaruh pada penentuan cita-cita saya)

2. Kita harus menyimpan & Merapikan file-file kenangan kita secara Rapi ….seperti folder-folder dalam komputer, karena kenangan itu penting… (hal yang sudah saya coba lakukan sebelum saya mengikuti workshop tersebut)

Dua hal diatas sepertinya point terpenting yang saya tangkap dalam workshop tersebut….

hal-lain…. :

– baru saat workshop tersebut saya merasakan bagaimana dihipnotis langsung oleh pembicara (hipnotis massal..bukan hipnotis person to person)….selama ini saya hanya mencoba “menghipnotis diri sendiri” melalui CD Rony Rafael / Adi W Gunawan.

– ada waktu sekitar 20 menit yg diberikan oleh pembicara agar saya menulis surat kepada saya dimasa depan (cita-cita 5-10th lagi) waktu itu kami diminta untuk melakukannya dengan hening, menyendiri…..& pembicara mengatakan kalau itu adalah salah satu surat terpenting dalam hidup kami.

– Karakter orang dibagi menjadi 4…… sesuai dengan otak mana yg lebih banyak dipakai (kanan depan, Kanan Belakang, Kiri Depan, Kiri Belakang) ….Saya masuk ke Kanan Belakang….yang disimbolkan oleh Nelson Mandela…..make love not war….kebalikan dari Kiri Depan…Make War not Love…hehe

– Kita harus berkomunikasi efektif dengan menyesuaikan kata-kata kita dengan kata-kata lawan bicara kita (auditori / visual / kinestetik) …& seingat saya ada lagi beberapa pengklasifikasian type-type orang.

– tehnik mirroring

– saya diharapkan untuk memberikan pelayanan yang beyond expectation…..Tamu-tamu yang datang ke kantor mungkin hanya mengharapkan pelayanan yg ramah & cepat…akan lebih baik jika selain kita ramah & cepat…kita juga memesankan Mie-Ayam /membuatkan kopi untuk para tamu…hehehe…….pokoknya beyond expectation…sehingga menimbulkan efek “wow” kepada customer…& akhirnya berhasil mengukir sejarah baru yg baik dalam instansi saya bekerja.

– Saya menyesal kenapa selama ini tidak menulis kendala-kendala saya selama bekerja (mungkin karena sudah agak pesimis kalau suara/tulisan saya akan didengar) , karena tiba-tiba kemarin saya diminta untuk menuliskan kendala-kendala selama dipelayanan….& yang akan membaca itu adalah pejabat tinggi dikantor pusat…..Jika saya sudah menuliskannya dengan baik…mungkin tulisan saya akan dapat mengispirasi Kantor Pusat untuk membuat suatu sistem pelayanan yg lebih baik….. kemarin saya hanya menuliskan 3 point.

– terakhir…..pada jumat pagi..saat kami akan pulang kedaerah masing-masing…saya menemukan pegawai lain yang juga ingin resign (2 orang)…salah satunya sudah mengirimkan surat pengunduran diri…namun ternyata ditolak..karena tenaganya masih dibutuhkan……….ternyata suatu saat nanti ketika saya ingin resign baik-baik…ada kemungkinan ditolak. & kalau ditolak terus…terpaksa saya resign dengan cara tidak baik…pergi begitu saja dari kantor & ujung-ujungnya mendapatkan SK pemberhentian tidak dengan hormat (dipecat karena 6 bulan berturut-turut tidak masuk kerja)……..yang membuat saya kaget lagi…..mas yang sudah mengirim surat pengunduran diri tersebut ternyata sudah menikah!!!!!!!! selama ini saya pikir menikah adalah penghambat terbesar PNS untuk resign..makanya sampai saat ini saya belum menikah…namun ternyata ada juga orang lain yg tetap berkeinginan resign meskipun dia sudah menikah.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*