dihari tua nanti…

ketika saya tua nanti (jika tidak mati muda dsb)

kira-kira mana yang lebih “membanggakan” :

1. telah “mengabdi” kepada negara selama 30 tahun lebih?

atau

2. telah berani mengambil Satu keputusan…. keluar dari PNS disaat orang-orang banyak sangat menginginkannya?

pilihan pertama tampak penuh dengan kepastian…..cukup makan, rumah, ….ada uang pensiun

pilihan kedua tampak penuh dengan ketidak pastian, kemungkinan kelaparan…kemungkinan diasingkan oleh masyarakat karena tidak mempunyai pekerjaan tetap, kemungkinan menjadi penjahat karena butuh uang untuk makan namun ternyata mencari uang itu sulit….

kalau ditelaah lagi…..

apakah ada kepastian 100% bahwa umur saya akan mencapai tahun dimana saya menerima SK-Pensiun? bisa saja saya mati besok pas berangkat kerja….bisa saja saya mati sekarang ketika ada pesawat terbang jatuh tepat diatas rumah saya…mungkin agak terlalu berlebihan..namun kemungkinan itu bisa saja terjadi…..

Segala sesuatunya bisa saja terjadi…

mungkin di tahun 2014 akan ada presiden baru yang memecat semua PNS….??? bayangkan gimana nasib cicilan para PNS yang belum lunas?? jika itu terjadi…..

& saya pernah mendengar ada salah satu calon presiden yang merencanakan hal itu (memecat semua PNS)…bagimana kalau calon presiden tersebut yg terpilih?

*hanya untuk sedikit menggoyahkan ide bahwa PNS = pekerjaan yang aman…

& bukankah saya sendiri pernah mengambil cuti 1 minggu untuk menghindari konflik di kantor …?? yg mungkin akan merenggut nyawa saya?

dalam lingkungan PNS pun ternyata tidak seaman itu….

jadi kenapa saya tidak mengambil keputusan untuk berada di tempat yg “tidak aman” aja sekalian….lalu saya mengubah karakter saya agar menjadi karakter yg kuat, selalu waspada & selalu siap menghadapi berbagai macam kemungkinan???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*