seharusnya? normalnya? sekarang….

Sekarang saya sudah berusia 26-tahun….seharusnya sekarang saya sudah mem-foto bayi saya yg lucu dan diperlihatkan di Facebook.

seharusnya saya sudah menikah di umur 25 tahun kemarin…..

Siapa yang menentukan standard dalam hidup?? Industri Periklanan kah????, atau siapa?

saya mendapatkan beberapa ide yg merupakan garis besar dalam hidup seperti :

  • laki-laki normalnya menikah pada umur 25th
  • perempuan normalnya menikah pada umur 20th
  • setelah kuliah saya harus mencari kerja & bekerja sampai pensiun
  • saya seharusnya mempunyai 2 anak
  • saya seharusnya mempunyai sebuah mobil keluarga
  • saya seharusnya merayakan pesta pernikahan saya
  • saya seharusnya mempunyai sebuah rumah minimalis
  • lebaran itu harus Mudik
  • dsb

mungkin sinetron-sinetron yang saya tonton waktu kecil turut mempengaruhi standard saya dalam hidup.

dan saya pikir hal-hal tersebut diatas juga masuk kedalam pikiran rekan-rekan saya seangkatan….& kami semua berusaha mendekati standard itu.

itulah sebabnya kenapa beberapa orang memaksakan beli mobil…….karena memang cita-cita itu sudah dimasukkan kedalam pikiran kita sejak kecil…hidup sepertinya tidak lengkap tanpa adanya sebuah mobil. Yang mencegah orang-orang untuk tidak membeli mobil adalah karena masalah keuangan tentunya.

Jika sudah punya uang maka mobil adalah salah satu barang yang wajib dibeli.

namun hukum sebab akibat tetap berlaku….Jika yang kita beli adalah Mobil baru..tentunya biaya perawatannya nya tidak terlalu mahal.

namun beberapa orang memaksakan diri membeli mobil bekas….& ternyata malah bikin stress……seharusnya kita berbahagia jalan2 bersama keluarga ke Mall Mall…namun yang terjadi adalah mobil kita mogok ditengah jalan….diklaksonin angkot-angkot…..lalu ketika dibawa ke bengkel terkejut dengan biaya turun mesin yg mahal….cape deeeeh

begitu juga dengan pesta pernikahan, kadang beberapa orang memaksakan pernikahannya dirayakan…..meski harus memakai sebagian jalan umum untuk tenda….meski harus menutup jalan diperumahan….

Sepertinya kita semua sedang mengusahakan hidup kita sesuai dengan standard, meski kadang memaksakan……….

saya berusaha untuk membongkar standard-standard ini dari Pikiran saya!!!!

contoh saya mencoba membongkar standard dimana saya harus bekerja sampai tua,……….(active Income)…..

saya berusaha memasukkan standard baru yg dinamakan passive-income

……………..

2 Replies to “seharusnya? normalnya? sekarang….”

  1. Kyknya emang dirimulah yg terjebak pd standar2 itu,kemudian km mengkritisi standar sosial-masyarakat tsb,, td km gak free, km gak bebas. Klo kulihat, km gak cukup kuat utk jd orang yg berbeda. Mewujudkan km ga hrs ikutin standar itu, km ga bs.
    Krn itu km jd sebel dan terus2an seperti skeptis. Seperti pemberontak, tp hasilnya buatku nothing.
    Krn cuma ada dlm pikiranmu dan gak trlihat usaha kerasnya.

  2. Iya… Maria…

    Saya memang terjebak (sudah ditulis diatas)….
    & sdang brusaha merubahnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*