pentingnya pencatatan

minggu kemarin saya dikantor mendengar kabar bahwa ‘bapak pengantar koran’ yg biasa mengantar koran ke kantor meninggal dunia.

seingat saya sekitar 3 bulan sebelumnya ‘bapak pengantar koran’ tersebut sempat sekitar 1 mingguan tidak mengantar koran …& katanya dia terkena semacam penyakit jantung.

ketika mendengar kabar tersebut….orang2 dikantor pada sibuk mengumpulkan uang untuk membayar utang-utang terhadap tukang koran tersebut, kebetulan ada 1 orang pegawai dikantor yg akan melayat, jadi rencananya uang yg berhasil dikumpulkan akan diserahkan ke keluarganya.

lalu 2 hari kemudian anak perempuan ‘bapak pengantar koran’ tersebut datang ke kantor untuk mendata kembali siapa saja yang langganan koran di kantor (KOMPAS, Top Skorer, Majalah2 dsb), dan mulai senin besok anak-perempuan tersebut akan melanjutkan bisnis pengantaran korannya.

‘bapak pengantar koran’ tersebut menurut saya memang memiliki ingatan yang cukup tajam….& mungkin memang akan lebih cepat jika hanya mengandalkan ingatan….semuanya terasa lebih cepat & praktis tanpa harus “repot2” membuka buku pencatatan…..

namun dalam kondisi2 seperti ‘meninggal dunia’….ternyata hal itu menjadi hal yang mengganggu jalannya bisnis, kebutuhan pelanggan tidak terpenuhi, & tidak adanya tongkat estafet terhadap pewaris.

sayapun belum menjadi orang hobby mencatat…..namun pengalaman minggu kemaren menambah ‘alasan kenapa’ saya untuk terbiasa mencatat….

saya pun sedikit berdiskusi dengan teman saya bahwa sistem Franchise pun sebenarnya mengandalkan sistem pencatatan ini, sistemnya dicatat & bisa ditiru oleh pembeli Franchise tersebut dengan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*