apa gunanya UN (Ujian Nasional) ?

UN terakhir saya terjadi pada tahun 2002.

saat sekolah…..saya pernah merasakan bagaimana rasanya Ranking 1….& juga saya pernah merasakan bagaimana rasanya Rangking terakhir.

paling ekstrim  saat kelas 3 SMA….caturwulan satu dapet rangking 33 dari 35 siswa (dan nilai saya dengan ranking 35 sebenarnya sama) jadi sy anggap ini rangking terakhir……………………..namun Caturwulan dua saya berhasil mendapatkan Rangking 7 dari 35 siswa.

jadi ….saya agak bisa memahami bagaimana perasaan siswa yg mengikuti UN sekarang, baik yang sedang bodoh…maupun yang sedang pintar.

yang sedang pintar…tentu saja mereka bisa memulai hari mereka dengan tenang & agak ringan…beban Ujian Nasional terasa ringan, hanya kesalahan sistem (salah scanning komputer/ intervensi orang yg memang ingin siswa itu tidak lulus & punya akses dsb) yg dapat membuat mereka tidak lulus.

yang paling sy kuatirkan itu adalah siswa yg sedang bodoh…..ada beberapa orang yang bisa memaksakan dirinya belajar & selamat disaat-saat terakhir…..namun ada beberapa siswa, otaknya sudah tidak dapat dipaksa-kan lagi……mereka sudah dapat dipastikan tidak lulus, kecuali mendapat bantuan dari guru-guru mereka yg tidak ingin nama baik sekolah mereka buruk.

& akhirnya siswa yang tidak lulus itu menjadi orang yang tidak percaya diri lagi, pesimis dalam menghadapi hidup….sampah disekolahnya, dimarahi orang tuanya…..

& apakah orang yg berhasil lulus UN akan menjadi orang yang percaya dirinya tinggi ????….yah, mungkin mereka akan senang saat pengumuman kelulusan, namun perintah sistem belum berakhir, mereka masih harus belajar….harus kuliah!!!! & harus lulus….

dan apa hasil dari sekolah & kuliah itu??????????……………….satu hal yang pasti adalah…………..hampir 95% (menurut saya) manusia-manusia yang sudah JENUH belajar (menuntut ilmu)…….sehingga setelah mereka bekerja….mereka hanyalah menjadi orang-orang yg siang pergi bekerja, malamnya menghabiskan waktu untuk menghibur diri (kebanyakan nonton TV).

menurut saya …itulah bahaya Sistem sekarang,  menghasilkan orang-orang yg jenuh menuntut ilmu & mental Karyawan.

bukankah harusnya SISTEM itu sebaiknya menghasilkan mayoritas orang-orang yg hobby menuntut ilmu??!!!! dengan demikian baik yang sedang bodoh & sedang pintar akan terus maju setiap harinya (hanya saja mungkin dengan tingkat kecepatan yg berbeda)

lalu harus bagaimana??????

saya pikir akan sulit jika pembuat kebijakan di negara ini masih merupakan orang-orang yang tidak sengaja “sedang pintar” saat ada didunia pendidikannya Skul & Kul nya…….mereka diuntungkan, secara instink pun tentu saja mereka senang menjadi yang terdepan, menjadi rangking 1….mendapatkan penghormatan lebih daripada manusia2 lainnya yang rangking rangking dibawahnya….& mereka tentu saja menyukainya……& akan tetap mempertahankan SISTEM PENDIDIKAN seperti ini……………………mereka tentunya akan benci jika sebenarnya orang2 yg “sedang bodoh” itu sebenarnya memiliki potensi yg sama dengan dia. mereka menyukai sistem parankingan….mereka menyukai sistem Lulus & tidak Lulus & akan terus mempertahankannya.

coba kalau yang menjadi pembuat kebijakan itu adalah orang yg merasakan bagaimana bahayanya sistem perangkingan (& buktinya…lihat apa hasil sistem sekolah sekarang…apakah Indonesia menjadi negara maju dengan sistem pendidikan sekarang???)

2 Replies to “apa gunanya UN (Ujian Nasional) ?”

  1. UN = Simbol Ironisme Pendidikan Indonesia…
    Kasihan kalian adik2ku, perjuanganmu selama 3 tahun akan terasa sia-sia bila hasil akhir tetap ditentukan oleh yang “3 Hari” ini…
    Ditambah sistem pendidikan kita udah seperti kriminal yang banyak merampas kreativitas…

    Mau dibawa kemana….. Pendidikan kita…
    (Dibaca dengan gaya lagu Armada ya…)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*